Istri Pengganti Sang Duke

Istri Pengganti Sang Duke
Perjanjian


__ADS_3

"Nona Abella," sapa laki-laki itu. Abella mematung, dia menoleh di balik pelindung kepalanya. Abella langsung berbalik dan berlari dia bertambah menutupi kepalanya tidak menoleh ke belakang. Tanpa dia sadari pedagang itu memanggilnya, ingin mengembalikan sisa uangnya.


Laki-laki itu pun terus menerobos orang. Dia tidak akan membiarkan Abella pergi begitu saja. Karena dirinyalah, dia harus berpisah dengan orang yang di cintainya. Sampai di sebuah gang sempit.laki-laki itu meneriaki Abella.


"Nona Abella, tunggu. Karena dirimu aku harus berpisah dengan calon istri ku."


Deg


Abella menghentikan langkah kakinya. Dia menoleh, bibirnya gemetar.


Laki-laki itu pun melangkahkan kakinya, dia menarik lengan Abella agar ikut dengannya.


"Lepas," teriak Abella meronta-ronta hingga keranjang buah itu jatuh ke tanah.


Marquess Ramon menggertakkan giginya, di matanya seperti bara api yang akan menghanguskan tubuhnya.


"Diam, ini semua gara-gara kau yang sudah membuat ku menjauh darinya. Sekarang ikut aku, dan kamu harus membuat Viola ku pergi dari kediaman itu." Bentaknya.

__ADS_1


"Aku tidak mau, biarkan Viola bahagia. Dia berhak bahagia."


Marquess pun menghempaskan tanganya, "Apa nona pikir kepergian nona dia akan bahagia. Justru yang di abaikan disini adalah Viola."


"Tidak mungkin, Viola sangat mencintainya."


Tangan Marquess mengepal, dia ingin menggempar mulutnya itu. Namun dirinya seorang laki-laki tidak mungkin menyakiti perempuan. Dia masih memiliki martabat sebagai seorang laki-laki. Tidak akan menghukum wanita di luar batas kesalahannya.


"Hah, tidak mungkin nona Viola mencintainya."


"Kami sudah berjanji akan menikah, tapi karena mu.." Marquess menjeda. Hubungannya sangat rumit. Dia mengingat di mana Viola datang menemuinya tepat hari ulang tahunnya. Saat itu mereka sudah memiliki janji untuk bertemu di sebuah taman, namun bukan kebahagiaan yang dia dapat. Viola justru memutuskan hubungannya.


"Menyukai bukan berarti mencintai, apa kamu tidak bisa membedakannya. Mana jantung dan mana hati." Ujar Marquess sinis. "Seharusnya kamu memikirkan kehidupan nona Viola yang penuh dengan kesedihan. Selama dia menikah, dia tidak pernah di hargai oleh Duke Cristin."


"Tidak mungkin," kilah Abella. Duke Cristin sangat menyayangi Viola. Dia menganggapnya sebagai adiknya sendiri. Bahkan semenjak Duke Cristin perhatian pada Viola. Dia sudah merasakan kecemburuan di hatinya. Benar, Duke Cristin memang baik padanya, tetapi melihat perhatiannya pada Viola melebihi perhatiannya pada dirinya.


"Sebenarnya apa kesimpulan mu hingga kamu mengira nona Viola mencintai Duke Cristin."

__ADS_1


"Aku melihatnya berpelukan, dan aku mengira dia mencintai Yang Mulia Duke."


Marquess Ramon mencemoh, sesempit itu kah pikiran wanita di depannya.


"Sekarang ikutlah dengan ku. Jelaskan semua kesalahpahaman ini. Aku ingin Viola ku kembali pada ku. Sesuai dengan janji kita menikah."


"Bagaimana jika mereka saling mencintai."


"Heh, itu mungkin bagi Yang Mulia Duke Cristin tetapi tidak untuk Viola ku. Dia tidak mungkin mencintai Duke Cristin. Bahkan saat dia berbisnis, hanya aku yang di mintai untuk membantunya. Tidak mungkin perasaan itu tumbuh dalam sekejap. Viola ku."


"Kita buktikan, jika memang Yang Mulia Duke Cristin tidak mencintai Adik ku. Aku akan kembali padanya, tetapi jika dia mencintai Yang Mulia Duke Cristin. Maka aku akan menyerah, termasuk dirimu. Dan perlu anda ingat, seandainya Yang Mulia Duke Cristin mencintai Adik ku. Dia berhak untuk memperjuangkannya. ka tuan Marquess menghalanginya. Akulah yang menjadi bentengnya. Aku sudah mengorbankan kebahagian ku."


"Baik, dan juga jika Yang Mulia Duke Cristin masih mencintai mu. Jangan menghentikan nona Viola untuk pergi."


Marquess pun memutar badannya, dia menghentikan langkah kakinya. "Aku tunggu kedatangan mu di kediaman Yang Mulia Duke '?Cristin."


Viola menunduk, dia menitikkan air matanya dan memilih pergi. Sepanjang perjalanan hanya tangisan yang menyertainya. Bukan maksudnya membuat Viola menderita, tapi justru dia ingin membahagiakan Viola dengan menikahkan mereka. Dia yakin Duke Cristin akan menjaga Viola dan tidak akan menyakitinya.

__ADS_1


__ADS_2