Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
274


__ADS_3

Tep tep tep...


Penata rias menepuk-nepuk pipi heriani untuk menambahkan bedak pada wajahnya.


Setelah itu, masuk dalam penataan rambut lalu terakhir menggunakan pakaian berwarna pink yang di desain oleh salah satu desainer terkenal.


Baru saja selesai berpakaian, heriyani langsung menoleh ke arah pintu saat pintu terbuka memperlihatkan Dito yang memasuki ruangan dengan pakaian berwarna biru yang dikenakan oleh pria itu.


"Apa sudah siap?" Tangannya Dito dengan mata berbinar-binar menatap istrinya yang terlihat begitu cantik.


"Ya, semuanya sudah siap," ucap heriani sambil mengambil tas dari salah satu penata riasnya, sebelum dia pergi bersama dengan suaminya menuju restoran tempat acara berlangsung.


Saat itu, sudah lumayan banyak tamu yang datang sehingga keduanya langsung menyapa satu persatu tamu yang ada di sana yang kebanyakan ialah kolega penting mereka dan juga kerabat kerabat keluarga Romania.


"Terima kasih sudah datang di acara kami," ucap heriyani pada salah seorang perempuan yang merupakan salah satu partner bisnis mereka di perusahaan baru heriani.


"Terima kasih juga sudah mengundang kami, dan selamat untuk kehamilan mu, aku mengambil kartu warna biru!" Ucap perempuan itu memperlihatkan kartu warna biru di tangannya menandakan bahwa dia mendukung bayi haryani dan Dito berjenis kelamin laki-laki.


"Terima kasih banyak," kata heriani sebelum dia berlalu meninggalkan perempuan itu lalu menyapa tamu-tamu yang lain.


Ada banyak orang yang datang dan mereka semua memiliki pilihan mereka masing-masing antara kartu pink dan kartu berwarna biru.


Sampai heriani sudah tiba di bangku paling depan, ia melihat Adam dan ayahnya beserta ibu pria itu sehingga heriani pun menghampiri mereka dan menyapa mereka semua.


"Selamat atas kehamilanmu, kami baru tahu Setelah umurnya sudah masuk ke 7 bulan, kau benar-benar merahasiakannya dari semua orang!!" Ucap Adam sambil memperhatikan perut Heryani yang sudah membuncit.


Heriani yang mendengarkan itu, ia langsung mengelus perutnya sambil berkata, "itu semua karena kakek, dia tidak mau ada sesuatu yang tidak tidak terjadi sehingga Dia menyuruh kami untuk merahasiakannya."


"Aku mengerti kekhawatiran kakek, Ayo duduklah dulu, lagi pula masih agak lama sebelum acaranya dimulai, kau tidak boleh kelelahan sebelum acaranya dimulai," ucap Adam sambil menarikan kursi untuk heriyani sehingga heriyani pun duduk di sana Lalu menatap ke arah seorang perempuan yang merupakan adik kandung Adam.


Andien yang ditatap oleh heriyani langsung melemparkan senyumnya pada heriani, "selamat untuk kehamilan mu, aku mendukung bayinya lahir perempuan supaya ada teman untukmu merias diri," ucap Andien sambil tersenyum langsung membuat heriani tertawa kecil.


"He he he.. Aku harap juga begitu," kata Heryani.

__ADS_1


"Harusnya kau mengharapkan laki-laki, laki-laki adalah orang yang akan menjadi pewaris!" Sela Adam langsung membuat heriani dan Andien menatap ke arah Adam.


"Ayah! Perempuan juga bisa menjadi pewaris kok," gerutu Andien.


"Ya, baiklah," ucap Adam yang baru sadar bahwa dia akan memulai pertengkaran dengan dua perempuan itu kalau dia terus bersikukuh kepada pandangannya.


Maka, orang-orang yang ada di meja itu berbincang-bincang selama beberapa saat sebelum acara dimulai bersamaan dengan kedatangan tuan besar Romania.


"Selamat datang kakek, duduklah di sini," ucap Adam langsung menarikan kursi pada Tuan besar Romania pada posisi yang strategis untuk melihat ke arah panggung.


Tuan besar Romania pun duduk di kursi tersebut bersamaan dengan pembawa acara yang diberi kode pada heriyani agar segera memulai acaranya.


Maka, sang pembawa acara dengan cepat memulai acaranya dengan berkata, "Selamat malam dan Selamat datang untuk kita semua di acara gender reveal hari ini. Saya ucapkan juga selamat kepada Tuan dan nyonya muda keenam keluarga Romania yang saat ini menantikan kelahiran anak mereka, dan terlebih hari ini akan mengetahui jenis kelamin mereka. Saya di sini mengambil kartu berwarna biru dan semoga kartu ini adalah kartu keberuntungan!"


Ucapan sang pembawa acara sontak membuat semua orang tertawa kecil sebelum pembawa acara kemudian lanjut berkata, "acara pertama untuk hari ini ialah doa yang akan dibawakan oleh Tuan besar Romania sekaligus disusul oleh sepatah dua kata dari Tuan besar Romania untuk acara hari ini. Kepada Tuan besar Romania kami persilahkan untuk naik ke panggung."


Semua orang pun menatap ke arah tuan besar Romania yang kemudian berdiri Lalu dia pergi ke panggung dan memimpin semua orang untuk berdoa.


"Pertama-tama saya mengucapkan selamat datang untuk kita semua dan juga Terima kasih sudah datang menghadiri undangan saya hari ini. Acara hari ini diadakan khusus karena keinginan saya, bahkan sebelumnya Dito dan istrinya tidak mengetahui tentang acara ini dan baru mengetahuinya beberapa waktu yang lalu, lebih lambat mengetahuinya daripada kalian semua yang sudah lebih awal mendapatkan undangan.


"Dalam hari ini, acara untuk mengetahui jenis kelamin calon cicit pertamaku, Aku berharap apapun jenis kelaminnya tidaklah menjadi sesuatu yang penting, tetapi yang penting bayinya dan Ibunya tetap sehat sampai acara melahirkan nanti. Bla bla bla...." Hingga membuat Andien yang duduk di samping menunjukkan tangannya mencubit paha heriani.


"Apakah kau tidak memperingatkan kakek supaya pidatonya tidak terlalu panjang?" Ucap Andien yang bisa melihat bahwa kakeknya sangat bersemangat membawakan pidatonya sehingga pria itu lupa akan waktu, padahal acara ini dihadiri oleh orang hamil, tidak boleh terlalu lama supaya haryani tidak kelelahan.


Tetapi heriani yang mendengarkan ucapan kakak iparnya, perempuan itu tersenyum sambil berkata, "tidak apa-apa, kakek terlihat sangat bahagia, jadi aku tidak mau merusak kebahagiaannya hari ini."


Andien menganggukkan kepalanya, "baiklah, Tapi nanti kalau kau merasa lelah, kau tidak boleh menyembunyikannya, harus mengatakan pada siapapun termasuk suamimu, karena ibu hamil itu cepat mengalami lelah dan tidak bagus kalau kelelahan!" Tegas Andien.


"Baik, terima kasih sudah mengingatkanku," kata heriani dijawab anggukan Andien hingga keduanya kembali melihat ke arah panggung mendengarkan Tuan besar Romania yang masih terus bersemangat mengatakan berbagai hal yang ia cita-citakan untuk cicit pertamanya.


Mereka menunggu sekitar 15 menit lagi sebelum sambutan dari tuan besar Romania selesai lalu pembawa acara kembali mengambil tempat.


"Terima kasih untuk Tuan besar Romania yang sudah meluangkan waktunya memberikan sepatah dua kata patah untuk kedua calon ayah dan ibu dan juga untuk kita semua, dan berikutnya ialah dari kedua calon orang tua, heriyani dan Dito. Silakan maju ke panggung," ucap pembawa acara Langsung membuat heriani dan Dito kini berdiri lalu mereka pun pergi ke arah panggung.

__ADS_1


Sambil melangkah menuju panggung, Dito menatap istrinya, "kau belum lelah saja kan?" Tanya Dito yang selama beberapa waktu terakhir, istrinya seringkali merasa kelelahan jika duduk terlalu lama sehingga perempuan itu harus lebih sering berbaring lalu duduk dan berjalan-jalan.


"Sedikit lelah, tapi tidak apa-apa," ucap heriani langsung membuat Dito mengganggukan kepalanya sambil terus melangkahkan kaki mereka hingga mereka tiba di panggung lalu Dito pun mengambil salah satu kursi dan memberikannya pada istrinya.


"Duduklah di sini biar aku yang berbicara," Kata Dito sambil membantu istrinya duduk di kursi yang ia bawakan untuk perempuan itu.


Setelah heriani duduk dengan nyaman, Dito kemudian mengambil mic yang disediakan di sebuah meja kecil yang terletak di panggung lalu dia pun mulai berkata, "sudah banyak hal yang disampaikan oleh kakek yang mewakili perasaan kami berdua, jadi di sini kami hanya ingin berbicara sedikit saja, tentang masa-masa istriku mengandung calon anak kami. Mungkin semua orang sangat terkejut mengetahui kehamilan istriku tetapi Itu semua memang dirahasiakan sejak awal seperti yang telah dijelaskan oleh kakek. Selain itu, satu rahasia penting yang ingin kami sampaikan bahwa istriku sedang mengandung anak kembar, sehingga--"


Plok plok plok...


Dito menghentikan ucapannya dan terpenting melihat semua orang yang bertepuk tangan terlihat turut gembira dengan informasi yang baru saja diucapkan oleh Dito.


"Terima kasih semuanya," ucap Dito setelah tepuk tangan mereda, "Saya merasa sangat bahagia bersama-sama dengan istri saya, karena kami tidak menyangka akan diberikan berkat yang begitu luar biasa seperti saat ini." Kata Dito bersamaan dengan gambar-gambar kehamilan Heryani yang direkam oleh andito semasa-masa dari awal kehamilan sampai saat ini.


Semua orang mendengarkan ucapan Dito sambil menatap ke arah layar di belakang kedua orang itu yang memperlihatkan berbagai foto heriyani dan juga foto kedua bayi yang ada di kandungan Heryani dari hasil pemeriksaan USG.


Setelah 8 menit, Dito kemudian berkata, "mungkin sambutannya sampai di sini saja, karena istriku tidak tahan lama-lama untuk duduk terlalu lama ataupun berdiri terlalu lama, jadi saya harap acara hari ini akan berlangsung cepat supaya tidak mempengaruhi kesehatan istri saya. Sekali lagi terima kasih untuk kehadiran dan dukungan dari semua yang ada di sini."


Plok plok plok...


Tepuk tangan meriah kembali menutup sambutan di top sehingga membuat Dito tersenyum pada semua orang.


Pembawa acara kembali naik ke podium, lalu dia kemudian berkata, "benar sekali, karena Nyonya muda ke-6 sedang hamil anak gambar, jadi acara hari ini akan berlangsung cukup singkat. Oleh sebab itu, saat ini kita akan masuk ke acara yang paling ditunggu-tunggu yaitu mengetahui jenis kelamin dari bayi yang ada di kandungan Nyonya mudah ke-6."


Plok plok plok...


Semua orang kembali bertepuk tangan dengan heriyani yang kini berdiri karena dia cukup lelah untuk duduk, lalu perempuan itu bersama dengan suaminya berjalan ke arah sebuah kotak di tengah-tengah yang telah disiapkan untuk mengetahui jenis kelamin bayinya.


"Di dalam kotak ini sudah ada balon yang akan mengetahui jenis kelamin bayinya, yang berwarna merah muda adalah jenis kelamin perempuan sedangkan jika balon yang keluar adalah biru maka jenis kelamin bayi mereka adalah laki-laki. Sementara, kalau balon yang keluar adalah dua warna yaitu merah muda dan biru, artinya bahwa anak kembarnya memiliki jenis kelamin perempuan dan laki-laki!! Semua orang,,, Ayo kita hitung berudu bersama mulai dari 5." Kata pembawa acara bersamaan dengan angka-angka yang tertera di layar dari hitungan 5 sampai 1.


"5! 4! 3! 2! 1!"


Heriani dan Dito secara bersamaan menekan sebuah tombol yang terletak di belakang kotak sehingga membuat kotak terbuka dan balon beserta kertas yang disiapkan dalam kotak langsung meluncur keluar dari kotaknya membuat semua orang sangat terkejut.

__ADS_1


__ADS_2