Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Bulan Sadar


__ADS_3

" Aku harus bangkit, Aku akan menebus semua kesalahan ku..." Ello menghapus kasar air mata nya dan bangkit dari tempat nya merenung tadi.


Dengan langkah tegap nan tegas nya, Ello berjalan menuju ruangan dimana Bulan berada.


Di ruangan ICU.


Sesampai nya Ello disana, Dia kembali merasa bersalah, Dia terlalu larut dalam penyesalan nya sampai melupakan ketiga anak anak nya yang kini saling menguatkan dan menunggu sang Mami dengan raut gelisah.


" Anak anak, Maafkan Papi, Papi tadi---"


" It's Oke Papi. Kami mengerti...." Ello bisa bernafas lega saat Davian mengerti keadaan nya.


Bukan Davian yang terlalu mengerti, Tapi David lagi yang memberi pengertian kepada kedua adik nya karena keadaan Papi mereka saat ini juga sedang tidak baik baik saja.


" Apa kata dokter ???" Ello melihat kearah David.


Anak nya itu memang terlalu dingin, Dia seperti pinang di belah dua dengan nya jika soal keseluruhan wajah nya, Tapi sikap dan sifat nya duplikat Daniel sang Kakak.


" Mami baik baik saja. Kita berdoa bersama ya, Untuk kesehatan Mami. Ayo berdoa. " Ello memberanikan diri untuk mengelus kepala David dan beralih pada kedua anak nya yang lain nya.


Mereka berempat berdoa untuk keselamatan sembuhkan dan kesehatan seorang Wanita yang bernama Rembulan Sanjaya Sakit, Yang sebentar lagi akan menjadi Rembulan Sanjaya Grey.


Boleh kah Ello berharap demikian ? Dia ingin menebus segala kesalahan nya di masa lalu.


Terlebih siapa yang salah, Ello tidak perduli lagi.


Yang terpenting saat ini adalah kesehatan dan kesembuhan Bulan, Ello ingin menebus segala kesalahan nya.


Segala nya yang pernah dia lakukan, Kata kata kasar yang di lontarkan nya pada Bulan, Tatapan penuh kebencian yang di tunjukan nya pada Bulan.


Semua itu kembali berputar di kepala Ello, Dia benar benar menyesali segala nya yang pernah dia lakukan dulu terhadap Bulan nya.


" Kalau begitu, Kalian pulang dulu ya, Besok kesini lagi, Atau nanti minta supir untuk mengantarkan kalian. " Ketiga anak itu langsung saling menatap lalu kembali pada sang Papi.


" Kami ingin tetap disini !" Putus David.


Ello kembali menghela nafas nya lagi, Bagaimana cara membujuk David ?


" Bisa kah kita mulai berteman ? Maksud Papi, Kita harus saling mengenal. Tolong maafkan segala kesalahan yang pernah Papi perbuat pada kalian, Entah itu sengaja atau tidak. Tapi Papi mohon, Jangan begini, Papi juga hancur melihat keadaan Mami kalian. Jika Papi bisa, Papi saja yang menggantikan posisi Mami kalian saat ini. Biar Papi yang merasakan seluruh rasa sakit nya. " Ada air mata yang keluar dari sudut Mata Ello.


Dia benar benar menguatkan hati nya agar tida menangis lagi, Tapi dia tidak bisa .


Air mata nya jatuh tanpa harus di komando oleh nya.


" Papi, Mohon...Maafkan Papi anak anak, Maafkan Papi...." Ello tertunduk lesu disana.


Bahkan kini dia sudah bersimpuh di hadapan David, Sejenak hati David melemah, Tapi gengsi nya melebihi segala nya.


David tidak tau harus bersikap bagaimana saat ini ?


Melihat kedua adik nya memeluk sang Papi, Ada keinginan juga d Lubuk hati nya yang paling dalam untuk merasakan dekapan hangat seorang Papi.


Entah keberanian dari mana, Davio menyeret David kakak nya itu ikut dalam pelukan hangat mereka.

__ADS_1


Ello kembali meneteskan air mata nya saat melihat David juga ikut memeluk diri nya.


Ini kah rasa nya bahagia ? Jika iya, Ello akan berusaha dengan mengorbankan apapun itu untuk tidak lagi kehilangan kebahagiaan nya.


Cinta nya dan keluarga nya, Mereka keluarga nya saat ini. Tanggung jawab nya sepenuh nya.


" Papi mencintai kalian anak anak, Maaf kan Papi..."..


" Kami juga mencintai Papi. " Ello semakin mengeratkan dekapan nya saat merasakan anggukan dari kepala David.


Ello tau, Anak nya ini memang seperti Daniel. Tapi dia sosok yang sangat hangat dan jiwa melindungi nya, Ello tau semua itu.


" Sekarang pulang kerumah Opa Sanjaya atau mau kerumah Keluarga Papi dulu ? Biar Mami kalian Papi yang jaga. Saat ini Mami adalah tanggung jawab Papi. "


" Tapi Pi, Kami masih ingin disini..."


" Anak anak Tolong mengerti. Disini tidak baik untuk kesehatan kalian. Tolong mengerti, Jika Mami tau, Papi yakin dia akan marah. "


" Tidak ! Mami tidak pernah marah. Karena kami anak yang baik. " Ada senyuman di sudut bibir Ello saat mendengar jawaban dari David.


Berarti Bulan adalah sosok ibu yang sangat luar biasa bagi ketiga anak anak nya.


Tidak perlu di ragukan lagi, Karena semua sudah terbukti saat ini.


" Pulang kerumah Opa Bule saja ya. Disana akan ada yang menjaga kalian. Jika dirumah Opa Sanjaya , Papi sedikit tidak tenang . "


" Apa Opa Bule itu kejam ? Wajah nya terlihat sangat menyeramkan. " Celoteh Davio.


" Benar ! Apalagi Opa Buyut, Kami takut dnegan wajah nya. " Davian ikut membenarkan lagi ucapan Davio.


" Apa Papi tidak kaya ?" Tanya Davian lagi.


Hot Papi itu tersenyum mendengar pertanyaan anak anak nya.


" Papi cukup kaya, Tapi jika di bandingkan dengan Opa Jery dan Opa Buyut Kekayaaan Papi tidak ada apa apa nya. Papi hanya seorang Mekanik, Papi memiliki Bengkel dan Dealler "


" Benar kah ? Apa Papi hebat dalam hal itu ? Jika iya, Davio bisa belajar dengan Papi ? Karena Davio handal dalam bidang itu. "


" Benar kah ?" Tanya Ello lagi.


Ketiga anak itu mengangguk.


" Oke, Kita akhiri dulu cerita ini. Sekarang kalian pulang kerumah Opa Bule oke. Biar Papi yang menjaga Mami disini. "


" Apa kami bisa mempercayai anda ?"


" Papi Dave, Bukan anda..." Koreksi Ello.


" Kami pulang. Permisi. " David langsung berjalan lebih dulu meninggalkan adik adik nya.


" Maafkan kak Dave Pi, Dia memang sedikit sulit bergaul. Nanti kami akan bicara dengan kak Dave. Kami Pulang dulu Pi..." Ello mengangguk.


Setelah kepergian anak anak nya, Ello menghela nya berat sebelum masuk keruangan Bulan.

__ADS_1


Hanya terdengar suara monitor tentang kehidupan Bulan nya.


Ello duduk di samping tempat tidur Bulan saat ini.


" Buu, Bangun sayang...Aku disini. " Suara Ello mulai tercekat.


Dia menggenggam dengan lembut tangan yang di pasang harum infus itu.


Di cium nya penuh dengan kasih sayang tangan Bulan.


Cup...


" Bangun Buu, Tidak kah kau kasihan pada ku ? Aku merindukan mu Buu, Walau aku terus meyakinkan diri ku bahwa aku tidak merindukan mu, Aku tidak mencintai mu dan aku membenci mu, Tapi semua ini salah. Itu tidak benar. " Semakin sesak rasa nya dada Ello.


" Aku mencintai mu Buu, Aku ingin minta maaf sayang, Maafkan semua kesalahan ku. Aku yang bersalah. Aku salah sayang, Aku yang salah...Bangun Buu, Bangun...."


Tubuh Ello bergetar hebat, Dada nya semakin sesak saat ini. Hanya untuk sekedar bernafas pun dia sulit.


" Buu, Aku mencintai Mu sayang...Bangun...ku mohon Buu...Bangun...."


" Tolong, Jika ini Mimpi, Aku tidak ingin terbangun Tuhan, Biarkan aku merasakan kelembutan nya lagi..." Ucap Bulan dengan lirih saat merasakan sebuah tangan memeluk tubuh nya.


" Buu....kau sadar sayang ???"


Deg !


Jantung Bulan seakan mau melompat saat mendengar suara ini begitu nyata di pendengaran nya.


" Buu, Sayang ...Jangan menangis, Ku mohon jangan menangis lagi sayang ..Aku mencintai Mu Buu, Aku mencintai mu .."


Tes ..


Air mata Bulan jatuh semakin banyak, Nafas nya naik turun karena merasakan sesak di dada nya.


" Aku panggilkan dokter ya, Mana yang sakit sayang ? Kamu akan sembuh demi anak ana kita. Kamu harus sembuh agar aku bisa menebus segala kesalahan Ku. "


" Aku ingin sendiri...."


Deg !..


" Buu ...Sayang..."


" Pergi Ell, Aku ingin sendiri...."


" Tapi sayang ..."


" Maaf, Tolong tinggalkan pasien, Kami akan memeriksakan keadaan pasien..." Kata perawat yang baru masuk ke dalam ruangan Bulan bersama tim dokter setelah Ello memecat tombol emergency.


" Baik, Aku keluar dulu sayang..."


Cup...


Ello mencium kening Bulan, Sementara Bulan hanya diam saja sambil terpejam, Walau sakit hati nya, Ello tetap berusaha tersenyum saat mendapatkan penolakan segara tidak langsung dari Bulan.

__ADS_1


Dan Ello tidak perduli. Yang terpenting saat ini Bulan sudah sadar dan dia siap untuk berjuang demi Bulan dan ketiga anak anak nya.


...❤️❤️❤️...


__ADS_2