
Saat heriani dan Dito masih saling berpandangan, tiba-tiba sebuah musik dimainkan yang merupakan musik dansa hingga membuat heriyani terkejut.
Dia tak menyangka bahwa ternyata acara setelah di make up ialah acara dansa sehingga perempuan itu dengan cepat melangkahkan kakinya ke area di mana tempat itu dikelilingi oleh lilin-lilin portable yang membuatnya terlihat sangat indah.
Setelah berdiri di sana, heriyani pun menatap ke arah suaminya sambil tersenyum menunggu pria itu melangkah ke arahnya.
Maka, Dito pun melangkah ke arah heriani lalu mengulurkan tangannya memegang kedua tangan Heriyani.
"Istriku sangat cantik," Kata Dito dengan mata yang tidak berkedip menatap perempuan cantik yang ada di depannya.
Hal itu membuat wajah heriyani menjadi merona karena sudah berkali-kali pria itu mengatakan hal tersebut sepanjang hari ini hingga membuatnya merasa sangat bersyukur memiliki pria yang ada di depannya.
"Suamiku juga sangat tampan," ucap heriyani sambil melangkahkan kakinya sebagai kode agar mereka memulai dansa mereka.
__ADS_1
Dito yang di umur remaja pernah belajar dansa langsung mengikuti gerakan heriyani sehingga keduanya pun saling berdansa dengan para pelayan yang secara diam-diam dan sangat tenang melakukan persiapan mereka untuk kejutan berikutnya.
Diiringi musik yang mengalir dengan begitu menenangkan, Dito dan heriyani berdansa tanpa memperdulikan apa yang ada di sekitar mereka, keduanya hanya fokus pada pasangan mereka masing-masing.
Tidak ada satupun diantara mereka yang berbicara, tetapi diamnya kedua orang itu malah membuat keduanya terlihat seperti sedang saling memahami satu sama lain.
Tak jauh dari mereka seorang pria mengambil beberapa gambar heriyani dan Dito dengan seorang perempuan yang berlari ke lantai 2.
"Apa sudah siap?" Tanya perempuan itu pada teman-temannya.
"Bagus! Sekarang kita keluar dari apartemen ini, mereka akan melanjutkannya sendiri nanti," ucap perempuan yang barusan naik ke lantai 2 lalu orang-orang pun keluar dari sana.
Semuanya keluar dengan sangat tenang meski sesekali beberapa di antara mereka menoleh ke arah dua orang yang sedang berdansa yang terlihat sangat menikmati dan saat mereka dengan tatapan yang terkunci pada pasangan mereka masing-masing.
__ADS_1
Kini hanya tertinggal satu orang yang memegang kamera yang berada di ruangan itu, dia berada dalam ketenangan dan berusaha mengsenyapkan langkah kakinya agar tidak mengganggu dua orang yang sedang berdansa.
Setelah beberapa saat terus berdansa, akhirnya heriyani berkata, "kalau kau lelah, Kau bisa mengatakannya, kita bisa mengakhiri dansa kita kapan pun kita mau," ucap heriani yang merasa khawatir bahwa suaminya mungkin kelelahan, apalagi tadi pagi pria itu berolahraga cukup lama jadi dia cemas suaminya mungkin akan kelelahan.
"Aku baik-baik saja, hanya justru mencemaskanmu kau mungkin lelah," ucap Dito langsung disambut senyuman heriani karena dia merasa begitu hangat antara mereka berdua saling mengkhawatirkan satu sama lain.
"Mana mungkin aku lelah memandangi wajah suamiku?" Kata heriani benar-benar membuat Dito tidak tahan hingga pria itu pun menarik pinggang Kadita semakin rapat ke tubuhnya.
Heriani agak terkejut, tetapi ketika salah satu tangan suaminya berpindah ke belakang lehernya, perempuan itu pun langsung mengangkat wajahnya dan membiarkan suaminya menciumnya.
Keduanya bercium dalam perasaan yang sangat dalam tanpa memikirkan apapun lagi, Bahkan mereka mungkin lupa sejenak bahwa dunia yang mereka tempati memiliki bentuk kotak.
Fotografer yang ada di sana pun dengan cepat menggunakan kameranya mengambil gambar kedua orang itu dari sudut terbaik.
__ADS_1
Bukan hanya 1, 2, atau 3 gambar saja, tetapi ada berkali-kali jepretan kamera yang mengabadikan momen kedua orang itu.