Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Mendekat


__ADS_3

Ello masih penasaran dengan anak baru di kampus tempat dimana dia juga sedang menimba ilmu otomotif nya dan dia sangat penasaran dengan wanita cantik Berwajah Asia yang membuat nya penasaran.


Ello seperti pernah mengenal mata itu, Seperti mata Bulan, Tapi mana mungkin. Bulan itu kacamata nya tebel banget.


Mana mungkin juga Bulan cantik begitu kan ?


" Aaahhhkkk...Sial ! Siapa sih lo ? Tengsin banget gue mikirin elo !" Teriak Ello merasa Frustasi dengan semua ini.


Kini dia sudah sampai di kampus. Saat dia hendak masuk ke gedung nya, Dia melihat Wanita Asia itu lagi di taman.



Rasa nya begitu aestetic sekali Visual Wanita itu.


Rambut hitam panjang itu sangat indah terurai disana.


" Hey ! Mau bareng ?" Bulan melirik sekilas arah sumber suara dan itu benar.


Pria Bule yang masih menguasai sebagian hati nya.


Danello Wilton Grey.


" Sombong banget sih lo ? Busa bahasa Indo juga. Kita itu Ke Negara kali. " Ucap Ello lagi.


Bulan hanya melirik nya.


" Gue Ello, Lo siapa ? " Tanya Ello lagi.


Bulan masih diem disana.


Enggan menjawab Ello, Sampai tiba saat nya Ello menarik pergelangan tangan Bulan.


" Gue salah apa sih sama lo ? Kok kesan nya gue kayak punya salah ya sama elo ?" Hati Bulan bergetar disana.


" Panggil aja Buu. Mama Papa aku manggil nya Gitu ! Jadi lepasin gue. !" Ello tersenyum disana.


Namun tiba tiba terdengar suara lantang disana.


" Honey..." Aurel datang mendekat dan menatap Bulan dengan tajam.


" Lepasin ih. Ngapain sih pegang pegang cewek sok cantik ini. " Kesal Aurel disana.


" Rel ! Apa sih kamu. Gaje tau !" Cibir Ello lagi.


" El, Kamu belain cewek ini ? kamu gak belain aku ?"


" Rel ! It's Not what do you thing !"


" Permisi !" Bulan yang jengah pun memilih pergi dari sana.


Dia merasa Jengah dengan keadaan ini. Dimana sepasang kekasih sednag bertengkar.

__ADS_1


Dan Bulan gak mau jadi penyebab nya.


" Rel ! Apa apaan sih lo ? Gue gak suka ya lo bersikap gitu ke Buu. "


" Buu ?" Tanya Aurel memastikan.


Kenapa terlihat sangat akrab dan mesra sekali ? pikir Aurel lagi.


" Iya. Buu !. She's Buu. " Jawab Ello lantang.


" El, Kamu gak bisa giniin aku. "


" Aku bisa dan sangat bisa ! Kalau lo masih mau jalan sama gue, Jangan. banyak ngekang ! Gue benci di kekang. Nyokap bokap gue aja biasa. Lah elo siapa ?"


" El, Aku pacar kamu. "


" Yes ! In Relationship ! Jadi jangan belagak lo itu binik gue. Ngerti lo ?" Ello langsung pergi meninggalkan Aurel yang merasa kesal disana.


Aurel menjadi kesal dan marah saat mengetahui Ello dan Wanita Asia tadi terlihat begitu akrab.


Tapi, kenapa mereka seakrab itu ? Apa tadi ? Buu .


Menyebalkan !


Kini Baik Ello mau pun Bulan mereka sedang menjalani jam mata kuliah mereka dan setelah semua nya selesai, Mereka menghambur keluar dari kelas.


Dan hari ini ada pertandingan Futsal antara Universitas mereka dan Universitas lain nya.


Bulan mengeryit heran saat melihat banyak nya Mahasiswi berlarian ke arah lapangan. Ada apa sebenarnya nya ini ? batin Bulan lagi.


Ternyata benar. Disana ada seorang gadis sama seperti nya sedang menangis.


Hati Bulan seperti di tikam sembilah pisau panjang yang langsung menghujam jantung nya.


" Hey, Are You Oke ?" Tanya Bulan mendekat.


" Mau apa ? Mau menghina aku juga ? Kalau aku ini culun ? Sampah mahasiswi ? Apa salah aku ? Aku juga gak mau kayak gini. Kamu mau apa ? Mau bully aku juga ? Bully aku, Bully aja. Aku udah biasa kayak gini. " Ucap nya kesal dengan nasib nya.


" Aku Bulan...Dulu aku sewaktu sekolah juga begini. Tapi Mama dan Papa aku yang maksa aku buat begini. " Cerita Bulan disana.


Gadis yang menangis itu masih menatap Bulan.


" Yuk, Ganti baju. Di mobil aku ada Baju bersih kok. Mau ?" Tanya Bulan ramah.


Gadis itu masih termenung disana dsn mencerna nya.


" Aku Maura. " Ucap nya lirih.


" Oke Maura, mulai saat ini kita temenan ya. " Ucap Bulan bahagia.


" Oke. " Mereka berjalan menuju mobil Bulan dan Bulan menyerahkan baju bersih nya yang memang baru dari laundry tadi dan sekarang di berikan nya pada Maura.

__ADS_1


" Gak ha. Aku gak pantes pake begini. "


" Pake Maura. Itu buat kamu. "


" Tapi Buu, Aku gak mau ngerepotin kamu. "


" Aku gak repot Ra, Udah ah yuk. Kata nya ada anak Otomotif yabg lagi tanding Futsal ya ?" Maura mengangguk antusias disana.


" Iya, Danello itu hebat banget. Dia idola Kampus. " Mata Bulan membulat sempurna disana.


" Udah yuk Lan, Kita ke pojokan aja. Biar Ello bisa liat kita. " Ucap Maura dengan penuh semangat disana...


Mereka sudah disana dan Bulan masih saja terpesona saat melihat bagaimana lincah nya Ello membawa benda bulat itu dan hingga memasuki gawang lawan nya.


" Ello, I Love You Honey..." Aurel teriak disana.


Betapa sakit nya hati Bulan saat ini. Pria yang di cintai nya sudah di miliki wanita lain dan bahkan kini mereka sedang menjalani hubungan mereka antara Ello dan Aurel.


Banyak sorak sorai yang meneriaki nama nya. Ello biasa saja karena ya memang sejak sekolah dulu dia adalah bintang Oleh raga di sekolah.


Ello jago basket, Futsal, Muaithai ,Hanggar dsn Kick Boxing.


Maka dari itu dia biasa saja. ya karena memang sudah terbiasa.


Namun saat dia lagi Brefing bersama teman teman nya, Ello melihat ke arah Bulan yang kini juga sedang mantap wajah nya .


" Elo nonton Buu ? Lo liat gue kan tadi ? Gue yang cetak 2 gol Tadi " Ucap Ello dengan bangga nya .


Sebenar nya Bulan juga melihat nya, Bahkan ingin berteriak Nama Pria bule itu.


Namun dia tidak bisa melakukan hal itu. Dia tidak ingin Ello mengetahui nama nya yang sebenar nya.


" Buat apa ?" Tanya Bulan.


" Ya ucapin selamat kek ke gue. "


" Kamu kurang uang ?" Tanya Bulan menghantam Ello.


" Uang aku banyak. Uang dari hasil kerja keras aku juga ada. Apalagi uang dari Nyokap bokap gue. Belum lagi uang dari Opa gue. Gue rasa itu semua cukup buat Cowok kayak gue. " Masih juga membanggakan diri nya.


Saat hendak melanjut kan perdebatan nya, Sampai Aurel datang mendekat ke arah mereka.


" El ?"


" Permisi. " Bulan menarik tangan Maura yang masih bengong dan terpaku atas pesona nya Ello.


" Lan, Itu tadi beneran Ello kan ? bintang kampus kita. " Bulan menghentikan langkah kaki nya .


" Jangan bawel Maura. Udah ayo kita kantin aja. Aku yang bayar. ". Ajak Bulan lagi


" Mau ah. Gak usah. " Tolak Maura dengan halus.

__ADS_1


" Udah ayo. Kesel sama kamu ih. " Hasil nya Maura ikut ke kantin dan di traktir oleh Bulan.


...❤️❤️❤️...


__ADS_2