Istri Pengganti Sang Duke

Istri Pengganti Sang Duke
Harapan Abella pada Duke Cristin


__ADS_3

"Berarti aku masih memiliki harapan jika dia memang bukan Viola. Aku tidak perlu mengasihinya. Lagi pula dia hanya numpang di tubuh adik ku." Ujar Abella tersenyum, "Aku yakin, Yang Mulia Duke akan menceraikannya. Besok aku harus menemuinya." Sambungnya lagi.


Saat mendengarkan penjelasan Ferland, sebenarnya dia sedih, namun terselip rasa bahagia di hatinya setelah mendengarkan Viola bukanlah Viola yang asli. Sebaik mungkin ia harus bisa membuat Duke Cristin kembali ke dalam pelukannya.


Abella membaringkan tubuhnya, senyuman itu tak pernah hilang dari wajahnya sampai mata itu terpenjam.


Ke esokan harinya.


Abella bangun sangat pagi sekali, ia menyiapkan berbagai macam kue kesukaan Duke Cristin dengan tangannya sendiri. Setelah dia keluar dari rumahnya, ia belajar memasak sendiri dan membuat kue kesukaan Duke Cristin. Serta menyisakannya untuk kedua orang tuanya.i


Keranjang kue itu pun berisi penuh, ia berjalan ke halaman depan di ikuti salah satu pelayan. Sesampainya di kediaman Duke Cristin. Ia turun dari keretanya lalu masuk ke dalam kediaman megah itu.


"Nona," ujar salah satu pelayan memberikan hormat.


"Dimana Yang Mulia?" tanya Abella.


Pelayan itu menunduk sedih. "Yang Mulia mengurung diri Nona dan nyonya belum kembali." Ujarnya.


"Aku akan menemuinya, dan ini kue untuk Yang Mulia. Kamu taruh kue ini di piring setelah itu antarkan ke lantai atas." Abella menuju ke lantai atas dengan wajah bahagia. Ia mengetuk pintu kamar Duke Cristin, namun tidak ada sahutan. Dengan bangganya ia memutar handle pintu itu.

__ADS_1


"Yang Mulia." Panggilnya melihat ruangan itu tidak ada cahaya sedikit pun.


"Aku sudah bilang tidak ingin di ganggu." Bentak Duke Cristin.


Meskipun takut, Abella tetap mencari suara itu. Dan kakinya langsung menuju ke arah sisi ranjang. "Yang Mulia." Ujar Abella. Ia langsung memeluk Duke Cristin yang masih tak berdaya itu. "Jangan seperti ini Yang Mulia." Ujar Abella menangis. Ia tidak tega melihat keadaan Duke Cristin.


"Aku kehilangannya." Ujar Duke Cristin menangis di pelukan Abella.


"Semuanya sudah terjadi Yang Mulia. Biarkan adik tenang di sana." Ujar Abella tersenyum seraya mengelus pipi Duke Cristin.


"Yang Mulia harus hidup dengan baik demi Viola." Ujarnya seraya menangis tersedu-sedu. Ia memeluk Duke Cristin begitu erat, dan berharap semoga Duke Cristin tidak lagi bersedih.


"Yang Mulia ijinkan saya menemui Yang Mulia." Ucap Abella dengan tatapan hangat. Duke Cristin diam, ia tidak mengerti maksud Abella.


"Biarkan saya menemani Yang Mulia. Menjadi teman Yang Mulia."


Ekhem


Seketika kedua orang itu menoleh. "Viola." Ucap mereka serempak.

__ADS_1


"Maaf mengganggu waktunya, aku datang ke sini hanya ijin mengambil sesuatu." Ujar Viola dengan senyum terpaksa. Ada rasa aneh di hatinya saat melihat kedua mantan itu.


Viola langsung pergi, meninggalkan kedua orang itu yang masih mematung.


"Viola," panggil Duke Cristin melihat Viola yang mulai menjauh. Viola menuju ke kamarnya, ia mencari sebuah kotak hasil dari penjualan di Restaurannya itu.


Viola membungkus kotak itu dengar kain berwarna merah. "Viola, kamu mau kemana?" tanya Duke Cristin menggenggam tangan kanan Viola.


"Aku harus pergi, tempat ku bukan di sini. Aku bukan Viola mu." Viola kembali mengikat kotak kecil itu dari ujung ke ujung lainnya. Hingga ikatan itu menjadi dua bagian yang tersusun rapi.


"Kamu memang Viola berbeda, tapi tubuh mu tetap Viola ku. Jangan pernah mencari alasan untuk kabur dari sini."


"Tubuh ini memang sama tapi jiwa kita berbeda."


"Jangan mencari alasan untuk kabur Viola. Aku tidak peduli, kamu Viola ku atau tidak yang jelas kamu adalah istri ku." Ujar Duke Cristin dengan amarah. Ia merasa kesal saat Viola mengatakan akan pergi darinya, ada rasa sakit di ulu hatinya.


"Biarkan saja Yang Mulia. Dia bukan Viola kita." Timpal Abella dengan wajah tak suka.


"Benar apa yang di katakan Abella." Sanggah Viola.

__ADS_1


"Tinggallah di sini untuk beberapa hari Viola. Aku ingin lebih lama melihat Viola, meskipun kamu Viola yang berbeda. Setelah ini terserah apa mau mu, aku akan menurutinya." Ujar Duke Cristin dengan lembut, lalu bergegas pergi.


Abella melihat sekilas kemudian menyusul Duke Cristin.


__ADS_2