Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
199


__ADS_3

Tidak disarankan membaca bab ini ketika Kalian sedang puasa! Boleh tunggu sampai malam ya..😁


Wasti melototkan matanya, "Apa?! Perempuan jelek itu?! Dari mana dia mengetahui kalau Kesya menjadi sugar baby?!" Tanya wasti.


Clarissa yang mendengar ucapan putrinya kini mematung selama beberapa saat sebelum perempuan itu berkata, "Apa katamu?! Jadi Kesya memang menjadi sugar baby melayani bapak-bapak?!"


Wasti menelan air liurnya yang terasa pahit, "tidak! Bukan begitu! Aku hanya salah bicara saja! Mana ada Kesya begitu?! Ibu tak perlu percaya ucapan perempuan bodoh itu!" Tegas Wasti berusaha meyakinkan ibunya.


Tetapi Clarissa yang sudah lama bersama putrinya, dia jelas tahu bagaimana sifat dan kebiasaan putrinya sehingga Clarissa berkata, "kau jangan coba membohongiku! Ibu tahu jelas kalau kau mengetahui sesuatu! Cepat beritahukan semuanya pada ibu!"


Melihat ibunya yang sudah sangat yakin, maka wasti menghela nafas dengan berat, "hah! Aku akan bilang, tapi Ibu tidak boleh mengatakannya pada Kesya kalau ibu tahu dariku!" Tegas Wasti yang sudah berjanji pada Kesya untuk merahasiakannya.


Lagi pula, kalau Kesya sampai tahu dia mengatakan semuanya pada ibu mereka, maka dia tidak bisa lagi memeras Kesya.


Bisa-bisa juga, Kesya akan mengambil kembali semua yang telah diberikan perempuan itu padanya sehingga wasti harus memastikan ibunya tidak akan mengatakannya pada Kesya.

__ADS_1


Clarissa yang mendengarkan ucapan putrinya kini menggertakkan giginya, dia tahu bahwa sekarang mereka berada dalam masalah besar, "Ibu tidak akan bilang! Jadi cepat ceritakan semuanya!" Tegas Clarisa yang kini sangat cemas karena heriyani mengetahui masalah putrinya.


"Hah,,," wasti kembali menghela nafas, "Ayo duduk sambil menonton TV," ucap wasti sambil berjalan ke arah lantai 1 dengan Clarissa yang mengikuti putrinya sambil menenangkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Tetapi saat dia dan putrinya telah duduk di depan TV dan Wasti menceritakan semuanya, wajah Clarissa menjadi pucat pasi.


"Jadi,, jadi adikmu tidur dengan Pria beristri?! Bahkan bukan cuma satu tapi ada tiga?!" Tanya Clarissa dengan nafas yang terasa begitu sesak, dia tak pernah menduga bahwa putrinya yang sangat cantik dan mempesona akan membuat dirinya menjadi perempuan yang sangat murahan.


Wasti yang melihat raut wajah ibunya, ia tidak merasa kasihan pada ibunya, perempuan itu menganggukkan kepalanya, "ya, dulunya hanya ada dua, tapi Kesya tidak puas Kalau hanya ada 2, katanya penghasilannya cuma sedikit. Makanya beberapa waktu terakhir ini Dia memutuskan untuk menambah satu pria lagi," jawab Wasti dengan acuh tak acuh, dia tak perduli dengan masalah itu.


Sementara Clarissa yang mendengarkan ucapan putrinya, Dia benar-benar merasakan kepalanya nyut-nyutan seakan kepalanya mau meledak setelah menerima informasi dari putrinya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?! Heriani sudah mengetahui masalah ini! Kita akan tamat Kalau dia sampai mengadu pada ayah dan kakakmu!" Ucap Clarissa sambil memijat keningnya.


"Heh,, bodo amat, itu tidak ada hubungannya denganku, dulu aku sudah memberitahunya untuk berhenti tapi dia tidak mau, jadi biarkan saja dia!" Kata wasti sambil fokus pada ponsel barunya.

__ADS_1


Melihat putrinya yang tak peduli, maka Clarissa kini hanya bisa memikirkan sendiri jalan keluar masalah itu.


Pada akhirnya, Clarissa memutuskan untuk meninggalkan putrinya Lalu dia pergi ke kamarnya untuk menghubungi Kesya.


Tetapi ketika dia tiba di kamarnya dan menelpon putrinya, panggilan telepon tak pernah diangkat karena saat itu Kesya neng silent ponselnya sehingga ponselnya hanya bergetar di dalam tasnya.


Sementara Kesya, Dia sedang tidur nyaman dalam pelukan seorang pria paruh bayang.


"Om, habis ini belikan Kesya tas baru ya... Tas Kesya sudah lusuh semua, tidak cocok lagi digunakan oleh perempuan cantik seperti Kesya," kata Kesya dengan nada suara manjanya merayu pria yang sedang bersama-sama dengannya.


Sang pria pun menatap Kesya sambil tersenyum, "tentu saja, apapun untuk perempuan cantik seperti Kesya. Tapi sekarang, pijitin punya om lagi ya,," kata Sang pria menuntun tangan Kesya ke area pribadinya.


Kesya pun dengan senang hati mematuhi keinginan pria itu, dia tidak merasa bersalah pada dirinya sendiri maupun pada orang tuanya. Yang penting baginya, gaya hidup yang mewah terpenuhi dari uang yang ia hasilkan dengan menghibur para pria tersebut.


###Bocoran 3 bab berikutnya tersedia di youtube dengan kata kunci NovelToraja.

__ADS_1


__ADS_2