Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Pulang


__ADS_3

Ello benar benar pulang, Dia ingin melihat keadaan Mommy nya yang sedang sakit.


Mau tidak mau dia memang harus pulang, Walau berhadapan dengan Sang Daddy nanti nya.


" Buu, Jangan marah. Aku hanya akan pulang sebentar dan kembali lagi. Jangan bersedih oke. " Ello masih terus memeluk Bulan setelah sesi percintaan panas mereka barusan.


Ello benar benar gila menghabisi Bulan malam ini, Dia entah lah.


Rasa nya sangat menyenangkan bermain dan berkeringat bersama dengan Bulan.


Nikmat dan bergairah ! Parah...


" Buu, " Ello menjauhkan dan mendorong sedikit menjauh bahu Bulan agar bisa melihat dengan jelas wajah kekasih nya itu.


" Ssttt, Don't Cry Buu, Plis..." Pinta Ello dengan tulus.


Dia tidak sanggup melihat wanita cantik itu menangis dan mengeluarkan air mata nya.


Rasa nya berat sekali untuk pergi dan meninggalkan kekasih nya itu.


Seakan jika dia pergi mereka akan terpisah lagi dan Ello tidak ingin itu kembali terjadi pada mereka.


Ello tidak sanggup lagi jika harus bertahan dan menunggu serta mencari lagi.


Ello tidak sanggup.


" Apa jika kamu pergi akan kembali lagi ?" Tanya Bulan menatap sendu ke arah wajah Ello.


Ello tertegun melihat nya.


" Buu, Lihat aku dan rasakan cinta ku. " Ello menangkup kedua sisi wajah Bulan dan memberikan ciuman di bibir kekasih nya itu.


Mereka saling melummat dan memejam kan mata nya menikmati setiap rasa yang ada.


Rasa yang membuncah dan membeledak di sanubari.


" Kau percaya bukan ? Bahwa aku mencintai mu ? Kau bisa merasakan nya Buu. " Ello mengelus pipi mulus itu dan kembali memberikan kecupan di puncak hidung pancung sang Bulan.


" Aku mencintai mu El, Aku mencintai mu..." Ucap Bulan dengan lirih.


Dia memeluk Ello dengan erat sampai dada kedua nya saling bertemu dan menempel erat.


Demi Tuhan, Ello tidak kuat untuk ini !


Ini godaan sekali untuk nya.


Dada lembut Bulan yang besar, Aahh...Rasa nya Ello ingin melahap habis melon kembar itu sampai sang pemilik Raga mendesahh dan berteriak akan rasa nikmat itu.


Namun kembali lagi, Ello sudah bermain jauh tadi, Menggempur Bulan hingga sang Rembulan mengeluh lelah dan bercucuran keringat nya.


Ahhh...Ello masih ingat bagaimana Bulan bergerak di atas nya tadi, Dengan Melon kembar yang luar biasa seksi nya.


Oh, Satu lagi kawan ! Jangan lupakan ekspresi Frustasi Bulan saat Ello dengan nakal memainkan Pucuk melon kembar itu hingga sang pemilik mengerang dengan kenikmatan nya.


" Tidur lah Buu, Besok kita harus ke Airport, Atau kau ingin kita kembali bermain ? Aku rasa aku masih sanggup bermain bersama mu sekali lagi. "


" Aku lelah El..." Jawab Bulan dengan Lirih.


Ello paham dan dia hanya tertawa saja.


" Its Oke, Juts Kidding Buu. "

__ADS_1


" I Love You El..."


" Ya ! But I Love You So Much Buu..."


Cup


Untuk terakhir kali nya Ello mencium kening Bulan dan mereka terlelap dalam damai nya malam ini.


Percintaan mereka tadi sungguh sangat luar biasa dan Ello mengakui kenikmatan atas apa yang di berikan Bulan pada nya.


Mereka benar benar tertidur malam ini dengan damai dan penuh cinta.


Berbagi kehangatan dengan saling memeluk hingga pagi datang.


Huh ! Bulan menatap sendu kearah kekasih nya yang kini bersiap untuk pergi pulang kerumah nya.


Ada rasa berat dan tidak rela yang di rasakan nya saat ini.


" Buu, Aku akan pulang sayang..."


" Ya. "


" Buu, Hey...Plis..."..


" Yasudah, Ayo bersiap. " Ello tau.


Bahwa Kekasih nya itu tidak baik baik saja saat ini.


Itu terlihat dari cara nya bicara dan menatap nya. Seolah tidak rela melepas nya untuk pergi.


Padahal dia akan kembali bukan ? Tidak ! Ello pasti akan kembali.


" Aku ada kelas hari ini. Maaf. " Jawab Bulan dengan lesu.


" Oh, Oke. Save Flight El..." Ello mengangguk saat Bulan melepaskan kepergian nya di depan pintu Apartemen.


Ello mengangguk dan pergi meninggalkan Bulan.


Sebenar nya juga dia tidak rela, Tapi apa boleh buat. Mommy nya juga sedang sakit, Dan membutuhkan nya bukan ?


Klek...


Pintu di tutup Bulan dan dia luruh begitu saja di lantai bersandar di pintu.


Dia menangis melepas Ello dengan tangisan walau berat.


Sementara Ello masih berdiri di depan pintu pin merasa kasihan, dan bersedih.


" Buu, Aku pergi, Jaga diri baik baik sayang. Aku mencintai mu. Aku akan segera kembali Buu, Aku akan kembali sayang. "


Sesak !.


Bulan memukuli dada nya yang terasa sesak.


Sesak sampai rasa nya leher nya tercekik menahan tangis.


" Aku pergi Sayang...I Love You. " Ucap Ello sekali lagi sebelum dia benar benar pergi meninggalkan nya.


Ello sudah pergi dan berangkat dengan pesawat nya.


Menempuh waktu perjalanan lebih dari 20 jam, Akhir nya Ello sampai di Negara sang Mommy.

__ADS_1


Negara kelahiran nya, Tanah air tercinta Indonesia Raya.


Menghirup dalam udara penat Ibu Kota, Ello menghela nafas nya berat.


Ingin menghubungi Bulan ponsel nya Lowbet, Akhir nya dia memutuskan untuk langsung kerumah besar keluarga Grey.


Untuk pertama kali nya lagi, Setelah pertengkaran nya dengan sang Daddy, Ini adalah pertama kali nya lagi dia memijak kan kaki nya dirumah ini.


Huh !


Ello menghela nafas nya berat sebelum masuk kerumah besar itu.


" Selamat Datang Den Ello..." Sapa Bik Nah sang sesepuh rumah besar ini.


Bik Nah adalah kesayangan nya anak anak Jerry dan Senja.


Ello datang dan masuk ke dalam pelukan Bik Nah, Baik Bik Nah Mau pun Ello, Mereka sama sama menumpahkan rasa rindu nya.


Saling memeluk dan menumpahkan rasa yang ada


" Aden sehat Den ? kenapa lama sekali tidak pulang ?" Tanya Bik Nah setelah melepaskan pelukan mereka.


Ello tersenyum disana.


" Bibik sehat kan Bik ?" Ello enggan menjawab pertanyaan dari Bik Nah saat ini.


" Bibik sehat Den, Ayo masuk. Nyonya Senja di dalam. " Ello mengangguk dan masuk bersama dengan Bik Nah.


" Nyonya..." Panggil Bik Nah saat melihat Senja sedang duduk di ruang keluarga bersama Opa dan Oma Bule.


Senja melihat ke arah Bik Nah dan betapa terharu nya dia saat melihat putra yang sangat dirindukan nya kini sudah berapa di hadapan nya.


Air mata itu tak dapat lagi di bendung oleh nya


Tumpah dan langsung berjatuhan saat melihat tubuh tegap berotot itu, Ello nya sudah berubah menjadi Pria dewasa dengan tonjolan tonjolan otot di lengan kekar nya.


Rambut Pirang itu, Itu adalah garis keturunan dari Gen Jerry, Itu semua milik Jerry suami nya.


Senja langsung bangkit dan memeluk putra nakal nya itu.


" Mom, Kenapa menangis ?" Senja tidak memperdulikan lagi pertanyaan Ello.


Dia terus menangis dan menumpah kan rasa rindu nya.


Rasa rindu pada sang anak yang telah lama tidak menemui nya, Bahkan hanya bertukar kabar pun Ello enggan.


Hebat bukan ?


Dan Ello bisa bertahan di Negara Liberal itu tanpa bantuan dari Daddy nya ?


Senja harus mengakui itu! bahwa tekat gigih Ello mungkin turunan dari diri nya.


" Mommy rindu El, Mommy rindu nak, Kenapa nakal sekali hingga tidak mau menerima panggilan Mommy ?" Senja terus menumpahkan perasaan sedih bahagia dan haru nya


Ello melepas pelukan nya dan menghapus air mata sang Mommy.


" Ello sudah disini Mom, Ello sudah pulang. "


" Iya, Karena Mommy sakit..." Jawab Senja marah.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2