
Baroness Lilliana mengambil alih piring Viola, ia mengolesi keju ke dalam roti itu. Kemudian memberikannya pada Viola.
"Yang Mulia menyukai slai yang mana?" tanya Baroness Lilliana. Duke Arland diam sejenak sudah lama dia tidak memakan roti di lapisi dengan keju dan cokelat. Semenjak ia menjadi suami Duchess Eliana dia hanya menyukai slai berwarna merah itu.
"Aku ingin slai keju." Ujarnya.
Punya tangan, punya kaki tidak bisa mengambil sendiri gerutu Viola memakan rotinya yang melirik ke arah Duke Arland.
"Tumben sekali tidak meminta selai strowbery, biasanya kan sangat menyukainya. Apa karena berada di rumah Ibu harus merubah kebiasaan lamanya." Sindir Viola.
"Vio, jangan memulainya." Nasehat Baroness Lilliana.
"Maaf Vio, dari dulu Ayah memang menyukai keju tapi ... "
"Sudahlah Yang Mulia jangan mendengarkan Viola. Dia memang seperti itu." Potong Baroness Lilliana merasa tidak enak hati.
__ADS_1
"Duchess apa kamu tidak akan membantu ku melapisi roti ini?" Duke Cristin melihat ke arah piringnya yang masih belum di lapisi oleh selai.
"Apa gunanya tangan?" sindir Viola.
Langsung saja Duke Cristin terdiam, sindiran keras Viola membuatnya mengambil selai sendiri. Ia akan berusaha keras membuat hati batu itu melembut sedikit demi sedikit seperti dulu.
Baroness Lilliana pun merasa iba. Bukan keinginan Duke Cristin yang berbuat seperti itu. Sepertinya dia harus berbicara dengan Viola.
"Viola, kamu ikut Ibu. Ada sesuatu yang ingin Ibu bicarakan." Ujar Baroness Lilliana yang telah selesai memakan sarapannya. Sementara Duke Cristin dan Duke Arland memilih tak ikut campur, mereka memilih akan mengobrol berdua saja.
Viola pun mengikuti Baroness Lilliana, lalu mereka berdiri di balkom atas dengan posisi berhadapan. "Vio, apa kamu masih mencintai Duke?" tanya Baroness Lilliana serius. Jika memang hati Viola sudah tak menginginkan pernikahan lagi. Sebaiknya tidak ada jalan keluar kecuali berpisah.
"Kenapa Ibu menanyakannya? aku tidak tau." Ujar Viola jujur.
"Apa kamu pernah menyakitinya Vio?" Sekali lagi dia mengintrogasi Viola. Dia tidak ingin Viola hanya melihat kesalahan Duke Cristin saja, dia hanya ingin Viola juga melihat kesalahannya. Jika dia memang memiliki salah di masa lalu.
__ADS_1
Viola mengingat kembali kenangan satu per satu dari ingatan sebelumnya. "Aku pernah menolaknya di malam pertama." Cicit Viola.
"Itu lah kesalahan mu, kamu merasa Duke Cristin mau menikahi mu. Tetapi kondisi itu yang mendesaknya untuk menikahi mu. Kamu tau sendiri, Duke Cristin orang yang sangat lembut bahkan terhadap mu. Coba kamu mengingat kenangan itu lagi. Seharusnya kamu tidak menolaknya. Dia suami mu, dia berhak atas tubuh mu. Walaupun seorang wanita tidak mencintai suaminya. Tetapi karena dia sudah menyandang status istri. Dia berhak dan sangat berhak. Setidaknya kamu menghormati suami mu selama dia baik. Jika dia tidak baik, kewajiban mu yang menuntunnya."
"Apa gunanya Ibu bertahan di kediaman Duke Arland. Karena Ibu berharap suatu saat nanti Yang Mulia Duke menyadari perasaan Ibu. Tetapi hati Ibu yang sangat sakit, saat dia mengabaikan mu."
"Dan sekarang doa ibu terkabulkan. Dia menyayangi mu seperti Abella dan Ferland."
"Pikirkan baik-baik. Alangkah baiknya jika kamu tidak bisa mempertahankannya, lepaskan dia. Beri dia penjelasan yang jelas."
"Lalu bagaimana dengan Ibu? apa Ibu mau di duakan? aku tidak mau melihat Ibu merasakan sakit." Air mata itu pun runtuh, ia tidak bisa membayangkan betapa sakit hati ibunya. Bagaimana bisa takdir mempermainkan dirinya bersama ibunya. Takdir macam apa ini? mungkinkan akan ada pelangi setelah ada hujan yang sering membasahi perjalanan hidupnya.
"Ibu sudah memutuskannya, Ibu tidak bisa lagi mempertahankan pernikahan kita. Anggap saja, ini terakhir Ayah mu di sini dan untuk Duke Cristin dia sudah berubah, dia memang menyukai mu sejak kecil, tetapi Ibu yang memisahkan kalian. Maafkan ibu, waktu itu ibu hanya memikirkan perasaan mu." Ujar Baroness Lilliana meninggalkan Vila yang menggigit bibir bawahnya.
Baroness Lillian turun dari lantai atas dengan wajah menunduk. Sesampainya di bawah tangga. Sebuah suara menyadarkannya.
__ADS_1
"Baroness Lilliana."
"Ferland,"