Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
121


__ADS_3

Setelah meninggalkan depan toilet, maka heriyani dan Dito pun memasuki ruang acara tanpa ada hambatan sedikitpun.


Mereka berdua diantar oleh petugas di sana ke meja keluarga yang memang disiapkan untuk semua keluarga.


Saat mereka tiba di meja tempat mereka akan duduk, Andika dan Niko terkejut memandangi mereka karena tak menyangka akan melihat kedua orang itu.


Sementara yang lainnya bingung melihat orang asing duduk bersama-sama dengan mereka.


"Siapa kalian?" Tanya salah seorang perempuan yang tidak mengenali Dito dan Heryani, Sebab Dia adalah Nyonya kedua keluarga Romania.


"Aku Dito, keponakan tante dari Agus," ucap Dito langsung membuat semua orang di meja itu mengerutkan keningnya kecuali Andika dan Niko yang sudah mengenali mereka berdua.


"Kenapa keluarga ketiga ada di sini?" Kesal menantu pertama keluarga Romania sembari menatap jijik pada dua orang di depannya.


Andika yang ada di sana pun berkata, "cih! Orang dari desa, kalian tidak pantas duduk di sini, Cepat pergi dari sini sebelum ku panggil petugas untuk menyeret kalian keluar!!"


Niko pun ikut mengganggu kan kepalanya, lalu dia melambaikan tangannya memanggil salah seorang petugas yang ada di tempat itu.

__ADS_1


Sang petugas yang dipanggil oleh Niko segera menghampiri Niko, "Ada yang bisa saya bantu?" Tanya petugas itu langsung membuat Niko menatap ke arah Dito dan Heryani.


"Mereka berdua tidak ada dalam daftar undangan, cepat usir mereka dari sini sebelum aku membuat kalian semua dipecat karena kelalaian kalian membiarkan orang yang tak diundang masuk ke acara pesta ulang tahun kakekku!!!" Tegas Niko langsung membuat sang pria yang ada di depan Niko pun menjadi kebingungan.


Dia terdiam beberapa saat sampai akhirnya dia membuka mulut, "Maaf sekali Tuan, tapi kami dihubungi secara langsung oleh Tuan Bayu bahwa mereka adalah salah satu tamu di acara ini." Ucap pria itu membuat semua orang sangat terkejut, termasuk Niko yang lebih terkejut dari semua orang yang ada di sana.


Niko sudah menyuruh seseorang untuk melepaskan nama kedua orang itu dari daftar nama keluarga yang hadir, Tapi ternyata Bayu secara pribadi menghubungi petugas hotel untuk mengizinkan kedua orang itu masuk?!!


Sangat tidak bisa dipercaya!!


Sementara haryani, dia tersenyum melihat wajah bodoh Niko, lalu dia pun berkata, "sepertinya banyak orang yang tidak suka Kalau kami ada di sini, apa sebaiknya kami segera berpamitan pada kakek?"


Dito yang mendengarkan ucapan istrinya pun menatap istrinya dengan bingung dan terkejut ketika perempuan itu sudah berdiri menarik dito.


"Para keluarga tidak suka kalau kita duduk bersama-sama dengan mereka, jadi sebaiknya kita memberi ucapan selamat lebih awal," kata heriani langsung membuat raut wajah Semua orang menjadi berubah.


Jika bayu secara pribadi menghubungi pihak hotel untuk membuat kedua orang itu masuk ke acara ini, maka tuan besar Romania lah Yang telah memerintahkan hal itu.

__ADS_1


Namun bila kedua orang itu mengadu pada Tuan besar Romania bahwa mereka semua mendesak keduanya meninggalkan tempat acara, maka mereka mungkin akan dimarahi.


Maka perempuan yang duduk paling dekat dengan heriyani pun segera berdiri dan mengulurkan tangannya menahan tangan Heryani.


"Duduk!" Tegas perempuan itu langsung membuat heriani berbalik menatap Sang Perempuan yang merupakan Nyonya kedua keluarga Romania.


"Apa kata tante?" Tanya heriani menyuruh perempuan di depannya untuk memperjelas ucapannya.


Hal itu membuat Nyonya kedua keluarga Romania menjadi sangat kesal, ia mengatup erat-erat giginya sambil berkata, "jangan mempermalukan semua orang di acara besar seperti ini dan cepatlah duduk!!!"


Setelah berbicara, perempuan itu kembali duduk di kursinya meski tatapan peringatan dari perempuan itu masih diberikan pada heriani dan suaminya.


Heriani yang melihat itu benar-benar terhibur sehingga dia pun berbalik menatap suaminya sambil berkata, "sayang, Apakah kita harus tinggal atau tetap pergi?"


"Kita belum memberikan ucapan selamat untuk kakek, juga hadiah yang kita siapkan belum diberikan pada kakek, jadi sebaiknya kita tetap tinggal," ucap Dito segera dijawab anggukan kepala heriani.


"Karena suamiku sudah berkata demikian, maka aku pasti akan mengikuti ucapan suamiku," kata heriani pun kembali duduk di kursinya dengan Dito yang juga ikut duduk di kursinya hingga membuat semua orang di meja tersebut menjadi sangat kesal.

__ADS_1



__ADS_2