Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Sakit Hati


__ADS_3

Sudah berbulan kejadian dimana Bulan dan Ello berseteru.


Lebih tepat nya Ello yang menjauhi Bulan. bahkan setiap malam nya Ello selalu menghabiskan malam nya di Club dengan minuman memabukan itu.


Tapi tidak dengan Kembali bergelud dengan wanita malam mau pun wanita lain. Ello tidak ingin tertular penyakit menjijikan itu...Tapi setiap malam nya dia selalu menghabiskan waktu nya disana menikmati suasana malam.


Hebat nya lagi, Ello adalah peminum yang handal ! Dia tidak pernah mabuk sedikit pun walau mengabiskan 3 botol Minuman Beralkohol itu.


" El, Sudah...Jangan begini..." Bulan dengan berani merebut gelas yang berada di tangan Ello.


Sementara Ello hanya menatap sinis ke arah nya. Tidak ada gelas bukan berarti dia tidak bisa minum bukan ?


Dia mengambil botol itu dan hendak meminum nya.


" El, Aku mohon sudah..." Bulan sudah menangis disana.


Ello melihat mata bulan basah pun langsung pergi meninggalkan nya.


" Ello, Tunggu El...Kita harus bicara. " Bulan mengejar Ello yang hendak menaiki sepeda motor nya.


" Cukup ! Jangan mendekat ! Ini sudah malam. Pulang lah. "


" Tunggu El, kita harus bicara dulu. Aku sayang kamu El. Aku gak mau kamu kayak gini terus. " Elli hanya tersenyum sinis disana.


Dia melihat Bulan yang kini berada di pantulan diri nya yang di sinari lampu jalan.


" Terserah ! " Ello langsung meninggalkan Bulan disana dan menaiki sepeda motor nya menuju Kost atau Mess tempat tinggal nya.


Deg !


Ello belum mabuk !


Dia tau siapa yang berdiri di depan pintu kamar Kost nya. Pria tinggi tegap berkulit putih khas Asia.


Orang yang selalu menjadi bayang bayang nya selama ini.


" Pergi Dane !"


Ya, Pria itu adalah Daniel !.


Saudara kembar nya. Pria yang selalu menjadi standart tolak ukur bagi Daddy nya.


Plak !


Daniel memukul dan menampar Ello.

__ADS_1


Emosi nya langsung naik saat melihat tampilan Ello yang berantakan. Bahkan bau alkohol sangat terasa menyengak di hidung Daniel.


" Apa apaan lo hah ? Lo kira karena Lo kakak gue takut sama lo ? !"


Bugh...


Ello gantian memukul Daniel dan itu membuat sudut bibir Daniel robek dan membiru langsung.


Tidak ada kata yang keluar dari mulut Daniel. Hanya tatapan kebencian saja yang ada disana.


Nafas kedua nya masih memburu dan memancarkan emosi yang membara di diri mereka masing masing...


" Stop bertingkah bodoh El ! Buat apa merusak diri sendiri ? Alkohol ? Vodca ? Apa yang kau dapat kan dari itu semua ?"


" Ya ! aku memang bodoh dan kau yang pintar ! Hanya kau dan kau dan akan selalu kau Dane ! Aku ? Apa yang di harap kan keluarga dari ku ? Aku berprestasi pun apa Daddy bangga pada ku ? Tidak Dane tidak ! Daddy hanya bangga pada mu yang akan mewarisi seluruh pabrik dan perusahaan pada mu ! Kau lah anak kebanggan nya hanya kau dan Lila !" Daniel tertegun disana.


Ini yang tidak di sukai nya saat Daddy mereka terang terangan memuji nya di depan Ello dan Lila.


" El, Sadar ! Lo udah ngelangkah terlalu jauh El !"


" Pergi Dane ! Putra Mahkota seperti mu tidak pantas berada di tempat seperti ini. !" Ello langsung melewati Daniel begitu saja.


" Mommy sakit ! Dia merindukan mu ! Kau tidak bisa di hubungi ! Mommy sudah di rawat sejak 3 hari yang lalu ! Lila sudah pulang. Mommy menunggu mu !"


Deg !


" Pergi lah Dane. Sampai kan saja salam ku pada Mommy. " Ello menutup pintu kamar nya begitu saja.


Brak !


" Terus lah bersikap bodoh sampai kau terus menyakiti hati Mommy ! Aku dan Lila akan membenci mu jika Mommy terus sakit !" Daniel pergi dari sana dengan perasaan kesal nya.


Dia langsung berangkat ke bandara untuk kembali ke Negara mereka.


Di dalam kamar nya Ello masih merenungi nasib Mommy nya yang sedang di rawat dirumah sakit.


Di lihat nya ini jam 23.10 malam dan berarti di Indonesia saat ini pukul 11.10 siang bukan ?


Karena Indonesia lebih cepat 12 jam dari Amerika.


Ello masih menimbang apa dia harus menghubungi Mommy nya atau tidak hingga dia memutuskan untuk menghubungi Mommy nya.


Tut...Tut...Tut...


Tersambung.

__ADS_1


Layar ponsel itu langsung menampilkan wajah cantik yang terlihat sendu itu.


" Danello ! Anak Mommy...Hiks...hiks..hiks..." Senja langsung menangis disana.


" Jangan menangis Mom. Ello baik baik saja. " Bukan nya mereda tangis Senja semakin kencang dan terdengar sangat pilu disana.


" El, Mommy rindu nak. Mommy rindu. Kamu dimana ? Kamu tinggal dimana nak ?" Ello tersenyum dan itu membuat Senja semakin menangis.


" Ello tinggal di Kost Mom. Ello baik baik saja. Tenang, Ello sudah kerja. Ello kerja di Dealler Mobil besar Mom. Ello salah satu mekanik terbaik nya. " Air mata Senja terus saja keluar.


Dia bangga sekaligus sedih melihat keadaan Ello yang terlihat berantakan.


" Kamu minum lagi ? Berhenti Sayang..." Ello terkekeh disana.


" Hanya sedikit Mom. Tidak mabuk dan sampai teler di ranjang bersama wanita. " Mencoba bercanda dan tertawa disana.


" Pulang ya Nak...Mommy--"


" Yank, Makan dulu buah nya. Habis itu minum--" Jery melihat istri nya sedang memegang ponsel dan Terlihat Wajah putra kedua nya disana.


Sorot mata nya menajam dan seakan memancarkan kekecewaan dan penyesalan sekaligus.


" Mom, Sudah dulu ya. Ini sudah malam. Besok Ello kuliah dan harus kerja lagi di Dealer. Cepat sembuh Mom. Ello sayang Mommy. "


" Tapi El--"


Tut !


Sambungan telepon di putus begitu saja oleh Ello.


" Kamu lihat ? Bahkan Ello langsung mematikan sambungan telepon nya. "


" Kenapa masih memikirkan anak berandalan itu ?" Bola mata Senja melotot seakan mau lepas dari tempat nya.


" Dan anak berandalan yang kau sebut itu anak ku ! Aku yang mengandung mereka dengan semua perjuangan yang ku rasakan. Banyak rasa sakit yabg ku hadapi saat mengandung mereka. Aku membahayakan nyawa ku demi mereka anak anak ku ! Dan kau dengan gampang nya mengatakan nya anak berandalan ? " Senja sudah tidak bisa mengontrol emosi nya saat ini.


" Sudah lah Sayang. Biarkan dia disana. Dia harus belajar mandiri dan menghargai--"


" Apa yang harus di pelajari nya lagi ? Dia sudah membuktikan bahwa dia bisa hidup bahkan tanpa bantuan dari mu bukan ? Anak ku bukan anak yang manja. Aku berani bertaruh ! Bahwa dulu kau pun tidak pernah lepas dari Mama dan Papa. Dan kau lihat anak yang kau sebut berandalan itu ? Dia bekerja tanpa bantuan siapa pun ! Dia bisa mendapatkan uang dan tetap kuliah ! Bahkan kau juga masih mendapatkan Print out Hasil nilai nilai akademis nya bukan ? "


" Anak anak ku bukan anak yang manja, dan jika itu ada yang manja, Itu adalah ulah mu sendiri . Sudah ku katakan jangan terlalu memanjakan anak anak bukan ? Kau selalu menganggap Lila adalah anak kecil. Dan kau selalu membandingkan Ello dengan Daniel. Hati ku sakit setiap kali mendengar kau memuji salah satu anak anak ! Hati ku sakit. Nyawa ku jadi taruhan nya saat aku melahirkan mereka kedunia ini untuk mu ! Jika aku tau kau menyakiti anak anak ku, Lebih baik aku tidak melahirkan mereka dan mati saja bersama mereka. !"


" Senja !!! Apa yang kau bicarakan ? Apa maksud mu ? Aku melakukan ini demi anak anak juga. "


" Dan cara mu telah salah !" Balas Senja langsung memunggungi Jery dan memilih untuk memejamkan mata nya dan enggan melanjutkan lagi pertengkaran mereka.

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2