Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Misi


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Davio dan Davian akan menjalankan misi mereka.


Misi dimana mereka akan di ajak ke mall untuk jalan jalan, bersama Mami mereka.


Tidak dengan sang Mami, mereka hanya di temani pelayan dan penjaga.


" Ayo Kak Dave, Cepat. kita akan keluar dari rumah. Sudah seminggu kita disini , aku ingin melihat Mall disini. Di Guarda tidak ada Mall, Ayo aku ingin membeli mainan kak. " Ajak Davian berseru heboh pada kakak nya.


Tapi David hanya diam dengan wajah datar nya saja.


" Jangan banyak berulah, Mami sedang di kantor selama Opa sakit, Jadi jangan membuat masalah. "


" Iya kak..." Jawab Davio dan Davian.


Kini mereka memasuki mobil dan menuju mall ternama di kota J dengan pengawalan dari Opa Sanjaya .


" Eahh...besar sekali mall nya kak, Ayo kita belanja. " Mereka memasuki toko mainan, Sampai Davio menjalankan rencana nya nya untuk kabur bersama Davian saja, Karena jika membawa David akan susah nanti nya.


David tidak akan mau ikut bersama mereka.


Dan Misi pun di mulai. Saat David tengah menatap mainan disana, Dia kehilangan jejak adik adik nya dan para pengawal juga tidak melihat mereka.


" Dimana kalian Davio ? Davian ? Kalian membuat masalah dengan ini semua. " David hanya bisa menghela nafas nya berat saat ini.


Ini lah kecurigaan nya selama perjalanan tadi, Karena kedua adik nya bersikap biasa saja layak nya anak baik yang biasa nya mereka akan berisik bahkan menurut David mereka sangat berisik dan mengganggu ketenangan nya.


" Telpon Mami, Katakan Pada Mami bahwa kedua adik ku hilang. Aku tau dimana tujuan mereka saat ini. " Pengawal langsung menuruti keinginan Sang Tuan Muda.


Cucu dari Bos besar mereka.


Dan David langsung menuju tempat yang mungkin di tuju kedua adik nya.


Dan saat ini, Disini lah Davio dan Davian, Berada di depan gedung besar nan tinggi serta mewah milik keluarga Papi nya.


" Vio, Aku takut, Bagaimana jika kita di usir ?" Di antara mereka bertiga Davian lah yang paling penakut disini .


Dia takut berhadapan dengan banyak orang, Ya karena memang mereka jarang berinteraksi dengan dunia luar.


Maka Davian agak takut dengan dunia luar.


" Tenang, Ada aku oke. Ayo kita masuk. " Davio menggandeng tangan Davian untuk masuk ke kantor besar itu.


Mereka menuju resepsionis, Dan saat sampai disana mereka di tatap dengan aneh oleh orang orang sekitar nya, Bahkan mereka berkumpul mengelilingi kedua bocah itu saat mereka bertanya apa ada pria yang bernama Danello Wilton Grey ? Yang mereka sebut dengan kata Papi ?


Mereka semua kaget, Dimana dan dari mana anak anak ini ? Siapa pun akan tau bahwa mereka adalah duplikat sang bos Dealler ternama di Negara ini.


Bahkan cabang Dealler dan bengkel bengkel nya tersebar luas di luar dan di dalam pulau.


Bahkan kabar nya juga berada di luar negri sana.


" To-tolong panggilkan Papi kami, Ka-kami hanya ingin mencari Papi kami..." Davian sudah menangis di dalam dekapan Davio.


" Tapi Mr, Ello tidak di tempat. Saat ini keluarga tengah menyiapkan pesta pertunangan Mr, Ello dan hanya ada Mr, Daniel saja. beliau sedang berada di luar. " Jelas sang resepsionis.


Davian semakin menangis, Mereka sudah takut, Jika saja mereka menurut dengan David ini semua tidak ada terjadi.

__ADS_1


Mereka benar benar menyesal.


Saat Davio dan Davian tengah berpelukan, David datang bersama pengawal nya menyibakan gerombolan orang orang itu.


" Apa yang kalian lakukan pada adik adik ku ?" Mereka semua kaget saat mendengar suara lantang dari seorang bocah lagi.


Dan ini wajah nya lebih parah lagi, Ini adalah real Mr, Danello sang casanova perusahaan ini.


Mereka semakin yakin bahwa ketiga anak kembar yang di duga mereka adalah benar benar anak Mr. Danello.


" Kak Dave..." Davio dan Davian langsung berlari dan memeluk David kakak nya.


Mereka bersyukur telah di jemput oleh David dan mereka benar benar menyesal saat ini.


" Ayo pulang..."


" Ada apa ini ?"


Deg ?


Mereka kaget saat melihat sosok pria bertubuh tinggi tegap dan putih bersih dengan wajah yang pernah mereka lihat di laptop kemarin.


" Uncle Daniel ?" Ucap Davian dengan lirih.



Merasa nama nya di panggil, Daniel melihat ke arah sumber suara.


Deg !


Jantung nya seakan mau melompat dari tempat nya saat melihat wajah ketiga anak anak di depan nya saat ini yang tengah berpelukan.



Gumam Daniel dalam hati nya, Dia melihat wajah ketiga bocah itu dan siapa pun akan tau bahwa mereka adalah benih dari Ello.


Daniel langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Ello.



" Aku tunggu kau dirumah, Jika dalam waktu 30 menit kau tidak pulang, Maka jangan salah kan aku jika aku menghancurkan Dealler mu itu. "


Tut !


Daniel langsung memutuskan sambungan telepon nya saat itu juga.


Lalu dia beralih pada ketiga anak anak itu, Dan berjongkok di hadapan nya.


" Hey, siapa nama kalian ? Kenalkan Aku Daniel dan kalikan semua. " Hardik nya pada para karyawan.


" Bubar !!!" Mereka langsung membubar kan diri karena Mr. Daniel sudah memberikan perintah.


Daniel kembali ke pada ketiga anak itu.


" Kenalkan, Aku Daniel. Kalian siapa ?"

__ADS_1


" Maaf, Kami tidak mengenal mu. " Jawab David dengan ketus.


Daniel hanya menyunggingkan senyuman nya saja. Anak ini sangat dingin, Seperti diri nya.


" Ayo, Kita Pulang, Mami pasti mencari kita saat ini. " David kembali membawa adik adik nya untuk pergi.


Namun Davian menggeleng ,


" Tapi Papi kak..." David memejamkan mata nya.


" Kalian ingin bertemu Papi kalian bukan ? Maka ayo ikut aku. "


" Benarkah Uncle ? Kami bisa bertemu Papi ?"


" Davian ? " Sentak David.


" Kak, Plis..." Daniel melihat bagaimana juga David melindungi adik adik nya seperti dia dulu melindungi Ello dan Juga Lila.


" Ayo, Aku tau kalian pasti merindukan Papi kalian. Ayo ikut kerumah kita akan bertemu dengan Papi, Jadi aku akan membawa kalian. "


" Apa Uncle bisa di percaya ?"


" Apa aku kurang meyakinkan ?" Tanya Danie balik.


" Ayo Uncle, Kami sudah mengirimi Uncle pertemanan di sosial media, Tapi kenapa tidak di terima ?" Tanya Davio kali ini.


" Davio, Tapi Mami---"


" Kalian bisa hubungi Mami kalian nanti, Sekarang ayo kita pergi. " Daniel membuka pintu mobil nya dan dengan segala negosiasi nya, Akhir nya David mau ikut demi adik adik nya.


Saat sampai dirumah itu, Mereka kembali berdecak kagum, Rumah ini lebih besar dari rumah Opa Sanjaya , Apa Papi mereka lebih Kya lagi ?


" Mom, Dad...Dane pulang..." Semua mata memandang ke arah kedatangan Daniel.


" Oh, God, Apa ini Jack ? Ini Ello bukan ?" Opa Bule hanya menatap bagong ke arah ketiga anak yang di bawa Daniel.


" Si-siapa kalian nak ? Ke-kenapa wajah kalian sangat mirip dengan anak ku ?" Wanita berwajah Asia seperti Mami mereka menangis saat menatap mereka.


Jery, Menatap ketiga anak bule disana, Dan wajah itu adalah benar benar wajah Ello.


" Dimana kau ??? Jika kau tidak segera sampai dirumah aku akan---"


" Ada apa Dad ? Kenapa kalian berisik sekali ?"


Pllak !


" Mom ?" Pekik Ello kaget saat tiba tiba Dia di tampar Oleh Mommy nya.


" Katakan apa ini El ??? Apa ini nak ??? Kau membuat Mommy kecewa..."


" Mom ? Apa maksud nya Ello tidak ---" Bola mata Ello mendelik sempurna saat melihat ketiga anak laki laki di hadapan nya.


" I-ini tidak mungkin, Siapa kalian ? Ke-kenapa wajah kalian mirip dengan ku ???"


" Danello Wilton Grey !!!" Sentak Senja pada putra kedua nya.

__ADS_1


Dia marah dengan Ello yang seakan tidak mengakui ketiga anak itu.


...❤️❤️❤️ ...


__ADS_2