
Hari ini adalah hari kepulangan Senja dari rumah sakit, Dan hari ini pula Mereka akan mulai tinggal satu atap di rumah Utama milik Keluarga Grey.
Hal yang di takut kan Renatta adalah saat membayangkan waktu Jery berbagi dengan nya.
" Ayo sayang...Aku bantu..." Jery mulai terbiasa dengan panggilan sayang nya pada Senja yang sedang mengandung itu.
Jery langsung menggendong Senja dan mendudukan nya di kursi roda.
" Aku bisa jalan. Lagi pula aku hanya hamil buka lumpuh. " Masih saja bersikap ketua pada Jery
Lagi lagi Jery hanya membuang nafas nya berat.
" Honey..." Renatta datang menyambut kedatangan Suami nya berserta Madu nya itu.
Sejenak Renatta melihat ke arah Senja dan mulai akting nya.
" Ayo ke kamar kita, Aku sudah merindukan Permainan panas kita di kamar Mu, Kau tau bukan bagaimana kau selalu puas dengan ku. " Senja hanya menatap nya dengan tatapan jijik.
Jery melihat ke arah Senja yang merasa tidak nyaman karena Tingkah Renatta.
" Ree, Itu hal pribadi. Jangan mengumbar nya. " Jery melepaskan lengan Renatta yang masih bergelayut manja di lengan nya.
" Tapi kamar kita sangat besar sayang, Kamar Utama kan hanya tiga di atas. " Pikir nya Senja akan menempati kamar tamu di bawah.
Karena di atas hanya ada tiga kamar utama, Kamar Mama dan Papa Bule, Kamar Jery dan Kamar terlarang milik Glenka.
" Aku lelah Tuan ! Bisa antar aku ke kamar ku ?" Tanya Senja yang masih di kursi roda
Mau tidak mau di harus mengikuti permainan Renatta bukan ?
" Baik lah, Ayo. " Jery mendorong Kursi roda milik Senja hingga berhenti di ujung tangga.
Renatta menatap heran mengapa Jery berhenti di ujung tangga ? Dan ternyata Jery menggendong Senja untuk naik ke atas.
Senja yang di gendong Jery pun menyungging kan senyuman nya sambil memberikan jari jempol nya lalu di balik ke bawah untuk mengejek Renatta.
" Honey, Mau kau bawa kemana Dia ? Aku tidak rela jika dia menempati kamar kita. " Renatta masih mengikuti Langkah Jery yang masih menggendong Senja hingga sampai ke atas.
" Lalu Nyonya kira aku sudi tidur di ranjang bekas kalian ? Menjijikan !" Balas Senja.
" Buka pintu nya Sayang..." Jery berkata lirih di telinga Senja agar Renatta tidak mendengar nya memanggil sayang
Entah lah, Jery suka saja memanggil Senja dengan kata sayang.
" Honey ! Itu kamar Glenka bukan ? Nanti Mama bisa marah !" Renatta tidak tau bahwa mulai sejak Senja menginjakan kaki nya kerumah ini, Kamar keramat itu menjadi kamar milik nya.
" Kamar ini di hadiah kan Papa untuk Senja Ree. " Ucap Jery sekena nya saja.
Setelah meletakan Senja di tempat tidur nya Jery kembali mengatur nafas nya karena mengendong Senja dari lantai dasar ke lantai dua.
Renatta benar benar iri. Senja bisa menempati kamar semewah ini ? Kamar terlarang bagi nya dulu ? Dan sekarang Senja menempati nya ?
Kamar ini sangat mewah dan Elegant, dengan dekorasi Putih dan cream serta coklat muda yang menambah kesan Mewah tersendiri.
Beda dengan kamar Jery, yang terkesan Manly dan gelap. Karena lebih dominan warna abu abu dan Dark.
" Bisa keluar ? Aku ingin istirahat. !" Ucap Senja menyindir seseorang
" Baik lah, Aku keluar. Istirahat ya. Panggil pelayan atau aku jika ingin sesuatu. !" Sebenar nya Jery masih ingin menemani Senja, Namun Seperti nya Senja enggan bersama nya.
Jery bersiap keluar dari kamar Senja bersama Renatta tapi tangan nya di cekal oleh Senja
" Temani aku tidur siang, Aku tidak bisa tidur jika tidak di temani, Biasa nya Mama yang menemani ku. !"
Betapa panas nya hati Renatta mendengar permintaan Senja . Bagaimana bisa dia memonopoli Jery ? Biasa nya Jery akan mengutama kan diri nya di atas segala nya, Dan sekarang ?
__ADS_1
" Maaf Ree, Aku temani Senja dulu ya. " Jery meminta izin pada Renatta, Dan Senja ?
Dia kembali mengejek Renatta yang saat ini menatap nya dengan tatapan kesal.
" Ya. Aku akan keluar. " Tanpa menunggu respon Jery Renatta langsung keluar dari kamar Senja dan membanting keras pintu nya.
Jery kaget saat mendengar bantingan pintu yang begitu keras disana lalu beralih ke arah Senja.
Secepat kilat Senja juga merubah ekspresi nya di hadapan Jery.
" Keluar lah Tuan. Aku tidak ingin menganggu mu dan. Nyonya Renatta. " Senja pira pura bersedih
Memang dia merindukan Jery, Eh ralat, Tapi dia gengsi sih.
" Sudah, Renatta urusan ku. Sekarang ayo tidur. " Jery merebahkan tubuh seksi Senja dan ikut berbaring disana sambil mengelus perut Senja yang sedikit membulat itu hingga Senja benar benar tertidur.
" Aku menginginkan kehangatan mu. Namun kau masih rentan. Jika bisa tolong berikan aku kehangatan itu lagi. " Jery masih ingat bagaimana rasa nya berbagi kehangatan dengan Senja dan sangat Nikmat bagi nya.
Setelah Senja benar benar tertidur, Jery bergegas keluar dari kamar Senja dan mencari pelayan.
" Bereskan Koper milik ku dan susun di Lemari Kamar Senja. " Titah nya.
Sementara Papa dan Mama Bule hanya menatap nya biasa saja. Mereka ingin tau siapa yang benar benar bisa mengurus Jery dan menyayangi nya.
" Pa, Ma titip Istri Jery ya...Jery harus ke kantor dulu. Ada pekerjaan dan Meeting. " Pamit nya Jery.
Papa Jack hanya menatap nya datar tanpa ingin memulai percakapan dengan nya.
" Iya, Hati hati di jalan Sayang. " Mama Claire mencium kening Putra nya itu
" Jery berangkat. Hubungi Jery jika Senja mencari Jery. Oh Ya Pa, Nanti atau mungkin besoj ada orang yang akan merenovasi Rumah ini. Jery ingin membangun Lift untuk Mempermudah Senja, Maaf tidak meminta saran lebih dulu. " Dan Jery pun bergegas pergi menuju Kantor nya.
Sejenak Jery merasa masalah beban nya berkurang dengan Renatta yang sudah mengetahui tantang Senja. Tapi masih sepertu ada yang mengganjal lagi.
Tapi apa ? Batin nya Jery.
Hari sudah sore, Senja sudah bangun dari tidur nya dan memberikan diri. Bahkan dia juga mulai berhias, Pertempuran ini akan sangat sengit bukan ? Renatta adalah orang berkelas dan High Class. Jadi Senja juga memilih untuk berhias agar Jery melirik nya bukan ?
Senja saat ini sedang duduk di taman menikmati sore hari nya Sendirian.
Namun tiba tiba datang wanita yang tidak di ingin kan nya hadir di sore hari nya
Mencoba mengabaikan nya, Senja bersikap acuh dan lebih memilih bermain ponsel nya.
" Ck, Kau susah merasa menang dari ku ya ? Kau merasa hebat bisa memanfaat kan Jery ?" Renatta bicara dengan angkuh nya.
Senja masih sama tidak menganggap nya disana. Lantas dia semakin emosi.
" Hey Jallang ! Aku bicara pada mu. " Bentak Renatta mencekal tangan Senja.
" Ku ingat kan pada mu ! Jery hanya milik ku. Kau akan di tinggalkan nya setelah kau melahirkan anak anak sialan itu !"
Senja hanya menatap nya dengan tatapan tak kalah tajam nya dari Renatta lalu tanpa Renatta duga, Senja menghubungi Jery.
Senja marah saat anak anak nya di katakan anak anak sialan ! Namun dia akan membalas Renatta nanti.
Tersambung! Jery sudah mengangkat ponsel nya yang di hubungi Senja .
" Ya Sayang ?" Suara pertama Yang di dengar Renatta adalah Jery memanggil Senja Sayang lagi ?
Sengaja ? Senja sengaja Mengeras kan Volume ponsel nya dan mengaktiv kan mode Speaker nya.
" Tuan, Apa anda sibuk ?" Tanya Senja sengaja di buat Manja.
" Bisa kah jangan memanggil ku Tuan Senja ? Maksud ku, Kita kan suami istri, Panggil lah sewajar nya. " Pinta Jery lagi.
__ADS_1
Senja semakin mengejek Renatta disana.
" Boleh kan aku memanggil mu dengan Mas ?"
" Itu lebih baik Sayang. " Kata Jery. Jery sudah merasa di atas awan saat ini.
Pikir nya Senja mulai luluh dengan pesona nya.
" Mas, " Panggil Senja lagi.
" Ya Sayang ?"
" Senja mau tanya, Madu manis gak ?"
Jery sedikit heran disana dengan pertanyaan Senja namun dia juga menjawab nya
" Manis sayang, Madu itu manis. " Jawab Jery mantap.
" Apa Mas suka Madu ? "
" Suka sayang, Madu itu manis dan nikmat seperti kamu. !" Jery mencoba menggoda Senja tanpa tau maksud dari Senja.
" Benar kah ? Jadi mas suka Madu ? Jadi aku itu kayak Madu ? Manis dan nikmat ?" Pancing Senja lagi.
" Iya Sayang. Kamu itu Madu paling Nikmat di Dunia ini. " Senja tersenyum senang disana.
" Nanti beliin Waffle rasa Coklat ya Mas, Mau Buah Strawberri juga yang banyak. " Rengek nya Manja.
" Iya sayang, Yaudah, Mas kerja dulu ya ... "
" Iya Mas. Senja tutup dulu ya telepon nya. Ada Ratu yang hampir terbakar disini. !" Kata Senja.
" Ratu ? Siapa Ratu sayang ?" Tanya Jery penasaran.
" Ahh...Bukan apa apa Mas. !" Jawab Senja meyakin kan Jery. Jery pun mengerti alasan Senja.
" Dada Mas. "
" Da Sayang..."
Tut !
Panggilan berakhir. Senja melirik ke arah Renatta yang sudah memerah padam menahan emosi dan kekesalan nya.
" Dengar bukan ? Sang Ratu kalah Dengan Madu ! Karena dimana mana Madu itu Memang manis ! sekali pun itu madu hutan dan madu hitam ! Yang nama nya Madu tetap akan ada Manis manis nya !" Senja mengejek Renatta.
" Bahkan Madu juga bisa menjadi pemantik Api dan siap membakar sesuatu yang memang harus di hangus kan!" Lanjut nya lagi.
" Berani nya kau !" Renatta sudah menggeram disana sambil mencengkram erat tangan Senja hingga memerah.
Senja membiarkan nya saja. Dia akan melihat seberapa jauh Renatta berani menyakiti nya!!
...🤣🤣🤣🤣🤣...
Nah kan Nah kan ?
Hayo Loh, Madu itu memang manis Ya Renatta !!
Jangan berani berani main sama Madu. Karena Madu juga bisa membakar dan memantik api.
Bentukan Rumah Utama di Indonesia yakkk 🤣🤣
Lain lagi yang di Jerman ❤️
.Dah lah, Follow aja yuk ige ibuk @amelia_falihsa1511 ❤️
__ADS_1