
"Sayang," Baroness Lilliana menghentikan langkahnya. Perlahan ia mundur, tidak berani membangunkan kedua sejoli yang tidur saling berpelukan itu. Ia menutup pintu itu dengan hati-hati.
"Hampir saja aku membangunkan mereka." Ujar Baroness Lilliana sambil mengelus dadanya.
"Nyonya, di bawah ada Yang Mulia Duke, Duchess Eliana dan tuan Ferland." Tutur salah satu pelayan dan membungkuk hormat.
Baroness Lilliana pun turun, ia melihat Duke Arland, Duchess Eliana dan Ferland sedang duduk. Sementara Duke Arland langsung berdiri, menghampirinya dan memeluknya.
"Lilli," Duke Arland melepaskan pelukannya. Ia begitu kecewa, wanita di depannya tidak menyambut pelukannya.
"Ada apa Yang Mulia Duke dan Duchess datang kesini?" tanya Baroness Lilliana datar.
"Aku ingin menemui Duchess dan juga dirimu."
Hemp
Baroness Lilliana melangkah ke arah sofa itu. Ia duduk di depan Duchess Eliana dan Ferland di ikuti Duke Arland.
"Duchess sudah sadar, hanya saja mereka sedang beristirahat." Sahut Baroness Lilliana.
"Emm, bisakah kamu kembali ke kediaman Duke. Kami sudah menghukum Abella dengan mengasingkannya ke desa Harpes." Sanggah Duchess Eliana.
"Begitu ya, tapi aku harus kembali ke kediaman Baroness. Aku tidak mungkin tinggal di kediaman Duke untuk waktu yang lama."
"Begini saja, aku tidak akan melarang mu tinggal di kediaman Baron asalkan kamu tinggal di kediaman Duke. Aku tidak akan mengekang mu." Duke Arland terus berusaha meyakinkan wanita di depannya. Cukup sekali ia kehilangan tidak yang kedua kalinya.
"Benar ibu, aku ingin tinggal bersama."
Deg
Hatinya tersentuh, baru kali ini ia melihat dan mendengarkan Ferland memanggilnya ibu dengan wajah memelas. "Aku mohon ibu,"
"Lilliana, pikirkan Ferland. Dia juga menginginkan mu. Sama halnya dengan Duchess aku yakin dia juga menginginkan kita bersama."
Duke Arland duduk berjongkok di depan Baroness Lilliana. Ia menatap dengan air mata yang menggenang. "Aku mohon Lilli, kembalilah kita mulai dari awal."
huk
huk
huk
"Tolong pikirkan Lilli, di saat aku sakit begini, aku ingin di rawat oleh mu."
__ADS_1
"Benar ibu, alangkah baiknya kita memulainya dari awal." Ujar Viola berhenti di salah satu anak tangga dengan di dampingi Duke Cristin yang memapah tubuhnya. Kedua orang itu mendengarkan semua percakapan ke empat orang yang sedang serius.
"Duchess,"
"Sayang, kamu baru pulih kenapa harus turun?" Baroness Lilliana membantu memapahnya tubuhnya menuju sofa.
"Aku lelah berbaring terus." Ujar Viola seraya duduk di sofa itu.
"Bagaimana keadaan mu, Duchess?
"Aku sudah pulih, bagaimana keadaan Abella. Aku ingat kejadian itu, sebenarnya aku menyesal telah menamparnya." Ujar Viola dengan jujur. Memang ada rasa penyesalan di hatinya. Ia juga bersalah hadir di kehidupan Duke Cristin.
"Sayang, ini bukan salah mu." Duke Cristin menggenggam tangannya dengan erat.
"Benar, semuanya bukan salah mu. Kami sudah menghukumnya dengan mengasingkannya ke desa Harpes. Aku berharap semoga hukuman itu membuatnya sadar." Timpal Ferland tersenyum. Ia senang, Viola tidak memakinya dan mau menerimanya serta keluarganya. Bagaimana pun juga, ia sudah sangat dan sangat menyayangi Viola sebagai saudaranya.
"Lalu bagaimana dengan Lusia?"
"Aku sudah memberikannya penginapan di kota sebagai rasa bentuk terima kasih ku karena sebelumnya dia sudah mau menampung Abella. Biarkan saja dia menjalani kehidupannya kita tidak perlu mencampurinya lagi." Ujar Duke Arland.
"Mari kita semuanya memulai dari awal, menjadi keluarga yang harmonis dan saling memaafkan. Lupakan masa lalu dan menyambut masa depan dengan membuka lembaran baru." Ujar Viola tersenyum hangat.
Dua tahun kemudian.
Selama Duchess Eliana sakit, Baroness Lilliana lah yang merawatnya bersama Duke Arland. Terkadang ia menyuruh Duke Arland tidur di kamar Duchess Eliana untuk menjaganya. Kadang ia pula berjaga bergantian untuk menjaga Duchess Eliana. Duke Arland pun sekarang sudah berubah. Semenjak kehadiran Lilliana ia lebih murah tersenyum dan banyak mengucapkan terima kasih walaupun hanya tak seberapa. Dari dulu, Duke Arland hanya mengucapkan terima kasih pada orang penting saja, seelebihnya tidak.
Sedangkan Abella, ia kembali meminta di asingkan saat Duchess Lilliana memintanya untuk menetap di kediaman Duke. Kini ia juga menyesali perbuatannya dan akan menjadi Abella yang dulu sesuai permintaan ibunya dan juga dirinya yang ingin menatap hidup baru dengan orang yang pernah ia temui di pengasingan. Kedua pun akrap dan menjalani hubungan. Mereka akan membawa pasangannya ke kediaman Duke dan memperkenalkan nya sebagai calon suaminya.
Silahkan mampir jika berkenan.
#Permaisuri Sang Penguasa
#Selir Yang Terbuang
#Mandadak Selir
#Putri Mahkota Yang Terbuang (Terbit)
#Permainan Sang Permaisuri
#Permaisuri Jahat !
#Oh, Kaisar Ku
__ADS_1
#Istri Kontrak Kaisar Kejam (terbit)
#Paman, Duke
#Istri Pengganti Sang Duke
#Pembalasan Permaisuri Yang Dingin
#Simpanan Kontrak Kaisar Kejam
#lapak orenz / aplikasi W A T T P A D
#Istri Kedua Sang Duke
#Istri Kontrak Ke Empat Pangeran.
#Hurt ! Mr Duke
Istri Kontrak Ke-4 Pangeran----------
"Aduh sakit," gadis itu beringsut duduk.
Samar-samar ingatan asing mulai keluar dari dalam kepalanya.
Dalam ingatannya, dia melihat ke empat laki-laki yang tengah memandanginya datar, dingin dan lembut.
Salah satu laki-laki berprawakan tegas itu berkata "Selamanya kamu akan menjadi penghasilan keturunan kami." Laki-laki itu tersenyum
-----------
Ayo, miliki bukunya sekarang!!
Judul : Istri Kontrak Ke-4 Pangeran
Penulis : Sayonk
Penerbit : Xanggita Redaction
Harga Buku : 80K Saja
Order : 083170152745 (Admin)
Happy shopping, happy reading 🙏🏻😇
__ADS_1