Istri Pengganti Sang Duke

Istri Pengganti Sang Duke
Baroness Lilliana


__ADS_3

Viola merendamkan badannya dengan air hangat. Tubuhnya terkuras habis, jangan tanyakan pingganggnya, seolah pinggangnya tidak memiliki tulang lagi. Seluruh tubuhnya benar-benar letih, perutnya keroncongan menahan lapar. Dan ia tidak sadar, kini matahari sudah berada di atas kepala. Ia melakukannya hingga siang hari.


Dia tak habis pikir, Duke Cristin benar ganas. Kali ini Duke Cristin yang sangat aktif menjamah tubuhnya. Sehingga ia masih terlelap tidur.


Cukup sekali tubuhnya berendam, ia bangun dari bathub itu, meraih jubah mandinya. Lalu keluar dengan rambut basah dan mengusapnya dengan handuk.


Viola melangkah ke arah ranjang, ia melihat Duke Cristin tidak terusik sama sekali. Rasa nyaman berada di dekatnya membuatnya tak ingin jauh. Ia duduk di tepi ranjangnya, mengusap lembut kepalanya.


"Yang Mulia," ujar Viola dengan lembut. Ia mencoel pipi Duke Cristin dengan gemas. Lalu menciumnya.


Viola berdiri, ia mengambil gaun berwarna merah di lemarinya. Tanpa polesan make up dan rambut basah, ia keluar dari kamarnya menuju ke dapur. Ia tidak bisa menahan rasa laparnya lagi, setelah selesai membuat nasi goreng baru dia akan membangunkan suaminya itu. Dengan rasa encok di pinggangnya, ia tetap menjalankan kewajiban seorang istri, mengurus suaminya itu.


Dengan bumbu yang sudah ada di dapur, serta nasi yang sudah di siapkan oleh pelayannya. Ia meminta sang pelayan untuk tidak ikut campur dan meninggalkannya di dapur. Para pelayan pun menuruti permintaan Viola walaupun mereka sudah bersikeras membantu Viola dan pada akhirnya mereka hanya diam berdiri dengan berbaris yang tidak cukup jauh. Hanya satu pelayan yang membantu Viola.

__ADS_1


Harum aroma bumbu yang Viola aduk, membuat semua pelayan menelan ludahnya. Ingin sekali dia mencicipi lebih dulu. Melihat salah satu pelayan yang membantu Viola dan mencicipinya. Hati mereka meronta-ronta tidak terima.


Dengan sombongnya pelayan itu mengunyah nasi goreng buatan sang majikan seraya melirik memainkan mulutnya. Rasa kesal di hati para pelayan membuatnya ingin meremas mulut monyongnya itu.


"Bawa ke kamar ku, dan kalian boleh memakan nasi goreng ini." Ujar Viola kepada lima pelayan yang berdiri dan ketua pelayan.


Viola menuju ke kamarnya serta di ikuti oleh salah satu pelayan yang membawa nampan. Pelayan itu pun menaruh nampan yang berisi dua piring nasi goreng dan dua gelas air. Pelayan itu menaruh di atas meja kecil yang berada di samping ranjang Viola kemudian memberikan hormat dan berlalu pergi.


Viola duduk di tepi ranjangnya, lalu menarik hidung Duke Cristin. "Sayang."


Duke Cristin memeluk Viola, ia menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher Viola. "Sayang." Viola mencium kepala Duke Cristin. "Bau asem." Ejek Viola.


Duke Cristin melepaskan pelukannya, ia mencium kedua ketiaknya, hingga Viola tertawa. "Bercanda sayang, ayo makan." Ujar Viola mencubit hidungnya.

__ADS_1


"Kamu berani sekali menggoda ku." Ujar Duke Cristin.


"Ya, sudah makan siang dulu. Aku sudah buat nasi goreng." Ujar Viola seraya mengambil sepiring nasi goreng di depannya.


"Suapi sayang, kamu sudah makan," tanya Duke Cristin.


"Itu punya ku," Ujar Viola melirik ke arah piring satunya.


"Huh, kita makan sepiring berdua." Tutut Duke Cristin. Ia mengambil alih sendok di tangan Viola kemudian mengambil nasi goreng itu, lalu menyuapi Viola.


"Enak," Ujar Viola. Ia mengambil sendok di piring satunya. Kemudian menyuapi Duke Cristin. Kedua orang itu pun sambil menyuapi di iringi kekehan kecil. Kadang hal kecil membuat keharmonisan sebuah keluarga menjadi lebih bermakna. Duke Cristin berjanji. Dia akan menjaga istri kecilnya, senyumannya yang menjadi penghias hidupnya di dunia ini. Ia berdoa, semoga suatu hari nanti ia lebih dulu mati daripada Viola. Berharap, kematiannya nanti yang telah tiba waktunya. Ia mati dalam dekapan dan cinta dari sang istri, Alana.


"Duchess, maaf mengganggu. Baroness Lilliana datang berkunjung."

__ADS_1


Viola dan Duke Cristin saling menatap dengan keterkejutannya. "Jangan takut, selama ada aku tidak akan ada yang menyakiti mu. Tunggu aku selesai mandi, kita turun ke bawah bersama-sama." Ujar Duke Cristin. Ia langsung bergegas mandi untuk menemui mertuanya itu.


__ADS_2