
Hubungan Ello dan Bulan semakin mendapatkan kemanjuan, Bahkan mereka tak segan segan untuk mengumbar kemesraan mereka.
" Bet, Ntar malem temenin gue ke Pesta ulang tahun temen kelas ya. "..
" Kemana ?" Tanya Bulan penasaran.
Pasal nya mereka kini sedang di taman makan berdua dengan bekal yang di bawa Bulan dari rumah nya.
" Club sih. " Bulan langsung melotot disana.
Ingatan nya kembali ke yang lalu saat dia melihat dan menyaksikan Ello keluar dari kamar dengan berantakan.
" Maka kamu temenin aku ya. Habis kita kasih selamat kita pergi. Aku juga males disana. Banyak banget ular sawah. " Lagi lagi Bulan hanya melotot disana.
" Maksud aku cewek gak bener Bet, Kamu ngegemesin deh . Pengen aku gigit pipi anak nya pak Sanjaya Tolak Sakit ini. "
" Kamu ih. Aku bilang Papa loh kamu ya. Ngejekin aku mulu. "
" Jangan cemberut Bet, Nanti cantik nya hilang. "
" Iya, Biar kamu puas puasin cari cewek lagi. " Ello hanya bisa menghela nafas nya berat.
Serba salah memang menggoda perempuan batin nya. Biasa nya Ello yang di godain, Lah sekarang dia yang godain Bulan.
Cup...
" Jangan marah ya bet ya, Aku sayang kamu bet. "
" Jangan Beti kenapa sih ?" Bulan mulai kesal.
Pasal nya Ello selalu memanggil nya Bet, Bet, Bet dan Bet dan dia kesal dengan itu.
" Itu kan panggilan sayang aku ke kamu Rembulan Sanjaya...." Jawab Ello dengan bersungguh sungguh
" His..." Bulan langsung menuju ke Motor Ello karena mereka sudah selesai ngampus dan makan di Kantin.
Saat melewati koridor kampus, Ello dan Bulan bertemu dengan Aurel mantan nya Ello dan kedua teman teman nya Ello juga.
Namun Ello biasa saja dan menggandeng tangan Bulan.
" Ck, Cowok Miskin belagu !" Ello hanya tersenyum miris disana.
Merendahkan Aurel.
" Karena gue Miskin maka nya gue gak mau sama cewek kayak Lo ! Kaya nya nanggung !" Balasan yang setimpal di berikan Elli pada Aurel.
Kontan saja Aurel kesal disana.
" Lo tau sekaya apa cewek gue sekarang ?" Tantang Ello disana agar mereka tidak lagi merendahkan Bulan.
__ADS_1
" Bulan adalah pewaris tunggal perusahaan Farmasi Raksasa di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Dia pewaris tunggal dari Sanjaya Farmasi Tbk. Dan kalian tau bukan apa saja yang di Produksi mereka ? " Semakin gencar Ello memamerkan jati diri Bulan yang sebenar nya.
" El, Lo kok jadi gini sih ? Lo gak inget Circle pertemanan kita ?" Ello tersenyum miris disana.
" Ya, Circle dimana lo pads deketin gue saat gue berduit dan lo pada ninggalin gue saat gue gak punya apa apa lagi ? But, What ever lah ! bodok amat gue mah. !"
" Udah, Yuk. Udara disini gak bagus buat kesehatan kamu yank. " Ello membawa Bulan ke motor nya langsung.
Bahkan Ello juga memasang kan helm untuk Bulan.
" Lo kenapa sih Bet ? Gitu banget . " Bulan masih diam.
" Lo marah karena gue bilang gue mau sama lo karena lo kaya ?" Bulan tetap diam.
" Gini deh ya Bet, pernah gak selama ini gue minta minta sama lo ? Bahkan hue gak pake tuh uang yang di kirim Mommy buat gue. Buat apa ? Gue udah kerja punya duit sendiri. Tapi kalah lo merasa gue hanya manfaatin lo yaudah. Pergi aja sana. !"
" Gue gak mau punya cewek matre !" Ello sudah kesal disana.
Kenapa Beti nya labil sekali sih ? Wajah nya sudah cantik, Ya setidak nya jangan berpikir culun juga kenapa sih ?
" Gak gitu El, Temen temen kamu gitu banget sih sama kamu ? Dia saat kamu Up mereka true banget sama kamu, di saat kamu Down gini, Dimana mereka? Fake El !" Ello hanya menghembuskan nafas nya kasar.
" Maka dari itu gue bilang gitu Beti....Lo itu his,." Ello menarik wajah Bulan dan menghujani nya Dengan kecupan basah disana.
" El, Udah ah...malu di liat orang,banyak anak anak kampus El..." Bulan bermaksud mendorong dada Ello namun apa yang di dapat nya ?
Ello malah mencium bibir nya dan melummat nya dengan lembut, Hingga decapan bibir kedua nya terasa menghangat.
" Bet, I Love You..." Bisik Ello setelah mereka menyelesaikan ciuman nya.
Bulan terdiam disana.
" Gak sah ih...Masak Bet..." Bulan mengerucutkan bibir nya menatap Ello.
" Rembulan Sanjaya...I Love You...." Teriak Ello disana.
Alhasil mereka jadi bahan tontonan banyak mahasiswi disana yang membuat Bulan semakin malu dan menutup wajah nya dari Ello.
" Apa sih El ? Malu tau. " Kesal Bulan memukul lengan Ello dan mencubit perut nya.
" Bodok ah Bet, Yuk pergi. Makan dulu baru aku Anter kamu Apartement. " Akhir nya Bulan dan Ello pergi meninggalkan Kampus untuk menuju cafe yang di maksud Ello.
...🍃🍃🍃...
Sementara di Indonesia, Senja masih saja terlihat mendiamkan suami nya walau Mereka tetap berbicara dan Senja tetap menyiapkan segala keperluan suami nya.
Namun tidak ada perbincangan romantis lagi seperti biasa nya.
__ADS_1
" Yank, Plis...Aku capek kayak gini terus. Aku capek diem dieman gini sama kamu. Capek banget Yank. Kerjaan aku banyak. Sampek rumah liat istri begini aku capek yank. " Keluh Jery.
Senja memang membantu semua kebutuhan nya seperti biasa. Tapi tawa dan canda wanita itu sudah tidak lagi di lihat nya.
Jangan kan di tawa nya, Senyum tulus Senja pun sudah tak di lihat nya lagi.
Yang ada hanya senyuman getir saja yang terus di lihat Jery.
" Besok Guntur Tunangan Mas, Aku mau nginep disana. " Bukan nya menjawab pertanyaan dan permintaan Jery Senja malah berkata lain.
" Kamu tau aku sibuk kan Yank ? aku besok masih harus melakukan kunjungan lagi ke Singapure. Jumpain Rekan Kerja aku. "
" Aku gak minta kamu buat nemenin aku. Aku bisa kesana sendiri sama supir. Aku juga bisa bawa mobil sendiri. " Jery memejam kan mata nya.
Dia mengatur nafas nya agar emosi nya tidak meledak disana. Dia tidak ingin menyakiti Istri nya.
" Sudah siap Mas. Aku turun duluan mau siapin sarapan kamu. " Berkata dengan wajah datar nya lagi tanpa mau menatap Jery.
" Yank, Aku harus gimana biar kamu balik ke aku ? Apa aku harus merasakan ini semua M Kamu disini tapi jiwa kamu gak disini yank, Tolong..."
" Kembalikan Putra ku !" Setelah mengatakan hal itu, Senja langsung keluar dari kamar nya.
Setiap hari bahkan dia selalu membereskan kamar Ello. Dia mengganti semua nya sendirian.
" Pagi Ma ,Pa..." Sapa Senja seperti biasa.
Namun tidak biasa bagi kedua Orang tua itu, Mereka sudah tidak lagi melihat menantu kesayangan mereka itu. Hidup tapi tidak lagi sebahagia sebelum nya.
" Sudah nak, Mama bisa sendiri. " Senja tersenyum lalu mulai mengupas buah, Untuk suami nya.
Karena Jery selalu membawa bekal buah buahan untuk nya.
Semenjak Jery tidak merokok lagi, Senja selalu menyiapkan buah untuk nya.
Dan itu sudah sejak Senja hamil, Lalu saat anak anak mulai besar Jery kembali menjadi perokok aktiv lagi Lalu sekarang benar benar berhenti.
Sesak kata nya.
Kedua orang tua nya mencari jawaban dari Jery saat mereka melihat nya, Namun tetap seperti biasa.
Jery hanya mengendikan kedua bahu nya dan menatap Sendu pada Senja nya.
Bahkan yang membuat nya sakit adalah, Setiap kali mereka bercinta Senja selalu diam dan tidak menanggapi nya. Hanya Pasrah tanpa perlawanan.
Dan Sejak saat itu Jery tidak pernah lagi meminta hak nya pada Senja.
Pernah sekali Jery meminta Senja untuk aktiv, Tapi malah Senja melakukan nya dengan biasa saja.
Seakan tidak ada gairah untuk nya lagi.
__ADS_1
...❤️❤️❤️...