Istri Pengganti Sang Duke

Istri Pengganti Sang Duke
Berpura-pura


__ADS_3

"Kamu lihat kan, betapa Ibu dan Ayah lebih menyayangi dia dari pada aku." Ujar Abella seraya mengusap wajahnya, ia tau Lusia akan menyusulnya.


"Nona." Lusia memegang bahu Abella.


Abella menghapus kembali air matanya, lalu memutar tubuhnya. "Apa yang harus aku lakukan? bahkan Yang Mulia Duke tidak mempercayai ku. Bahwa adik ku sangat licik." Ujarnya meyakinkan Lusia.


Abella memeluk Lusia ia menangis di pelukannya. Sejenak ia tersenyum, kemudian melanjutkan kisah tangisnya itu.


"Aku akan membantu, nona. Dengan cara apa aku bisa membantu nona?" tanya Lusia. Ia merasa sakit hati atas perbuatan adik Abella. Wanita di depannya rela kabur di hari pernikahannya hanya demi sang adik. Lalu adiknya menghasut semua orang agar membenci Abella. Wanita yang sudah di anggap keluarga baginya.


"Aku ingin kamu memisahkan Yang Mulia Duke dengan Viola. Setidaknya kamu harus merayu Duke Cristin atau meyakinkan dirinya. Jika aku lah yang paling baik dari pada Viola, istrinya. Dia harus sadar. Tetapi sebelum itu, aku ingin bertemu dengan Tuan Marquess, kekasih lama Viola. Bahkan mereka masih memiliki hubungan khusus."


"Astagah ! aku tidak menyangka dia perempuan sekeji itu. Seharusnya dia sebagai seorang wanita menghargai suaminya."

__ADS_1


"Kamu tau, kadang dia membuat Duke Cristin menjadi seorang budak. Aku tidak tau, sihir apa yang dia gunakan."


Lusia menutup kedua mulutnya, ingin sekali dia menjambak rambutnya dan menjadikannya seperti anjing. "Kita harus secepatnya bergerak. Sebelum Yang Mulia Duke Cristin lebih tergila-gila. Kita harus menyadarkannya."


"Itulah yang aku maksud, malam ini kita harus menemui Marquess. Aku sudah memberikan surat padanya." Ujar Abella.


Sementara di sisi lain.


"Sayang, kamu sudah siap."


"Iya ayo, aku sudah siap !" Duke Cristin menggandeng lengan Viola.


Mereka menaiki kereta Kediaman Duke. Baru kali ini ia menaiki kereta kediaman Duke bersama dengan suminya. Kereta yang lumayan luas dan megah tidak ada duanya. Selama ia menikah, Duke Cristin telah menyediakan kereta yang megah, khusus untuk dirinya jika ingin bepergian, menghadiri perjamuan atau pesta. Tetapi Viola yang dulu, bahkan tidak sudi bersama dengan Duke Cristin, seakan membencinya dengan sangat jijik.

__ADS_1


Viola melihat ke arah Duke Cristin. Ia merasa kasihan terhadapnya yang selalu menerima penolakan dari Viola. Setelah Duke Cristin berubah menjadi pribadi yang kejam untuknya, baru Viola menyadari. Jika dirinya telah jatuh ke dalam pesona Duke Cristin.


"Yang Mulia."


"Iya,"


"Benarkah Yang Mulia mencintai ku sebagai Alana? atau karena aku hanya berada dalam tubuh Viola." Ujar Viola.


"Aku mencintai mu sebagai dirimu, seandainya kamu bisa membuat ku melihat wujud asli mu betapa bahagianya aku. Akan tetapi sekarang semua tidak penting, aku butuh kenyamanan dan kehangatan dari dirimu." Ucap Duke Cristin tersenyum "Kamu sangat penting bagi ku, Alana. Bukan karena kamu Viola. Selama ini kamulah yang memberikan cinta, menyadarkan diri ku. Kamu memberikannya dalam wujud sebagai Viola. Seandainya kamu tidak mengatakannya, pasti aku akan membuat mu sakit hati. Karena selalu menyebut Viola."


"Apa Yang Mulia rasakan saat aku mengatakan kejujurannya?"


"Awalanya aku sedih, sedih karena Viola meninggalkan ku, tapi aku sadar selama ini kamulah yang berada di sisi ku. Perubahan sikap dam sifat mu, membuat ku semakin tertarik. Seandainya kamu Viola, mungkin aku sudah bercerai. Kamu tau sendiri, aku sakit hati dengan perkataan Viola. Jika dia tidak mencintai ku, seharusnya dia menghargai ku. Meminta ku menceraikannya secara baik-baik." Lirih Duke Cristin.

__ADS_1


__ADS_2