Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Keputusan


__ADS_3

POV Embun


Aku terbangun di jam tiga pagi karena tubuh ku rasa nya sakit semua, semua yang ku rasakan begitu teramat sakit.


Tidak di anggap, tidak di lihat, Di rendah kan, bahkan di setubuhi layak nya binatang pemuas nafsu bejat nya.


Betapa hina nya diri ku ini Tuhan ? Apa salah ku pada mu ? Hingga kau dengan tega melakukan ini pada ku ?


Jika memang aku bersalah pada mu, Tolong, Cabut saja nyawa ku, cabut saat ini juga Tuhan.


Ku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi, Ku ambil gaun ku yang tadi malam yang sudah tak berbentuk lagi.


Ku bilas seluruh tubuh ku di bawah guyuran air dingin, Ku biarkan terus menerus air itu membasahi seluruh tubuh ku, Biarlah air dingin itu membekukan seluruh aliran darah ku dan membuat ku mati karena kedinginan.


Disaat sisa sisa kesadaran ku, Ku lihat senyum tulus ibu ku, Bapak ku dan Audrey, lalu entah kenapa juga aku melihat sosok itu mengulurkan tangan nya pada ku.


Tersadar dari kebodohan ku, Ku atur suhu air menjadi hangat, tubuh ku sudah hampir membeku, Lalu perlahan lahan mulai menghangat kembali.


Selama satu jam lebih aku di kamar mandi, Saat keluar dari kamar mandi, ku lihat manusia biadab itu masih terlelap dalam tidur nyenyak nya.


Ku ambil pakaian ganti ku, Lalu mantel tebal ku hingga dengan keputusan ku sudah bulat.


Aku tidak sanggup lagi menahan semua kesakitan ini.


Tidak lagi.


Ku ambil ponsel ku, Lalu keluar dari kamar terkutuk itu.


Saat hendak menuruni anak tangga, Aku kembali mengingat berkas berkas ku di kamar utama yang di simpan Wilson.


Ku cari semua berkas berkas ku, Namun tidak ketemu.


Dimana aku harus mencari nya ? Brangkas ? Tapi apa sandi nya ? Aku tidak paham sama sekali.


Namun dengan berani aku mengambil seluruh uang yang ada di dompet nya, Bahkan di lemari pakaian nya ku lihat ada dua ikat uang yang mungkin bisa untuk ku gunakan nanti nya.


Segera aku keluar dari kamar ini, Namun, Saat aku keluar dari kamar itu, Ku dengar suara knop pintu terbuka...


Mungkin itu pria bajingan itu.


Aku bersembunyi di balik sofa panjang disana, Bahkan aku mendengar saat dia mencari keberadaan ku.


" Dimana wanita itu ? Jika sampai dia berani kabur lihat saja apa yang akan ku lakukan pada nya. " Suara itu kembali membuat nafas ku tercekat.


Dada ku bergemuruh, Sejenak niat ku goyah, Tapi aku harus kabur dari sini bukan ??


Niat ku kembali bulat, Ku langkah kan kaki ku perlahan dengan menenteng sendal yang ku kenakan tadi.

__ADS_1


Berjalan seperti seorang pencuri, Aku benar benar melakukan hal gila ini.


Untuk pertama kali nya, Setelah dua tahun ini aku baru melakukan hal segila ini.


Aku benar benar harus pergi.


Saat hendak membuka pintu pagar, Aku mendengar teriakan nya dari dalam atas kamar nya.


" Embun !!! Berani nya kau !!!" Geram nya tertahan sudah di selimuti kabut emosi.


Aku berusaha membuka pagar I u, Bahkan detik detik terakhir saat melihat lampu rumah sudah hidup semua, Aku berhasil kabur dari rumah ini.


Aku berlari sekuat yang aku bisa, Bahkan aku mencari taksi, tidak ada sampai aku melihat mobil nya sudah berjalan hendak keluar dari rumah.


Aku bersembunyi di balik tong sampah besar.


" Demi Tuhan, Tolong aku, Tolong aku Tuhan..." Air mata ku terus mengalir dengan deras, Sampai saat melihat mobil nya menjauh, Aku berdiri hendak keluar dari tempat persembunyian ku, Namun naas.


Kaki ku terkena pecahan kaca, hingga pekikan ku menghentikan mobil nya kembali.


Aku kembali bersembunyi sampai sebuah tangan menyeret ku dan membekap mulut ku dengan rapat.


Aku ingin meronta, Tapi tidak bisa. Tenaga ku tidak kuat lagi, Tubuh ku lemas dan tak berdaya sampai aku kehilangan kesadaran ku.


Entah berapa lama aku tertidur, Hingga sayup sayup aku mendengar suara itu, Suara Pria yang selalu meminta ku untuk pergi bersama nya.


" Dane..." Lirih ku menatap wajah nya.


Ku lihat, Betapa bahagia nya wajah tampan itu saat melihat ku tersadar dari pingsan atau tidur ku.


" Tidur lah lagi, Perjalanan kita masih panjang, " Ku edar kan pandangan ku keseluruh ruangan ini, Saat aku benar benar tersadar, aku sudah berada di atas awan ? Mengudara bersama Daniel.


Pria yang berbuat banyak untuk menolong ku.


" Dane, Kita mau kemana ?" Tanya Embun dengan panik.


" Ke tempat dimana seharus nya kita berada. "


" Dane, Ini tidak benar !" Aku terus mengatakan pada nya, Bahwa untuk menjauhi ku, aku bukan wanita yang untuk selalu di tunggu nya.


Aku tidak pantas sedikit pun bersanding dengan nya. Tidak sedikit pun.


Bahkan jika di banding kan dengan sehelai rambut milik Daniel, Tubuh hina ku ini tidak akan mampu untuk bersanding dengan sehelai rambut nya itu.


Dia menatap ku dengan sangat dalam, Benar benar dalam .


" Dengar kan aku, Di sini, hanya ada nama mu, Cahaya Embun. " Air mata ku terus mengalir membasahi kedua pipi ku.

__ADS_1


Apa yang di pikirkan Pria ini ? Dia kaya, Dia pintar, Dia tampan, dan terhormat, Mana mungkin bisa bersanding dengan ku ?


Tidak !


" Dane, Tolong jangan Bebani diri ku dengan semua kasih sayang mu, Jangan Dane aku mohon. " Tangis ku semakin pecah saat Pria itu langsung memeluk ku, Bahkan dia juga menghapus air mata ku.


Namun sial nya, Bukan berhenti, Air mata itu terus mengalir dengan sendiri nya tanpa ada yang mengomando.


" Aku mencintai mu tanpa syarat, Aku mencintai mu tanpa tapi, Aku melakukan ini tanpa sesal, Aku ingin kau Embun, Kau. "


" Aku wanita Hina, Dane, aku tidak pantas bersama mu, Aku tidak pantas. "


" Pantas atau tidak nya diri mu, Tuhan akan selalu ada di setiap doa makhluk nya yang beriman !"


" Tidur lah, Perjalanan kita masih panjang, Jika butuh sesuatu katakan saja pada ku, Aku di depan. " Isak tangis ku semakin lirih.


Apa yang harus aku lakukan saat ini ? Kemana Pria ini akan membawa ku ? Capek menangis, Aku kembali tertidur dan betapa kaget nya aku saat terbangun.


Ternyata dia membawa ku kesini, Jerman ?


Bagaimana aku bisa tau ? Karena saat aku terbangun dari tidur ku yang berada dalam dekapan nya, Aku melihat bendera tiga warna yang ku yakini itu adalah bendera Negara Ini, Germany !


" Dane...Lepaskan aku. " Dia benar melepaskan rangkulan nya di bahu ku, Tapi dia menggenggam erat tangan ku dan membawa nya ke depan bibir nya.


Tanpa ku duga dia mencium nya lagi, Ku tari tangan ku dengan segera mungkin.


" Aku ingin pulang, "


" Kita akan pulang, Dan kita akan kerumah kita. "


" Dane Plis ! Stop it, ini tidak sesederhana yang kamu pikirkan. "


" Maka buat ini sederhana agar aku bisa mencintai mu dengan benar !"


" Dane ! Plis..." Namun tidak di dengar nya.


Dia menarik tangan ku saat kami sudah memasuki gerbang rumah mewah di depan sana.


" Ayo masuk, untuk sementara kita akan tinggal disini. "


" Daniel ! "


" Pelayan akan membantu mu bersiap, Aku menunggu mu di meja makan. " Daniel langsung meninggalkan ku dan aku di bawa oleh dua orang pelayan yang membawa ku ke sebuah kamar mewah.


Hunian ini lebih mewah dari pada Hunian terkutuk itu.


POV Embun End

__ADS_1


...🤍🤍🤍 ...


__ADS_2