Istri Idaman Para Suami

Istri Idaman Para Suami
75


__ADS_3

"Aku punya ide, aku punya ide brilian supaya kita bisa pindah ke kediaman utama!!!" Ucap wasti.


"Ide apa yang kau miliki?" Tanya Clarissa.


"Ya, cepat katakan ide mu!" Tanya Kesya.


🌪️🌪️🌪️


"Aku punya ide,, Bagaimana kalau kita merusak rumah ini supaya nanti ketika Kakak datang, dia bisa melihat rumah yang telah rusak dan tidak layak huni, dengan begitu dia bisa mengatakannya pada kakek dan membuat kita bisa pindah ke kediaman utama Sebab mereka pasti tidak akan tega melihat kita tinggal di rumah yang tidak layak huni lagi!!!" Kata wasti.


Wasti yang Mendengarkan itu mengerutkan keningnya dan dia mengingat kejadian Minggu lalu ketika mereka tidak bisa tidur karena atap yang bocor.


Maka perempuan itu dengan cepat menganggukkan kepalanya, "benar!! Kita bisa membuat atap rumah kita rusak sehingga tidak layak dihuni karena kita akan bercerita bahwa rumah selalu bocor. Dengan begitu, Kakak pasti akan merasa prihatin terhadap kita dan berusaha berbicara dengan kakek agar segera membawa kita ke kediaman utama!!!" Kata Keyla.


"Tidak bisa lagi menggunakan atap yang bocor!! Atapnya sudah diganti Minggu lalu setelah ayahmu kembali dari luar kota," setelah Clarissa langsung membuat Kesya menghela nafas.

__ADS_1


"Ahh,, benar sekali, seharusnya Minggu lalu kita kepikiran ide ini dan mengatakannya pada kakak," ucap Kesya merasa kesal bahwa kesempatan mereka telah lewat.


"Mungkin ada ide lain," ucap Wasti.


Setelah wasti berbicara, maka ketiga perempuan itu terdiam dan memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk merusak rumah mereka agar bisa mendapatkan simpati dari Dito.


Setelah beberapa saat terdiam, wasti kemudian berdiri dan dia berkeliling-keliling melihat rumah mereka.


"Apa yang bisa kami lakukan? Atapnya baru saja diganti, jadi tidak Mungkin atapnya kembali rusak," ucap perempuan itu sembari menoleh ke arah kamarnya sendiri lalu berjalan terus ke arah datar.


"Ahh,,, aku punya ide!!!" Seru wasti segera berlari menghampiri kedua orang yang masih duduk di ruang tamu.


"Apa idemu?" Tanya Kesya dengan wajah bersemangat menatap saudara perempuannya.


"Bagaimana kalau kita pura-pura memasak dan membuat kebakaran pada rumah ini? Daripada merusaknya dan masih ada peluang untuk diperbaiki, lebih baik membuat rumah ini tidak bisa lagi dihuni, Dengan begitu kita tidak memiliki tempat tinggal lagi dan kakak pasti akan meminta pada kakek untuk membawa kita masuk ke kediaman utama!!!" Ucap wasti.

__ADS_1


"Ah,, benar!! Itu ide yang bagus," ucap Kesya dengan mata berbinar-binar sembari menoleh ke arah ibunya untuk mendapatkan persetujuan dari perempuan itu.


"Itu memang bagus, tapi kalau terjadi kebakaran, semua barang-barang kita harus terbakar," ucap Clarissa yang tidak tega barang-barang miliknya yang ada di rumah itu harus hangus terbakar oleh api.


Tetapi Kesya yang ada di sana langsung menghampiri Ibunya dan memeluk lengan perempuan itu, "Ibu jangan khawatir, kalau barang-barangnya terbakar, maka kita bisa membelinya lagi. Kakak pasti akan memberikan kita uang, Sebab Dia pasti kasihan terhadap kita, dan terlebih kakek, meski selama ini dia meninggalkan keluarga kita, tetapi dia pasti tidak akan tega melihat kita harus hidup gelandangan di jalan.


"Pikirkan barang-barangnya nanti saja, yang paling penting kita bisa masuk ke dalam kediaman Romania dan mendapatkan tempat tidur yang bagus dan juga fasilitas yang mewah!!!" Ucap Kesya yang sudah tidak sabar bisa tinggal di kediaman utama keluarga Romania supaya dia bisa memperlihatkan pada teman-temannya bahwa Dia benar-benar berasal dari keluarga kaya raya!!


Sebab selama ini, dia tidak pernah berani membawa teman-temannya ke rumahnya karena rumahnya yang begitu jelek dan kumuh, serta berada di belakang kediaman utama keluarga Romania membuatnya sangat malu pada teman-temannya.


Clarissa yang mendengarkan itu memikirkan ucapan putrinya, dan dia memang merasa bahwa meskipun barang-barang mereka hangus terbakar, tetapi putranya dan juga tuan besar keluarga Romania pasti akan membantu mereka.


"Kalau begitu, kita memulai kebakarannya dari dapur saja supaya masih ada waktu untuk menyelamatkan barang-barang kita yang ada di kamar," kata Clarissa langsung membuat kedua putrinya bersorak senang.


"Bagus!!! Kalau begitu, Ayo kita lakukan!!!" Ucap Kesya tanpa menunggu lebih lama lagi segera berlari ke arah dapur.

__ADS_1


__ADS_2