
Semenjak pertemuan dan terungkap nya siapa Buu itu, Ello semakin berubah.
Dia semakin dingin dan tak tersentuh. Bahkan Gio dan John pun tidak lagi bisa berkumpul bersama nya.
" Lo gitu banget ya bro, Lupa banget sama kita kita. " Jelas Gio saat menghadang Jalan nya Ello.
" Gue sibuk ! Gue harus ke Dealer. Gue sekarang kerja. !"
" Ya se enggak nya luangin waktu dikit kenapa bro. "
" Maaf Gue gak bisa. !" Ello langsung pergi dari sana .
Saat Ello hendak menaiki Motor nya, Dia tak sengaja berhadapan dengan Bulan dan Bulan hendak menegur nya namun langsung di abaikan oleh nya.
" El, " Lirih Bulan disana.
Bukan Ello tidak mendengar nya, Namun rasa sakit hati nya membuat nya malas untuk bertegur sapa dengan wanita itu.
Wanita yang telah membuat nya seperti orang gila yang selalu berharap wanita itu kembali dan menjelas kan semua nya.
Dan saat bertemu, Malah Ello di buat sakit hati nya.
" El..Sorry..." Ello hanya tersenyum miris berlalu begitu saja.
Dia melajukan motor nya menuju Dealler, Dia sekarang bekerja di Dealler mobil sebagai salah satu mekanik nya, Ello sangat berprestasi, Maka dia sudah menjabat sebagai Salah satu mekanik terbaik disana.
Setelah bekerja, Ello menghadiri salah satu acara rekan kerja nya, Di sebuah Club malam.
Dan entah mengapa Ello mengiyakan kan nya dan pergi kesana.
Oh, Tidak !
Jangan lupakan gaya nya malam ini, Ello hanya memakai Jeans denim dan kaos hitam polos, dan jaket kulit.
Ello sangat terlihat luar biasa malam ini.
" Hey Bro ! Lo Dateng juga. " Ucap salah satu rekan kerja nya di Dealler.
" Selamat Bro ! Sorry cuma bisa kasih ini doang !" Ello memberikan kado nya pada rekan nya itu.
" Thanks, Nikmati Bro. " Ello hanya mengangguk dan duduk di salah satu sudut sofa di ujung sana.
Dia melampiaskan kekesalan nya dengan meminum banyak alkohol dan hebat nya, Ello tidak terusik sedikit pun disana.
Dia masih santai dengan Vodca di sloki demi sloki yang di tuangkan ke gelas kecil itu.
" Hey, Boleh gabung ?" Tanya seorang wanita cukup seksi datang mendekat ke arah nya.
__ADS_1
Ello hanya melirik nya saja tanpa mau menjawab nya.
" Ester..." Ucap nya manja dengan mengulurkan tangan nya.
Lagi dan Lagi Ello tidak menjawab nya. dia masih asyik dengan Dunia nya saja tanpa mau melihat sekitar nya.
" Sendiri ?" Masih mencoba mendekat.
" Kau tidak buta bukan ?"
" Wow ! aku suka Pria seksi seperti mu !"
" Dan aku tidak menyukai mu !" Jawab Ello cuek.
Kecuekan Ello membuat Wanita itu menatap nya dengan tatapan penuh minat, Ello tau wanita ini mengagumi nya dan terpesona pada nya.
Namun Hal itu tak menjadikan Ello untuk mau melirik wanita yang lebih dewasa dari nya itu.
Namun entah kebetulan atau apa ? Dia melihat wanita yang membuat sakit hati nya berada disana entah ada keperluan apa.
Tanpa aba aba, Ello membalas setiap perlakuan wanita itu.
Kini mereka saling berciuman dan saling melummat bibir kedua nya.
Ello akui, Wanita ini adalah pemain yang handal. Terbukti dia bisa membangkitkan hasrat Diri Ello.
Entah mengapa wanita itu membuat Ello sedikit tergoda dan mendatangi nya di kamar tersebut.
Sementara Bulan ? Hati nya sakit melihat perubahan Ello yang seperti itu.
Hati nya sakit saat Ello berciuman dengan wanita lain dan itu membuat nyeri hati itu tak bisa di pungkiri nya.
Ello benar benar mendatangi kamar yang di sebutkan tadi, Dengan berani nya, Wanita menyambut Ello nyaris Naked !
Wanita itu menyambut Ello dengan sepasang pakaian dalam saja.
Itu membuat Hasrat seorang laki laki nya bangkit,.
" I want it..." Bisik Wanita itu meraba permukaan celana Ello.
Dia tersenyum miring, Saat merasakan milik Ello mulai bangkit, Dengan tak tau malu nya wanita itu membuka sleting Ello dan menurunkan celana nya.
Lalu tangan nakal nya dengan lihat memainkan milik Ello.
Ello masih berdiri, Dia memejam kan mata nya saat milik nya di manjakan oleh wanita itu.
" Shhh...sudah...hentikan !!!" Seru Ello nafas nya masih memburu.
__ADS_1
" Kau menikmati nya" Lalu lidah nakal itu mulai kembali melancarkan aksi nya sampai Ello benar benar tidak tahan untuk itu.
Persetan dengan cinta dan perasaan ! Perasaan nya sudah di hancurkan oleh Bulan.
Di dorong nya dengan kasar tubuh wanita tadi lalu di himpit nya tubuh yang kini sudah Naked itu dan Ello mulai memenamkan diri nya di dalam diri wanita itu.
Entah darimana asal nya, wanita itu memakaikan Sarung tinju di senjata Ello.
" Sial !" Rutuk Ello saat merasakan kenikmatan itu.
Dan sial nya juga wanita itu memekik nikmat dan mengerang dengan hebat karena sarung tinju itu bergerigi layak nya gergaji.
Lama mereka beradu hingga wanita itu tepar di tempat tidur karena ulah Ello.
Ello langsung keluar dari sana setelah meletakan 2 lembar uang $100 Dollar di atas nakas dan Ello pergi begitu saja dari sana.
Di luar kamar itu Ello melihat Bulan entah sedang apa.
" El..." Lirih Bulan disana.
" Minggir !" Ello menggeser tubuh Bulan dan sedikit mendorong nya dengan kasar dan berlalu begitu saja.
" Kenapa kamu melakukan itu El ? Itu tidak benar. Itu perbuatan dosa El !"
" Lalu apa perbuatan mu di benar kan ? menyakiti hati orang lain dan menyiksa batin nya tanpa kejelasan ?" Balas Ello tak kalah sengit nya.
" Aku minta maaf El..."
" Basi !" Ello langsung pergi begitu saja dan melajukan motor nya ke Mess yang di sewa nya saat ini.
Dan saat ini, Di Negara kelahiran nya, Seorang wanita Bernama Senja sedang menangisi putra kedua nya yang kini menjadi salah jalan.
Ello nya berubah, Ello nya telah salah jalan. Ello nya...
" Sayang, Sudah...jangan menangis lagi...Kita akan menasehati nya. Kita akan kesana. !" Ucap Jery meyakin kan istri nya saat ini.
" Bagaimana cara kamu meyakin kan nya ? kamu telah melukai hati dan perasaan nya Mas ! kamu menampar nya. Seharus nya tidak seperti ini. sudah aku katakan jangan pernah membahas apapun soal perjodohan tentang anak anak. Kamu sudah berjanji untuk membebaskan mereka dalam memilih. Lalu apa ini ?" Senja menangis sendu disana.
Sedih rasa nya melihat anak nya begitu, Dia telah gagal mendidik anak nya. Danello nya sudah salah jalan.
" Jika bukan kita, Daniel bisa mengurus nya Yank..."
" Dan kamu akan semakin kehilangan Ello ! Kamu selalu saja membanding kan dan menyanjung Dane, Itu tidak seharusnya terjadi Mas. Aku juga tau Dane itu memang pintar sejak kecil dan dia sendiri yang berkata ingin menjadi Penerus kamu di perusahaan. Tapi gak harus terus memuji Dane !"
" Kamu Denger sendiri apa kata Dane ! Jangan pernah memuji nya di depan Ello atau pun Lila ! Mereka lahir dari rahim ku Mas. Aku yang selalu membawa mereka bertiga dalam perut ku. Dan kamu menyakiti salah satu dari mereka sama saja kamu telah menyakiti ku Mas. " Jery tertegun disana.
Dia merasa sangat bersalah kali ini. Istri nya begitu sedih atas ini semua. Ello mereka sudah salah jalan !
__ADS_1
...❤️❤️❤️...