
Setelah diusir dari kediaman utama keluarga Romania, maka Clarissa yang tangannya terluka menggertakan giginya sembari berjalan ke arah rumahnya dengan perasaan yang begitu kesal.
Brak!!
Prempuan itu membuka pintu dengan keras sehingga membuat semua penghuni rumah sangat terkejut dan menoleh ke arah Clarissa yang memasuki rumah dengan penampilan acak-acakan.
"Lho, apa yang terjadi Bu?" Tanya Kesya.
"Pelayan itu memperlakukan ibu dengan buruk, mereka bahkan merebut kunci dari tangan Ibu dan tidak mengizinkan ibu masuk ke sana!!!" Gerutuk clarissa melemparkan tasnya ke lantai lalu perempuan itu pun duduk menatap heriani yang saat itu sedang mengupas kacang untuk suaminya.
"Bagaimana bisa pelayan bersikap seperti itu pada ibu? Padahal, kunci itu diberikan pada kami, jadi tidak apa-apa kalau Ibu pergi ke sana dan menginap di sana," kata heriani sembari mencibir dalam hati sebab inilah yang ia harapkan akan terjadi.
Clarissa tidak terlalu mempedulikan heriyani, dia menatap putranya sembari bertanya, katanya, "itu, kuncinya benar-benar diberikan pada kalian atau kalian ambil secara diam-diam?"
__ADS_1
Dito tidak mengerti dengan ucapan ibunya, bahkan jika mereka bisa mengambil kunci itu secara diam-diam, maka mereka tidak mungkin akan memberikan kunci itu pada Clarissa untuk digunakan.
"Ibu, tentu saja kami diberikan oleh asisten Dean, memangnya apa kata para pelayan?" Tanya Dito.
"Hais,, sewaktu ibu masuk ke dalam rumah, para pelayan langsung menghentikan Ibu, lalu mereka merebut kunci itu dari ibu dan menyeret ibu keluar dari rumah itu!!! Bayangkan betapa marahnya dan kesalnya ibu, serta malunya Ibu diperlakukan seperti oto oleh para pelayan keluarga Romania Padahal jelas-jelas ibu adalah menantu keluarga Romania!!!" Geram Clarissa penuh amarah mengingat kembali apa yang terjadi di kediaman utama keluarga Romania.
Semua orang juga kebingungan, karena tentunya tidak Dito berbohong tentang kunci itu, Tetapi kalau tidak berbohong, lalu Bagaimana bisa Clarissa diusir dari kediaman utama?
Semua orang masih dalam keadaan bingung sampai ketika pintu rumah mereka tiba-tiba saja diketuk oleh seseorang.
"Masuk!" Kata wasti sembari berjalan ke arah pintu membuka pintu dan dia terkejut saat melihat seorang pelayan senior berdiri di depan rumah mereka.
Dia langsung menelan air liurnya, dan cemas bahwa pelayan senior itu mungkin akan datang memarahi Mereka Setelah apa yang dilakukan oleh ibunya.
__ADS_1
Oleh sebab itu, wasti menoleh ke arah ibunya lalu dia pun meninggalkan pintu tidak ingin dekat-dekat dengan pelayan senior yang cerewet itu.
"Slamat malam, saya datang untuk menjemput tuan muda dan nyonya muda," ucap perempuan itu langsung membuat Dito dan heriani saling berpandangan dengan ketiga perempuan yang ada di sana juga memandang ke arah kedua orang itu.
"Kami?" Tanya heriani ketika dia kembali menoleh ke arah pelayan yang masih berdiri di ambang pintu.
"Ya, kami sudah menyiapkan kamar kalian di kediaman utama, Jadi silakan ikuti saya," ucap pelayan itu langsung membuat Clarissa berdiri melototi sang pelayan.
"Kau!! Sudah kubilangkan kalau kunci itu diberikan pada Putraku dan menantuku, jadi Aku yang akan pergi ke sana!! Ah,, karena tadi kau sudah bersikap kurang sopan padaku, maka sekarang juga bersujud di hadapanku dan meminta maaf!!!" Bentak Clarissa pada perempuan di depannya.
Tetapi sayang sekali, pelayan senior itu malah mengecewakan Clarissa saat ia berbicara, katanya, "kamar ini bukan diberikan untuk siapapun dari keluarga ini selain untuk tuan muda dan nyonya muda, Jadi tolong untuk menjaga sikap!! Keluarga kalian masih dalam masa hukuman dan Tuan besar belum mengatakan apapun terhadap kami semua, apalagi mau menuruti perkataan kalian!!"
Clarissa yang mendengarkan itu benar-benar terdiam di tempatnya, ia hendak memukuli perempuan di depannya ketika Keyla dengan cepat menahannya.
__ADS_1
"Jangan membuat masalah Bu, nanti kakek jadi semakin marah dan semakin menghukum keluarga kita!!!" Ucap kesya yang tidak mau terkena dampak dari sikap sembrono ibunya.