Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
230


__ADS_3

Dengan masalah yang sudah dibicarakan secara baik-baik dan mendapatkan penyelesaiannya, maka mobil pun menjadi tenang berjalan di jalanan yang masih ramai.


🌞🌞🌞


Tetapi ketenangan itu langsung berubah ketika tiba-tiba saja perut Wasti berbunyi karena perempuan itu belum makan malam.


Saat itulah Dito juga menyadari kalau istrinya belum makan hingga Dito merasa cemas akan terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.


Oleh karena itu, Dito menatap istrinya, "Bagaimana kalau kita singgah di restoran?" Tanya Dito dengan wajah yang cemasnya.


Heriyani langsung menganggukkan kepalanya, "tentu, aku juga sangat lapar," ucap heriyani.


"Apa yang mau kau makan?" Tanya Dito.


"Hm,," heriyani berpikir selama beberapa saat sampai Dia teringat sesuatu lalu memikirkan sebuah rencana dalam hatinya sehingga dia lanjut berkata, "Bagaimana kalau kita pergi ke restoran T?"


"Baiklah," ucap Dito sambil lalu melajukan kendaraannya ke restoran yang dimaksud oleh istrinya.

__ADS_1


Begitu mereka tiba di restoran, wasti dan Clarissa bersemangat turun dari mobil dan memasuki restoran karena keduanya sudah sangat lapar sebab tadi siang hanya makan sedikit saja.


Dito juga turun dari mobil untuk membukakan pintu bagi istrinya, tetapi ketika dia sudah membuka pintu penumpang depan, ia mengerutkan keningnya karena melihat kursi itu telah kosong.


Dito malah melihat istrinya duduk di kursi kemudi dengan mesin mobil yang kembali dinyalakan.


"Masuklah," ucap heriani membuat Dito mengerutkan keningnya karena dia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh istrinya.


"Ada apa?" Tanya Dito dalam kebingungannya.


Melihat sikap tegas istrinya, maka Dito akhirnya menoleh ke arah ibu dan saudaranya yang telah duduk di restoran sambil melihat mereka lewat kaca transparan restoran.


Meski merasa aneh, tetapi Dito kemudian menganggukkan kepalanya, "baiklah," ucap Dito segera masuk ke mobil lalu menutup pintu mobil.


Begitu pintu tertutup, Maka heriani langsung menancap gas meninggalkan restoran hingga membuat Clarissa dan wasti sangat terkejut melihat kepergian mobil kedua orang itu.


Wasti dan Clarissa langsung berlari keluar dari restoran dan melihat mobil semakin jauh dari pandangan mereka bahkan telah berbelok menuju jalan raya yang ramai.

__ADS_1


"Anak kurang ajar!" Teriak Clarissa sambil menggerakkan giginya dengan kaki yang kini tak mampu lagi mengejar mobil yang semakin menjauh dari mereka.


Wasti juga kelelahan sehingga dia runtuh di tanah dengan perasaan kacaunya, "semua barang-barang kita ada di mobil!" Ucap wasti yang hanya tinggal memegang ponsel di tangannya.


Clarissa juga duduk di tanah sambil menatap ke arah jalan raya di mana mobil putranya sudah tidak kelihatan lagi, "Ibu sudah menduga ada yang tidak beres dengan sikap Heryani yang tiba-tiba saja membela kita, dan benar saja, inilah yang ia lakukan! Bisa-bisanya menantu kurang ajar itu meninggalkan kita di tempat ini?!!" Gerutu ClarissaDengan rasa kesal mengingat kelakuan menantunya.


Wasti juga sangat kesal pada heriyani, tetapi belum saja ia kembali berbicara untuk melampiaskan kekesalannya, ponselnya telah berdering sehingga wasti dengan cepat memperlihatkan layar ponselnya pada ibunya.


'Kakak menelponku," ucap wasti membuat Clarissa menatap putrinya.


"Cepat angkat panggilan teleponnya, tekan mode speakernya supaya Ibu juga mendengarnya!" Ucap Clarissa dengan nada suara yang sangat kesal dan juga penasaran apa yang akan dikatakan oleh putranya.


Wasti pun menuruti perintah ibunya dengan mengangkat panggilan telepon tersebut, "halo," ucap wasti.


"Makanlah di restoran itu, aku sudah mengirimkan uang untuk kalian, jangan lupa setelah itu pergi ke stasiun kereta api, tiketnya akan kukirimkan ulang ke HP kalian. Kartu identitas yang kalian perlukan juga kutitipkan ke satpam di stasiun kereta api sementara barang-barang kalian akan kukirimkan besok pagi." Ucap Dito dari seberang telepon membuat wasti dan Clarissa semakin marah.


Bocoran Bab selanjutnya otor taruh di youtube dengan kata kunci NovelToraja ya..

__ADS_1


__ADS_2