
Jery merasa bahagia, Senja menghubungi nya dan meminta sesuatu pada nya.
Kali ini, Dia akan mewujud kan keinginan Senja, Sebisa mungkin dia cepat mengerjakan pekerjaan nya di bantu asisten nya yang telah kembali dari Koma nya.
" Apa semua Sudah di Atur ulang? Maksud ku pertemuan dengan GTJ Compeny membahas Mega Proyek milik Mereka ?" Tanya Jery pada Bio Asisten Asli nya yang Baru kembali bekerja setelah satu tahun istirahat dan memulihkan kesehatan nya.
" Sudah Tuan, Dan Senin pukul 10.00 Wib kita akan menghadiri Meeting nya. " Jelas Bio lagi.
" Baik lah, Aku harus pulang, Istri ku menunggu dirumah, Dia meminta ku membelikan nya Waffle coklat. "
" Nyonya Renatta ?" Tebak Bio
" Bukan, Istri Muda ku Bi, Dia saat ini sedang mengandung ketiga anak kembar ku. " Jery tersenyum bahagia kala mengingat Senja manja pada nya dan meminta di temani oleh nya.
" Oh, Selamat Tuan. " Bio juga ikut bahagia, Selama 5 tahun ini penantian Tuan nya membuah kan hasil.
Walau bukan dari Nyonya Renatta yang sangat di cintai Tuan nya itu.
Bio tidak tau bahwa sedikit demi sedikit hati Jery mulai bergeser ke Senja.
...🍃🍃🍃...
Jery sudah membawa pesanan Waffle milik Senja, Dia juga membelikan Waffle Strawberries untuk Renatta juga.
Jery sudah bertekad, Bahwa dia akan benar benar bersikap adil pada kedua istri nya.
Walau Dia juga tau pasti salah satu di antara mereka pasti merasakan sakit nya juga.
" Aku pulang...Renatta, Senja..." Panggil Jery saat memasuki Rumah Utama.
Tidak ada siapa pun disana. Tak lama Jery melihat Senja yang batu saja Turun dari tangga.
Secepat mungkin Jery berlari menghampiri nya.
" Hati hati Sayang, Aku Khawatir dengan kalian. " Jery menuntun Senja dan juga sembari mengelus perut Bulat Senja.
" Ini itu tidak boleh ! Jadi aku boleh nya ngapain ? Udah kayak orang penyakitan aja. Ini itu di larang !" Senja mulai menunjukan pada Jery sikap asli nya yang memang Manja.
Tapi, Sikap tegas nya itu sebagai benteng pertahanan diri nya saja.
" Bukan begitu Sayang, Aku hanya mengkhawatirkan keadaan kalian saja. Apa mereka masih nakal ? Masih sering mual juga kah ?" Tanya Jery dengan lembut.
" Mandi ih...Dari luar bawa Kuman dan Kotoran ! Kata nya di luar banyak Virus. Ini malah peluk peluk aja. " Senja semakin cemberut di buat nya.
" Baik lah, Aku mandi dulu ya. Setelah itu kita makan Waffle bersama." Jery pun akhir nya pamit untuk membersihkan diri nya di kamar Renatta.
Dimana disana Renatta sudah menungggu nya.
" Honey..." Renatta langsung memeluk Jery tanpa sungkan lagi
" Lepas dulu Ree, Aku baru pulang kerja. Banyak Debu dan polusi, Bahkan mungkin saja Virus. " Ucap Jery sambil melepas kan pelukan nya.
" Oke, Aku tunggu. " Akhir nya Renatta melepas kan Jery dan duduk di sofa
Lima belas menit kemudian Jery sudah keluar dari kamar mandi dan menuju ruang ganti nya.
Namun sayang, Sampai disana Jery kembali kecewa.
__ADS_1
Renatta tidak menyiapkan pakaian ganti nya. dan malah sibuk dengan jari jari nya dan Jery terpaksa mengambil pakaian nya saja dari dalam lemari.
Setelah selesai, Jery memilih untuk turun dimana Senja sudah menunggu nya.
Begitu melihat Jery, Senja langsung menatap nya dengan kesal. Dia harus menunggu lagi hanya untuk makan Waffle saja.
" Maaf lama ya..." Jery mengelus pipi Senja yang sedang cemberut itu.
" Kenapa lama ? " Masih bertahan dengan wajah cemberut nya.
Cup
Jery mencium bibir itu sekilas. Rasa nya gemas ingin melakukan lebih pada bibir itu. Tapi bagaimana pun masih ada Renatta disana.
" Jangan marah yaa..." Jery merayu Senja.
Sebisa mungkin Jery belajar untuk memahami karakter milik Senja nya yang Emosi nya Up and Down itu.
" Nah, Itu dia Waffle nya, Juga Buah Strawberri nya. " Jery mengambil Nampan berisi Waffle coklat dan buah yang di ingin kan nya.
" Makan lah, Baby lapar bukan ? Daddy sudah membelikan nya untuk kalian. " Ujar Jery sambil mengelus perut Senja.
Senja memakan Makanan nya tanpa memperdulikan lagi apa yang di lakukan Jery. Bahkan sampai Renatta meminta di suapi pun Senja tidak perduli.
Sibuk dengan makanan nya saja.
" Honey, Bantu aku makan, Kuku ku belum kering. " Rengek Renatta.
Jery melihat ke arah Senja yang Sedang asyik memakan makanan nya dan menonton acara Kartun bocah kembar dengan kepala botak asal Malaysia itu.
Tapi yang di panaskan seakan tidak perduli dengan keadaan sekeliling nya.
Acara suami istri itu terhenti kala Papa Mertua Bule datang dan mematikan Tv yang sedang di tonton Senja.
Tit...
Tv pun sudah padam. Seketika raut wajah Senja berubah menjadi Sendu kala melihat Papa nya.
" Pa, " Senja langsung menundukan pandangan nya.
Dia tau, Mertua nya itu pasti marah jika dia menonton serial kartun bocah kembar itu, Dan dia sadar Papa mertua nya marah.
" Apa kesalahan mu ?" Hardik Papa Jack.
" Menonton Upin dan Ipin Pa. " Jawab Senja menatap Papa Mertua nya.
Jery heran kenapa Papa nya marah dengan Senja. Apa yang terjadi ?
" Pa. Kenapa memarahi Senja ? " Tanya Jery panik.
" Sudah berapa kali Aku katakan Senja aku tidak suka kau menonton nya ! Aku bisa gila jika melihat mereka terus dengan selalu tertawa dan berkata betul sebanyak tiga kali. Dan aku paling takut Jika kau terlalu sering menonton mereka cucu cucu ku bisa ikutan botak !" Papa Jack sudah bergidik ngeri membayangkan nya.
" Maafin Senja Pa. " Sesal Senja.
" Sekarang masuk ke Kamar mu. Bersiap lah. Aku akan mengajak mu Dinner lagi sebagai ganti nya. !"
__ADS_1
" Benar kah ?" Tanya Senja berbinar bahagia.
" Ya ! Ayo cepat. Aku tidak mau menunggu lama. !" Ketus Papa Jack.
Jery semakin heran, Sedang kan Renatta hanya menunduk saja. Tidak berani menatap Papa Mertua nya yang sedang menatap nya.
" Pa, Senja mau di bawa kemana ?" Tanya Jery.
" Dinner ! Dia sangat suka Dinner romantis di Hotel Mu. Kata nya dia bisa liat bintang, Rasa nya seperti dekat dekat Bintang bintang dan Bulan. Dia juga suka melihat Kembang api. Dan aku harus mengeluarkan uang 100 juta setiap kami Dinner hanya untuk sebuah pesta kembang api Khusus untuk nya. !" Renatta semakin geram dengan semua yang di lakukan Papa Jack pada Senja.
" Jery ikut boleh ?" Tanya Jery.
" Tidak ! Dinner kami hanya selalu bertiga dengan Mama. "
" Pa, Jery ikut Ya. " Pinta Jery lagi.
" Tidak !"
" Pa, " Jery masih membujuk namun Papa Jack tetap menggeleng..
Tak lama Senja turun dengan anggun nya, Gaun sabrina berwarna Baby Pink jelas menampakan Bahu seksi nya.
Bahkan Jery juga melihat Kalung pemberian nya di pakai oleh Senja.
" Pa , Jery ikut. Jery harus memastikan keadaan Senja baik baik saja nanti. " Jery sudah bangkit dari duduk nya Bersiap menggandeng Senja.
Namun Renatta juga ikut bangkit disana berharap Juga di ajak.
" Ada apa ini Pa ?" Tanya Mama nya datang bersama Senja.
" Jery mau ikut !" Kata Papa nya.
" Ikut ?" Tanya Mama nya
" Iya. Dia ingin ikut. " Kata Papa nya.
" Pokok nya Jery harus ikut. " Kekeh Jery.
" Oke. Bayar semua tagihan nya ! "
" Deal! " Kata Jery.
" Tunggu aku Sayang..." Jery mengelus pipi Senja dan langsung berlari ke kamar nya untuk bersiap.
Sementara Renatta disana menatap Senja dengan tajam.
" Ree, Tidak ganti ?" Tanya Mama Claire.
" Ini saja Ma, Ree sudah Nyaman. " Jawab Renatta tersenyum.
" Oh Oke. " Jawab Mama Claire.
Renatta sudah merencanakan sesuatu untuk mempermalukan Senja saat makan makan malam nanti. Dan dia akan memberi tahu Senja, Dimana posisi nya berada !.
__ADS_1
...🍃🍃🍃...
Yuk, Follow ige ibuk @amlia_falisha1511 ❤️