Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Serius


__ADS_3

" Tidur lah, Aku disini. " Ucap Ello dengan lembut sambil membenarkan selimut Bulan.


Dia benar benar memikirkan kenyamanan istri nya.


Eh, Masih calon !


Ello meringis nyeri saat berani menyebut Bulan istri nya, Walau dalam hati.


Tapi dia bertekad untuk benar benar mewujudkan impian itu.


" Anak anak ?" Tanya Bulan lagi.


Ello hanya bisa menghela nafas nya berat, Sudah entah yang keberapa kali nya Bulan bertanya tentang anak anak nya.


Lebih tepat nya anak anak mereka .


" Buu, Anak anak akan baik baik saja. Mereka dirumah yang tepat, Mommy dan Daddy tidak akan membiarkan mereka menangis apalagi sampai terluka. Kau lihat ? Wajah Davio mirip dengan Daddy, Dan Davian mirip dengan Opa Jack, Jadi kamu tenang saja oke ?"


" Tapi bagaimana jika mereka mencari ku ? Karena sebelum tidur mereka selalu memeluk ku. " Ucap Bulan dengan lirih.


Dia merindukan anak anak nya.


" Maka biar malam ini aku yang akan menggantikan mereka untuk memeluk mu. Aku rasa pelukan ku lebih hangat dari mereka bertiga, Dulu juga kau sering memeluk ku tanpa atasan dan---"


" Stop El, Itu memalukan !" Bulan menutup mulut lemez Ello dengan tangan nya.


Bukan nya menurut Ello malah bertingkah, Dia mengecup tangan Bulan yang membekap mulut nya.


" Tapi kamu sangat menikmati nya Buu, Maaf bukan aku bermaksud meleceh kan mu, Tapi aku benar benar merindukan mu Buu, Sangat..." Ucap Ello lagi.


Kini dia memberanikan diri untuk naik ke sisi tempat tidur Bulan dan memeluk tubuh rapuh itu.


" El..."


" Sudah, Pejamkan mata mu, Aku tidak akan berbuat mesum pada mu. Nanti saja jika kita sudah sah, Aku akan kembali memberi mu kenikmatan itu. "


Bugh ..


" Itu memalukan El. " Ello hanya tersenyum saja.


Dia terus mengelus punggung Bulan hingga wanita itu benar benar tertidur.


Cup...


Di kecup nya kening Bulan dengan mesra, Lalu berlabuh kembali di puncak kepala nya.


Ello benar benar menyayangi dan mencintai Bulan, Tanpa sadar dia meneteskan air mata nya, Hati nya di hantam batu besar saat kembali mengingat sakit yang di derita Bulan nya.


Apa yang harus di lakukan nya saat ini ? Jalan apa yang harus di tempuh nya untuk kesembuhan kekasih hati nya ?


🐦


🐦


🐦

__ADS_1


🐦


🐦


" Opa, ini semua milik siapa ?" Tanya Davian antusias saat melihat ada 7 buah ayunan di pohon besar itu.


Ayunan Rotan seperti bentuk sangkar burung.


" Itu milik kami semua ! Ada Opa dan Oma, Lalu Opa dan Oma Buyut, dan ketiga anak Opa. " Jelas Jery menatap Davian.


Sejak tadi hanya Davian dan Davio saja yang bicara atau bertanya...


Hanya satu orang yang terus diam, David !.


" Apa kami boleh menaiki nya ?" Tanya Davio lagi.


" Davio. " Cegah David.


Dia tidak ingin adik adik nya di cap nakal oleh keluarga Papi mereka.


Maka sebisa mungkin David melakukan nya.


" Ayo naik ! Kakak mu kurang asyik. Nanti Opa suruh pelayan untuk membeli ayunan nya lagi dan alan menambahkan nya 3 lagi. " Jelas Jery lagi.


Dia membawa Davio dan Davian ke ayunan itu dan mulai berayun lagi.


Betapa bahagia nya mereka hanya karena hal sederhana begini.


" Jika Mami tidak memiliki tempat disini maka kami juga tidak ingin disini. " Perkataan David membuat Jery bungkam.


Bagaimana bisa dia melupakan wanita yang menjadi sumber kehidupan ketiga mahluk ini ?


Dia lebih tertarik untuk mendekati David yang dingin seperti Dane.


Pria kulkas di dalam rumah ini.


" Aku butuh teman, Apa kita bisa berteman ?," Tanya Opa Jack pada David.


Dia lebih tertantang dengan David yang dingin nya benar benar berrrrr ...bahkan ini lebih parah dari Dane saat kecil, Dan nama mereka juga mirip, Dane dan Dave bukan ?


" Tapi aku tidak ingin berteman. " Jawab Dave cuek.


Dia masih menatap ke arah kedua adik nya, Dimana mereka sedang berayun ayun dnegan hati riang gembira.


Tapi kenapa Dave tidak bisa ?


" Ayo ikut aku ! Aku akan membawa mu ke suatu tempat. " Opa Jack membawa Dave ke lantai atas rumah besar ini.


Disana terdapat sebuah ruangan khusus, Dave juga tidak tau itu ruangan apa ?


Tapi yang pasti saat membuka nya, Mata Dave terbelalak.


Ini seperti ruangan laboratorium pribadi.


" Apa kau suka ?" Tanya Opa Jack lagi.

__ADS_1


Dia tersenyum miring saat melihat reaksi bocah dingin ini.



" Ini milik siapa ? Kenapa ada lab disini ?" Bukan nya menjawab.


Dave malah bertanya dan inilah sifat Dane juga.


" Ini milik Dane, Dia akan kesini jika dia sedang bosan. "


" Lalu kenapa tempat nya berdebu ? Seperti lama tidak di pakai. Dan cairan cairan itu ? Aku rasa sudah tidak bisa di gunakan lagi. Karena sudah terlalu lama mungkin, Dan juga tercampur bakteri dan kuman lain nya. " Jelas Dave lagi.


Dia berjalan menyusuri tempat itu sampai dia menemukan catatan dan berita di koran.


Saat membaca nya, Bola mata Dane membelalak sempurna.


" Ini catatan racun tercepat, Pergerakan nya hanya 30 detik dan tidak kan temukan penyebab nya. Dan tidak akan terdeteksi jika mayat nya belum 1x24 jam. Maka banyak kasus yang memakai racun ini tidak di temukan penyebab nya. "


Ceklek...


" Dari mana kau tau ? Lalu kesimpulan dari mana itu ? bahkan kau saja baru masuk kesini. " Tanya Dane yang baru memasuki ruangan ini karena sudah lama tidak di kunjungi nya.


" Kau mencampurkan bisa King Kobra dengan cairan X 0.2 dengan cairan B 0.3 lalu cairan A dengan cairan C sebanyak 0.6. terakhir kau memasukan Senyawa Y untuk menyempurnakan nya. Maka racun mu itu tidak akan bisa di deteksi jika korban nya belum meninggal selama 24 jam dan setelah nya baru muncul tanda tanda nya. Seperti bintik bintik dan tubuh akan membiru dan membusuk. Oh iy, Jangan lupakan cairan E yang kau gunakan bisa saja memunculkan gejala nya. jika mereka teliti, Sayat lah daging korban dan jemur di bawah sinar ultra violet selama 1 jam, maka akan terlihat disana bahwa korban terkena racun yang kau buat. " Penjelasan Dave membuat Opa Jack melongo.


Bocah itu menjelaskan nya dengan sangat luar biasa.


" Oh God ! Ello, Anak mu menyeramkan sekali. " Gumam Opa Jack saat melihat wajah sengak dari Dave yang menatap Dane dengan tatapan sengit.


" Bagaimana jika kau salah ?" Tantang Dane lagi.


Dave hanya menyeringai saja.


" Jika aku bisa membuktikan nya, Apa yang akan ku dapatkan ?" Tanya Dave menantang Dane.


" Woho...aku suka ini !" Gumam Opa Jack senang.


Dia akan melihat pertarungan dari Uncle dan keponakan nya itu.


Mereka sama sama dingin dan hampir sama, Hanya wajah saja yang beda .


" Apa yang kau inginkan ?" Kini Dane yang bertanya balik pada Dave dengan gaya angkuh nya.



" Aku ingin ruangan ini ! Semua nya !" Dane hanya tersenyum saja.


" Waktu mu hanya 2 jam !" Dane memberi waktu pada Dave.


" Forty Five Minutes. " Jawab Dave dengan gaya angkuh nya.


Apa ini ? Dane saja membutuhkan waktu 1jam 5 menit untuk menyelesaikan nya lalu Dave meminta 45 menit ?


" See ? good luck bro !" Dane meninggalkan Dave di ruangan itu.


" Aku percaya pada mu. Jika kau menang dari Dane, Aku akan mengajak mu ke pabrik Kita. Aku tau kau pasti penasaran dengan pabrik racun serangga dan pupuk pupuk untuk tanaman bukan ? Kalah kan Dane dan aku akan memberikan mu hadiah lain nya. "

__ADS_1


" Oke !" Jawab Dave pada Opa Bule.


...❤️❤️❤️...


__ADS_2