
Setelah selesai sarapan, maka kedua orang itu pun meninggalkan kediaman Romania dengan menaiki taksi masing-masing.
Heriyani pergi ke sebuah tempat yang membuka kursus melukis.
Saat tiba di sana, heriani memperhatikan sekitar tempat itu lalu dia menghampiri rasa resepsionis yang ada di sana sembari berkata, "Aku mau mendaftar untuk kelas kilat melukis Hari ini aku ingin berada di kelas g 15 c."
Sang resepsionis yang mendengarkan itu langsung menatap heriyani dengan rasa khawatirnya, "ah, Kelas itu telah penuh, jadi--"
"Belum penuh, masih ada satu kursi yang kosong, Jadi tolong berikan kursi itu untukku," ucap heriyani menyerahkan kartu kredit milik suaminya yang ia dapatkan dari pria itu.
Resepsionis yang ada di sana mengerutkan keningnya melihat kartu kredit yang ada di meja, hanya kartu kredit biasa yang dimiliki oleh orang-orang yang tidak memiliki kelas sosial yang bagus.
__ADS_1
Sementara itu, kelas yang diminta oleh heriyani untuk ditempati ialah kelas milik sosialita kelas atas. Sangat tidak pantas untuk digabungkan bersama-sama.
Oleh sebab itu, resepsionis itu pun dengan menyesal harus berkata, "maaf sekali, tetapi kelas itu telah penuh, dan tidak ada lagi kursi kosong seperti yang dikatakan oleh nona. Kalau Nona mau belajar melukis, boleh memilih kelas lain. Saya menyarankan Nona memasuki kelas--"
"Ahh,," heriyani menyela ucapan si resepsionis lalu perempuan itu mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto pada sang resepsionis, "Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan ini, tapi apa boleh buat, aku harus menggunakannya," kata perempuan itu langsung membuat sang resepsionis melototkan matanya menatap bahwa foto yang ada di sana ialah foto dirinya.
Bukan hanya foto biasa, tapi itu ialah foto dirinya ketika dia bersama-sama dengan seorang pria yang merupakan suami dari salah satu peserta melukis di kelas g 15 c!
"Hm,, biarkan aku masuk ke kelas itu atau foto ini akan segera sampai di--"
"Baik!!!" Resepsionis di sana langsung mengambil kartu kredit milik heriani lalu dia pun segera memproses Hariyani agar bisa masuk ke kelas yang diinginkan oleh perempuan itu.
__ADS_1
Heriani yang melihat itu hanya tersenyum konyol, 'tidak ada yang bisa didapatkan jika tersambung dengan internet, apalagi nomor ponsel perempuan ini diletakkan di sosial medianya Dasar bodoh!!!' ucap heriyani dalam hati yang sudah mencari tahu tentang tempat itu, bagaimana pekerjaan di sana dan siapa-siapa saja yang bekerja di sana serta waktu orang-orang itu bekerja, sehingga heriani sudah mengetahui perempuan di depannya yang akan bekerja hari ini sehingga dia pun mencari informasi tersembunyi perempuan itu.
Meski harus menggunakan kemampuan it-nya membajak ponsel perempuan itu, namun tidak ada masalah, itu hanya hal kecil baginya.
Setelah mendapatkan kartu aksesnya ke kelas yang diinginkan, maka heriani pun meninggalkan meja resepsionis lalu perempuan itu menaiki lift untuk pergi ke kelasnya sendiri.
Sang resepsionis yang ditinggalkan oleh heriani langsung terjatuh di tempatnya dan perempuan itu menatap ke punggung heryani yang menghilang di pandangannya.
'Dia bahkan langsung pergi menuju kelas itu tanpa bertanya terlebih dahulu, Sepertinya dia sudah mendapat banyak informasi. Tapi,, Apakah dia benar-benar tidak akan menyerahkan fotoku pada perempuan tua itu?' dalam hati yang begitu cemas kalau sampai kedoknya terbongkar.
Meski begitu, resepsionis itu tidak bisa melakukan apapun, apalagi untuk mengejar heriani Sebab Dia harus berjaga di tempat itu selama 8 jam full!!
__ADS_1