
"Terima kasih masih mau tinggal di peternakan, Saya yakin Apa yang dilakukan istri saya akan membuat peternakan ini menjadi lebih baik." Ucap Dito.
🕳️🕳️🕳️
"Ya, kami berharap seperti itu, tadi saya mendengar istri bapak berkata kalau dia akan mengembalikan semua gaji kami yang selama ini tidak dibayar full, Apakah itu benar?"
"Ya, omongan istri saya selalu bisa dipegang." Jawab Dito yang sepenuhnya percaya pada istrinya.
"Bagus,, tahun ini anak saya yang ada di kota akan lulus SMA, Jadi saya rasa saya sudah bisa menyuruhnya untuk berkuliah!!!"
"Benar, kalau begitu tolong sampaikan terima kasih kami pada istri bapak kalau kami sangat berterima kasih jika dia bisa menguruskan semua uang kami yang selama ini dikorupsi oleh orang-orang itu. Padahal sudah lama kami berusaha menagihnya, tapi mereka selalu membuat alasan dan mengancam akan memanjat kami jika kami terus mengungkit masalah itu." Ucap salah seorang yang ada di sana langsung membuat Dito mengerutkan keningnya.
Sudah berapa lama dia berada di peternakan itu, tapi baru sekarang mendengar keluhan seperti itu, padahal dulunya dia pikir tidak ada masalah yang terjadi sebab tidak ada yang pernah bercerita tentang pemotongan gaji karyawan sehingga tidak sesuai dengan kesepakatan kontrak.
Maka dengan begitu, Dito hanya bisa meminta maaf pada semua orang yang ada di sana.
💞💞💞
__ADS_1
Pada keesokan paginya, ketika heriani kembali lagi ke peternakan, Dia melihat semua orang-orang yang baru saja menandatangani kontrak dengan mereka kini telah bekerja, dan segala sesuatu yang bermasalah dibereskan satu persatu.
Tetapi pada pukul 09.00 heriyani keluar dari ruangannya saat ia mendengar suara kegaduhan di luar yang mana ternyata bahwa itu adalah para karyawan yang melakukan unjuk rasa.
"Orang-orang yang sungguh tidak tahu malu," ucap heriyani merasa kesal dengan orang-orang yang berdemo itu.
"Kami tidak akan berhenti dan tidak akan pergi dari sini sampai hak kami dikembalikan!!! Kembalikan posisi kami!!!" Ucap salah seorang perempuan yang memegang toa sembari nelototi haryani yang menetapnya.
"Kembalikan posisi kami!!!"
"Kembalikan posisi kami!!!"
Dito yang mendengarkan itu pun menghampiri orang-orang itu, lalu dia menatap istrinya yang hanya diam saja.
"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Dito.
"Aku akan menelpon polisi," ucap heriyani sembari berjalan kembali ke dalam ruangan tempat ia bekerja, lalu perempuan itu pun mengambil ponselnya.
__ADS_1
Seorang pria yang bersama-sama dengan heriani di ruangan tersebut pun kemudian berkata, "aku sudah menghubungi polisi, dan mereka bilang akan tiba dalam 5 menit lagi."
Heriyani mengganggukan kepalanya, "bagus, kalian kembalilah bekerja," ucap heriani sembari menekan-rekan layar ponselnya lalu dia pun menghubungi seseorang.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo," jawab seorang pria dari seberang telepon.
"Aku heriyani, Aku ingin menanyakan bagaimana kasus tentang peternakan, Apakah kalian sudah menangkap Darson?" Tanya heriani pada pria yang ada di seberang telepon yang mana pria itu ialah Dean Yang merupakan asisten dari asisten tuan besar Romania.
"Ah, ya, kami sudah mengurus dan kebetulan, tadi juga Saya ingin menghubungi Nona, karena kami perlu bukti-bukti tentang penggelapan yang ia lakukan. Meski sekarang sudah mendapatkan beberapa bukti, namun perlu memperkuatnya dengan bukti-bukti yang berasal dari peternakan," ucap Dean dari seberang telepon.
"Baiklah, nanti sore akan kukirimkan bukti-buktinya," ucap heriani sebelum mengakhiri panggilan telepon itu.
Sementara di luar, orang-orang yang sedang melakukan unjuk rasa kini terkejut saat beberapa polisi datang ke tempat itu.
__ADS_1
Mereka saling berbisik-bisik satu sama lain dengan Dito yang menyambut para polisi itu bersamaan dengan heriani yang sudah keluar dari ruangan.
"Mereka semua, tolong tangkap mereka semua, mereka semua telah melakukan penggelapan uang di peternakan ini!!!" Ucap heriani dengan suara yang keras hingga membuat semua orang yang melakukan unjuk rasa kini tercengang mendengar ucapan perempuan itu.