
Drrriiingg....!!
Suara alarm yang berbunyi langsung membuat Wasti terbangun mengambil ponselnya lalu mematikan alarm tersebut.
Perempuan itu pun menoleh ke arah ibunya yang masih terlelap di sampingnya sehingga Wasti segera turun dari tempat tidur dan kini ia merasakan sakit di seluruh punggungnya karena sudah terlalu lama tertidur.
Selain punggungnya yang sakit, dia juga merasa begitu lapar sehingga tanpa pikir panjang, Wasti langsung mengambil telepon hotel Lalu menghubungi staff hotel untuk memesan makanan.
Sambil menunggu makanannya datang, Wasti kemudian merapikan barang-barangnya yang tadi sempat ia bongkar di kamar hotel.
"Semua ini harus dirapikan, supaya nanti langsung pergi saja," kata wasti sambil menoleh ke arah jendela di mana langit telah gelap menandakan malam sudah tiba.
__ADS_1
Maka setelah merapikan barang-barangnya, wasti kemudian menghampiri ibunya yang masih terlelap di tempat tidur lalu mengguncang tubuh Perempuan itu.
"Bagun Bu!!" Tegas wasti langsung membuat clarissa mengerjapkan matanya karena gangguan dari putrinya.
"Ada apa kau mengganggu ibu?" Kata Wasti sambil membalikkan tubuhnya untuk menghindari putrinya ketika dia malah melihat keluar jendela di mana langit sudah sangat gelap sehingga Clarissa dengan cepat terduduk di atas tempat tidur.
"Sudah malam?!" Teriak Clarissa sambil berbalik menata putrinya yang saat itu sedang bertolak pinggang menatapnya.
"Benar, ini sudah malam!!!" Kata wasti bersamaan dengan bel kamar yang dibunyikan oleh seseorang sehingga wasti dengan bersemangat pergi ke arah pintu lalu membuka pintu.
"Kau memesan makanan?" Ucap Clarissa segera turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah meja tanpa memperdulikan petugas hotel yang langsung keluar dari kamar mereka dengan wajah masamnya karena dia tidak mendapat tip dari 2 perempuan itu.
__ADS_1
Sementara Wasti yang kini memegang sendok dan garpunya, perempuan itu berkata, "Ya, aku memesan makanan enak, jadi ayo cepat makan sebelum bersiap untuk pergi ke rumah kakak."
Clarissa duduk di depan putrinya sambil berkata, "Apakah kau punya uang untuk membayar makanan ini?"
Wasti menatap ibunya, "Mana ada aku punya uang, aku ini tidak diberi uang jajan oleh ayah, Bahkan untuk membayar uang kuliahku saja, Ayah tidak membiarkan aku melakukan nya, ayah sendiri yang melakukan nya." Gerutu Wasti yang sudah cukup lama menahan kekesalannya atas apa yang dilakukan oleh ayahnya padanya.
"Lalu, siapa yang akan membayar semua makanan ini?!" Tanya Clarissa yang tak habis pikir dengan kelakuan putrinya, perempuan itu tak memiliki uang tapi malah memesan makanan ke hotel.
Apalagi, makanan di hotel tentulah berbeda dengan makanan yang ada di restoran, harganya jauh berbeda antara langit dan bumi!
"Siapa lagi? Tentu saja ibu yang membayarnya," kata Wasti dengan santai sambil memasukkan sepotong daging sapi ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Apa?!!" Teriak Clarissa pada putrinya, "ibu sama sekali tidak memiliki uang, uang yang Ibu miliki hanya cukup untuk tiket kereta api dan juga biaya hotel kita di sini, itu sebabnya ibu mencari hotel yang paling murah, dan sekarang kau memesan makanan mahal seperti ini?!! Dari mana kita akan mendapatkan uang untuk membayarnya?!!" Teriak Clarissa pada putrinya.
"A,, apa?!" Wasti sangat terkejut, "Jadi Ibu tidak memiliki uang lagi?" Tanya wasti yang kini tidak bisa membayangkan bagaimana nasib mereka kalau mereka tidak bisa membayar makanan yang saat ini sedang mereka nikmati.