Istri Pengganti Sang Duke

Istri Pengganti Sang Duke
Kepahitan Malam Pertama


__ADS_3

Flasback


Hanya keheningan yang berada di ruangan itu. Ke empat orang itu harus berfikir jernih. Tidak mungkin mereka membatalkan acara pernikahan yang akan di laksanakan besok pagi. Bagaimana mereka bisa menanggung malu, keluarga bangsawan Duke Arland putrinya melarikan diri dari pernikahannya.


"Hanya ada satu caranya agar kita tidak menanggung malu." Ujar Duke Arland.


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Duchess Eliana, matanya sembab. Dia tidak bisa menahan tangisannya. Seluruh kesatria sedang mencari putrinya, namun hasilnya tidak ada.


"Viola harus menggantikan Abella untuk sementara." Ujar Duke Arland. Seketika ruangan itu kembali menegang. Ketiga orang itu tidak percaya kalimat yang di keluarkan oleh Duke Arland.


"Tidak, Vio bukan wanita taruhan. Apa yang Duke lakukan? Viola putri mu. Lebih baik kita menanggung malu dari pada harus Viola yang terjerat ke dalam pernikahan ini." Ujar Duchess Eliana menatap tajam ke arah Duke.


"Kita tidak memiliki pilihan lagi. Apa susahnya dia menggantikan posisi Kakaknya untuk sementara waktu. Setelah Abella di temukan, dia akan bercerai dengan Yang Mulia Duke." Keukeh Duke Arland.


"Tidak, tetap tidak. Dia putri mu, Viola sudah memiliki Marquess, dia tidak akan mau menggantikan Kakaknya. Tolong pikirkan perasaannya." Lirih Duchess Eliana dengan memohon.


"Dia akan tau rasa berterimakasih jika dia melakukan ini. Lagi pula dia putri yang tak pernah aku harapkan. Jika bukan kamu yang memintanya, aku tidak akan melakukannya dengan wanita itu."


Duchess Eliana terkesiap, dia tidak mau semua orang tau permasalahan keluarganya termasuk Duke Cristin yang diam sejak tadi.


"Benar Ayah, bagaimana jika dia kelewat batas dan merayu Yang Mulia Duke." Timpal Ferland. Otaknya mendidih mengingat Viola yang tersenyum sok polos dan lugu di depannya. Seperti tubuh Viola terdapat ulat yang sangat menjijikkan baginya.


"Dia tidak akan berani selama kita mengancamnya."

__ADS_1


"Aku tidak setuju." Ujar Duke Cristin. Dia memang menaruh hati pada Viola tapi bukan ini caranya. Jika dia ingin menikah dengan Viola maka dia akan melakukan dengan akal sehatnya. Dia tidak ingin memisahkan Viola dari Marquess. Dia sadar diri, Viola tidak akan bahagia. Dia hanya berharap bisa bertemu dengan Abella semua hanyalah sebuah kesalahpahaman saja.


"Dia berhak bahagia. Pernikahan ini bukan main-main." Sambungnya lagi.


Meskipun aku terikat janji pada Ibu ku, bukan berarti aku akan menghapus perasaan itu.


"Tidak ada cara lain Duke. Kita harus membuat keputusan secepatnya. Jangan khawatir aku akan menjelaskannya pada Abella. Lagi pula gara-gara dia Abella pergi." Ujar Duke Arland mengingat surat itu.


"Ini hanya kesalahpahaman, kami tidak ada hubungan apa-apa dengan nona Viola." Ujarnya menghela nafas.


"Aku akan tetap menolak pernikahan ini."


"Tolong ini hanya sementara, pikirkan keluargamu. Keluarga yang di rintis dari awal oleh Ayah mu."


Perkataan Duke Arland membuat Duke Cristin kalah telak. Dia memang tidak ingin menjatuhkan nama Duke, tatapi ini keputusan yang sangat sulit untuknya.


Dan hari yang di tunggu-tunggu itu pun tiba. Pernikahan yang seharusnya Abella kini di gantikan oleh Viola. Gadis itu terus menunduk tidak mengangkat wajahnya. Terlihat sangat jelas wajahnya menyimpan kesedihan yang mendalam. Entah cara apa Duke Arland meyakinkan gadis kecil itu hingga mau menikah dengannya.


Ucapan janji pernikahan itu pun terjadi. Kedua orang yang hanya mencintai sepihak tidak akan membuat rumah tangga bertahan. Duke Cristin pun sadar dia tidak akan memaksa Viola mencintainya. Hidup bersama Viola saja dalam satu atap membuatnya sudah bahagia. Dia berjanji akan membuat Viola mencintainya. Sejenak dia melupakan janji pada mendiang Ibunya.


Pada malam harinya. Duke Cristin masuk ke dalam kamar itu. Harapannya hanya tidur bersama tidak akan melakukan apa pun yang tidak di sukai oleh Viola. Dia akan menjaga Viola dengan penuh kasih sayang.


Duke Cristin melihat seorang gadis yang duduk di tepi ranjang. Dia mendekati gadis yang menunduk itu.

__ADS_1


"Duchess." Sapanya dengan lembut.


Wanita itu pun mendonggakkan wajahnya. Matanya memerah, mungkin dia menangis seharian. Bahkan mata itu yang awalnya polos justru berubah menjadi sebuah kebencian.


"Apa mau Yang Mulia Duke?" tanya Viola berdiri. Hati wanita mana yang sakit ketika kekasihnya sedang dalam keadaan berbahaya.


"Duchess ada apa?" tanya Duke Cristin yang masih bingung.


"Kenapa Yang Mulia Duke melakukannya? kenapa harus melibatkan Marquees? apa Yang Mulia Duke tidak puas membuat ku menderita? apa Yang Mulia Duke tau, aku sangat membenci pernikahan ini."


"Apa yang kamu katakan aku tidak mengerti?" tanya Duke Cristin.


"Heh, hanya demi membuat nama keluarga mu baik. Kamu bersekongkol dengan Ayah, mengancam Marquess. Aku menggantikan kakak ku, hanya ingin Marquess Ramon lepas dari kejahatan kalian."


"Jadi kamu menikah dengan ku hanya demi laki-laki itu bukan demi kakak mu,"


"Iya,"


Duke Cristin merapatkan giginya, mulutnya bergetar. Tangannya mengepal, telinganya panas dadanya terasa terbakar. Bahkan aliran darahnya berhenti dalam sekejap.


"Aku tidak pernah melakukan hal kotor seperti itu."


Duke Cristin pun keluar dengan amarah yang sudah meledak. Dia tidak habis pikir dengan Viola yang berfikiran buruk tentangnya. Semenjak itu dia menekan perasaannya sekuat-kuatnya. Namun sikap Viola yang mengabaikanya berubah. Entah karena apa? dia tidak tau perubahan itu. Hatinya memang senang melihat Viola yang sudah menghargainya sebagai seorang suami. Jika dulu dia menunduk dan diam saja. Tetapi sekarang dia justru menatapnya dan tersenyum. Viola sadar apa yang di lakukannya selama ini salah. Setidaknya dia menghargai Duke Cristin dengan menebus kesalahan di malam pertamanya itu. Menjadi teman baiknya.

__ADS_1


Namun tidak dengan Duke Cristin. Perubahan Viola membuatnya justru bertambah sakit. Dia merasa Viola melakukan semua itu demi Marquess saja. Dia tidak ingin terlarut dalam kebaikan Viola dan pada suatu saat nanti Viola justru meninggalkannya, tak ingin terjatuh kedua kalinya sehingga dia memutuskan membuat Viola membencinya.


__ADS_2