
Dan pada akhirnya Baroness Lilliana ikut. Bukan karena dia ingin mendekat dengan keluarga Duke Arland, namun dia ingin meluruskan rencana kemunculan Abella. Setelah menimang-nimang, dia menyetujui untuk ikut. Lebih tepatnya, ia juga merindukan Bibi Emma. Dia memilih duduk bersama Viola dengan alasan menghabiskan waktu bersama. Duke Arland menolaknya karena dia takut kedua wanita itu akan kabur.
Dengan memperoleh keyakinan dari Duchess Eliana. Duke Arland menyetujuinya dengan syarat kereta kuda itu berada di depan kereta kudanya.
"Ibu, apa ibu sudah bertemu dengan Marquess Ramon."
"Belum, Ibu ingin meluruskan masalah ini. Rasanya Ibu ingin menyeret Abella."
Kedua wanita itu menampakan wajah kusut dan menyandarkan tubuhnya me sandaran kereta. Tak terasa perjalanan mereka tempuh 3 jam. Dan akhirnya mereka sampai di padang rumput yang luas. Di tengah-tengah padang rumput itu terdapat sebuah rumah biasa menggunakan bahan kayu sebagai dindingnya, berlantai dua. Rumah itu di kelilingi kandang kuda, babi dan ayam.
"Adik, Vio. Ayo." Ajak Duchess Eliana tersenyum.
Setiap langkah kaki mereka di hiasi oleh angin. Rumput tinggi itu pun bergoyang-goyang terbawa suasana angin. Viola melihat kanan kiri. Walaupun seorang peternak, lingkungan itu sangat bersih tidak ada kotoran dari hewan sedikit pun.
tok
tok
tok
Duke Arland mengetuk pintu berkayu biasa itu.
__ADS_1
Hanya beberapa menit saja. Pintu itu terbuka, wanita paru baya itu pun memeluk Duke Arland.
Dengan air mata. Dia tidak percaya keluarga itu mendatanginya dengan membawa menantu dan putrinya.
"Sudah lama kalian tidak ke sini." Tatapannya beralih ke arah Lilliana. Dia terkejut, Lilliana kembali ke kediaman Duke. Dia merasa sedih mendengar cerita Eliana. Namun sekarang, sepertinya akan terjadi hal baik.
"Liliana," Bibi Emma melepaskan pelukannya dari Duchess Eliana setelah memeluk Duke Arland. Dia merindukan gadis polos itu. Dia meneliti penampilan Lilliana yang seakan berubah menjadi wanita asing.
"Kamu kembali." Lirihnya. "Bibi bahagia kamu kembali Lilliana."
Matanya beralih ke arah Viola. "Dan ini cucu ku." Bibi Emma memeluk Viola. Setelah itu mereka masuk ke ruang tamu dan duduk di sana.
"Bibi senang kamu kembali Lilli."
Lilliana tersenyum masam, "Aku bukan kembali Bibi. Justru aku meminta ijin untuk pergi."
"Apa maksud mu?" pekik Bibi Emma.
"Aku kembali hanya ingin menjemput Viola, Bibi. Aku yakin Abella secepatnya pasti di temukan. Aku tidak ingin putri ku menjadi istri kedua. Cukup aku mendapatkan kesialan itu." Sindir Liliana.
"Sebaiknya kalian harus menyelesaikan masalah ini secepat mungkin." Ujar Bibi Emma. Dia merasa sedih dengan rumah tangga Duke Arland. Keluarga yang sangat rumit, begitulah yang dia pikirkan selama ini.
__ADS_1
"Hentikan, kita kesini ingin mengajak Viola berlibur." Duke Arland menatap tajam ke arah Lilliana yang hanya di balas gerutuan olehnya.
"Baiklah, sebaiknya kalian istirahat." Duchess Viola dan Duke Cristin akan tidur di kamar pertama. Mari ikut Bibi."
"Dan sisanya .. " Bibi Emma tidak meneruskan perkataannya. Dia bingung ingin mengatakan apa.
"Aku akan tidur di luar Bibi." Ujar Duke Arland. Dia akan membiarkan Eliana dan Lilliana tidur bersama.
"Maaf, rumah ini sangat sederhana tidak banyak menampung kamar."
Sesampainya di kamarnya Viola menjatuhkan badannya ke kasur empuk berwarna putih itu. "Apa kamu suka dengan tempat ini?" tanya Duke Cristin seraya duduk di tepi ranjang sambil mengusap kepala Viola.
"Aku bukan anak kecil, jangan seperti ini." Viola menepis tangan kekarnya dan melirik ke arah dahi Duke Cristin. "Bagaimana dengan luka mu? soal luka itu aku minta maaf. Aku tidak sadar."
"Tidak apa-apa hanya luka kecil. Lagi pula aku pantas mendapatkannya. Lain kali jangan sampai mabuk, bagaimana jika terjadi sesuatu pada mu?"
Viola kembali menatap ke arah langit-langit. Dia membiarkan Duke Cristin yang tersenyum. "Seandainya Kakak kembali? apa yang kamu akan lakukan?"
"Aku akan tetap mempertahankan mu, bagi ku pernikahan hanya satu kali seumur hidup ku. Benar aku memiliki banyak kesalahan pada mu. Maka dari itu berikan aku kesempatan kedua, Viola."
"Tidak bisa, aku sebagai Ibu dari Viola tidak akan merestui hubungan kalian." Bentak Lilliana yang muncul di balik pintu. "Aku tidak akan merestui kalian. Viola akan tetap keluar dari kediaman Duke Cristin." Sambungnya lagi.
__ADS_1