
Kesya langsung saja berbicara, katanya, "kakak,, apa yang harus kami lakukan? Tidak bisa kakak membantu kami dengan berbicara pada kakek supaya kakek memberikan kami tempat tinggal baru?"
🦪🦪🦪
Heriani yang duduk di belakang mendengarkan ucapan adik iparnya langsung tersenyum mengejek sembari menatap ke arah suaminya.
Dia semakin yakin bahwa kebakaran yang terjadi di rumah tersebut ialah kebakaran yang disengaja agar orang-orang itu bisa masuk ke kediaman utama keluarga Romania.
Meski begitu, heriani tidak berkata apapun dan hanya terus menatap suaminya untuk menunggu jawaban pria itu.
Tetapi beberapa saat, Dito terus terdiam hingga membuat Keisha yang merasa diabaikan kembali lagi berkata, "kakak!! Apakah kau mendengarku?"
__ADS_1
Dito akhirnya menatap adiknya, lalu dia melihat ibunya yang juga menatapnya dan juga wasti yang melihat ke arahnya dengan mata berkaca-kaca.
"Hah,,," Dito menghembuskan nafasnya dengan berat, lalu pria itu kembali menatap ke arah jalan raya sembari berkata, "aku juga tidak tahu kapan lagi bisa bertemu dengan kakek, Lagi pula kalau kakek tahu rumahnya kebakaran, dia pasti akan menyiapkan tempat tinggal untuk kalian."
"Benar," kata Heriyani, "kakek tidak akan tega melihat keluarganya menjadi gelandangan di luar sana Setelah rumahnya dibakar, jadi Tunggu saja informasi dari kakek, pasti kakek akan mencarikan tempat tinggal baru untuk kalian," ucap heriani sembari duduk bersandar dengan tangan dilipat di dadanya.
Sementara Kesya yang mendengarkan ucapan haryani, perempuan itu segera menatap ke belakang dan melototi haryani sembari, "Apa maksudmu dengan dibakar? Jangan-jangan kau mengatakan bahwa kami sengaja membakar rumah supaya bisa mendapat tempat tinggal yang baru?" Tanya kesya.
"Ahh,, Aku tidak pernah mengatakan kalau kalian yang membakarnya, mungkin saja orang lain. Lagi pula, polisi akan segera menyelidiki masalah ini, jadi akan ketahuan Apakah rumah itu kebakaran atau memang dibakar," ucap heryani dengan nada suara yang cuek.
"Benar!! Kakak ipar berbicara omong kosong, Lagi pula kalau Kami memang mau pindah dari rumah itu, sudah dari dulu kami mengatakan pada kakek bahwa rumah itu tidak layak huni, tapi buktinya kami masih memperbaiki genteng yang rusak supaya bisa tetap tinggal di sana!!!" Kata Kesya menambahkan dukungan untuk ibunya.
__ADS_1
"Tenanglah, kita hampir sampai di rumah sakit, tidak enak membahas masalah ini di depan banyak orang." Ucap Dito yang tidak tahu harus membela istrinya ataupun ibunya, Sebab Dia menyayangi semua orang yang ada di mobil itu.
"Huh,, kakak benar-benar tidak tegas, bilang saja Kakak lebih membela istri Kakak ketimbang aku dan ibu. Padahal yang berhubungan dara dengan kakak itu adalah aku dan ibu, perempuan itu hanya orang-orang asing yang masuk ke keluarga kita!!!" Kesal Keisha sembari membuang muka dari kakaknya.
Dito yang mendengarkan itu merasa kesal pada adiknya, sehingga dia kembali menatap adiknya, "Jangan pernah mengatakan kalau istriku adalah orang asing, sekarang dia menjadi bagian dari hidupku!!! Jaga mulutmu dan sekarang juga minta maaf pada Kakak iparmu!!!" Perintah Dito ada Kesya langsung membuat 3 perempuan yang duduk di kursi tengah kini menatap Dito dengan raut wajah tak percaya mereka.
Mana mungkin mereka sudah meminta maaf pada perempuan itu??
Clarissa langsung berkata, "Kau ini,, bisa-bisanya kau menyuruh adikmu meminta maaf padanya?? Jelas jel--"
Ciiitt......!!!
__ADS_1
Suara rem mobil yang mendadak diinjak oleh sang sopir membuat semua orang terbentur ke depan dan luka bakar pada Clarissa tidak sengaja disentuh oleh kedua putrinya hingga membuat perempuan itu meraung-raung kesakitan.
"Ahhh!!! Aahh!! Sakit!!!!" Teriak perempuan itu langsung membuat fokus semua orang dalam mobil kini teralih pada Clarissa dengan sang supir yang saat itu segera membelokkan mobilnya ke dalam rumah sakit mendahului sebuah motor yang kecelakaan di hadapan mereka.