Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Harus Bisa Terima


__ADS_3

Setelah memastikan Senja tertidur dengan lelap, Jery bergegas ke kamar Renatta, Melihat apakah istri Pertama nya sudah tidur ? Dan ternyata belum tidur.


Renatta masih bermain dengan ponsel nya, Apa yang di lihat nya ? apalagi jika bukan Belanja belanja dan belanja nya.


" Kenapa belum tidur Ree ?" Tanya Jery yang ikut bergabung bersama istri nya.


Jery melihat ke Ponsel istri nya dan hanya bisa menghela nafas nya.


Jika sudah belanja, Renatta tidak pernah Ingat daratan. Pasti selalu kalap.


" Oh iya Honey, Besok aku ada acara arisan jadi aku minta Black Card kamu ya. " Pinta Renatta sudah bergelayut manja di lengan Jery.


" Kartu kamu kemana ? Terus kemarin aku juga baru lihat tagihan nya. Kamu mengeluarkan uang sebanyak 400 juta untuk apa ?" Tanya Jery.


" Kenapa kamu jadi banyak tanya Honey ? Aku cuma beli Tas baru aja kok. "


" Tas lagi Ree ? Untuk apa barang sebanyak itu ? Kamu lihat ruang ganti kamu ? Semua hanya di pajang. Bukan untuk kamu pakai. Dan satu lagi. Aku tidak suka kamar kita menjadi konsumsi publik Ree. Setiap kamu arisan, Kamu selalu membawa teman teman mu masuk kamar. Memamerkan semua isi koleksi kamu iya ? bahkan apa kamu tau ? Jam tangan ku hilang satu ? Tidak kan ? Kamu gak pernah tau apa pun itu yang menjadi barang milik ku. Kamu hanya tau barang milik kamu tanpa tau barang milik ku. !"


" Honey, Bukan begitu maksud ku. aku hanya...hanya..."


" Hanya ingin terlihat luar biasa ? Kamu ingin menunjukan kepada teman teman mu bahwa kau Itu di atas mereka ? Kau tau Ree ? Istri dari Tuan Gale Thominshon Jade ? Di kantor nya istri nya hanya memakai pakaian sederhana walau aku tau berapa harga nya. Bahkan juga dia hanya memakai Tas seharha 10 juta yang menurut mu sangat murah. Kau tau seberapa Kaya Tuan Gale ? bahkan Dia lebih di atas ku . Lalu kau tau sewaktu aku menghadiri Acara Para pengusaha ? Asian Face Businessman ? Istri nya orang terkaya di Korea Nyonya Young dan Putri nya Yang juga istri pengusaha Kaya ? Mereka tidak seheboh kamu. !"


Renatta kaget dan terkejut saat Jery berkata Dia Heboh ? Kenapa baru ini dia mengkritik semua yang di lakukan nya ? Kemarin kemana saja dia ?


" Kau tau Ree ? Bahkan saat ini aku seperti tidak mengenal istri ku lagi. Terkadang aku sempat berpikir apa kamu benar benar Renatta ku ? Tapi sayang nya kamu benar benar Renatta ku ! Dan aku harus akui itu !"


Deg !


Renatta kaget bukan main, Apa maksud Jery ? Apa dia tau yang sebenar nya ?


" Honey Maaf kan aku Honey...Maaf kan aku. Aku bersalah ! Maaf kan Aku Jery. " Renatta mencoba merayu Jery bahkan saat ini dia sudah melummat bibir Jery.


Biasa nya Jery akan luluh jika mendapat sentuhan dari nya, Maka semakin kesini Jery semakin berbeda dan tidak mudah terpancing lagi dengan nya.


" Maaf Ree, Aku lelah. Bisakah kita tidur sekarang ? " Jery langsung menarik selimut dan memejam kan mata nya.


Begitu juga Renatta, Dia juga ikut memejam kan mata nya sambil memeluk Jery dari belakang.


Cukup lama Jery membiarkan Renatta memeluk nya sampai benar benar tertidur baru lah Jery membuka. mata nya lagi.


" Maaf kan aku Ree, Aku akan memastikan semua nya. " Lalu Jery keluar dari kamar Renatta dan kembali ke Kamar Senja.


Ceklek...


Saat membuka pintu kamar Senja Jery kaget saat melihat istri nya itu sedang duduk bersandar di kepala tempat tidur nya.


Jery langsung menghampiri Senja disana dan menanyakan apa yang terjadi.


" Kenapa bangun sayang ? Kamu lapar ? Atau ingin sesuatu ?" Tanya Jery sambil membelai pipi Gembul Senja.


Senja hanya menggeleng saja. Gengsi nya masih setinggi langit. Mana mau dia bilang dia terbangun karena tidak ada Jery. Dia menyukai aroma tubuh Jery yang menenang kan nya.


" Jadi kenapa bangun ? " Tanya Jery lagi.

__ADS_1


Kini dia sudah mendekap Senja dan mengelus perut bulat itu.


Jery terkikik Geli saat mengusap perut Senja, Dia masih belum terbiasa dengan itu, Dengan kehadiran ketiga calon anak anak nya.


" Kenapa ?" Tanya Senja ketus melihat Jery.


Jery langsung mengulum senyum nya disana. melihat Istri nya merajuk.


" Tidak ada. Hanya senang saja. "


" Kenapa harus senang ? Baru keluar dari Kamar Nyonya Renatta ? iya ? Lalu kenapa kembali kesini ? "


" Merindukan Istri Muda. Memang nya salah ?" Jery berusaha menggoda Senja.


" Is males ih sama Kamu. Nyebelin ." Senja langsung merebahkan diri nya memunggungi Jery.


" Jangan marah Mommy Cantik, Besok kita beli ice cream mau ?"


" Janji ?" Tanya Senja sambil berbalik ke arah Jery.


Jery mengangguk dan menautkan Jari kelingking nya dengan jari milik Senja.


" Beri aku ciuman. Maka aku akan mengabul kan keinginan kamu. "


" Gak mau ih. Mas mah curang. " Senja kembali merajuk dan memunggungi Jery.


" Ya sudah. Besok aku pergi dengan Renatta saja. " Mati lah kau Jer.


Senja tidak bisa di pancing seperti itu. Jiwa Ketus nya kembali keluar dan hilang sudah Jiwa manis dan manja tadi.


Namun sayang, Senja tidak juga merespon nya.


" Sayang...Senja...Maaf kan Mas ya...Jangan marah lagi oke. Besok kita ke Pabrik Ice cream nya mau ? Kita borong Ice cream nya. Kita beli satu Box besar mau ? atau Mau apa ? Makan bakso lagi ? Makan pecel ? Atau sate ? Siomay ? Rujak atau apa ?" Jery mencoba menawar kan sesuatu pada Senja.


Tapi sayang, Yang di tawar kan sama sekali tidak menjawab nya. Sama sekali tidak merespon nya...


Ternyata Senja sudah tertidur karena merasa nyaman dengan usapan usapan tangan besar Jery.


Mungkin anak anak mereka sangat menginginkan sentuhan dari Daddy nya. Hingga di tinggal Jery sang Mommy langsung bangun dari tidur nya...


" Tidur yang Nyenyak anak anak, Daddy sayang kalian semua. Juga Mommy kalian. "


Cup


Jery mencium bibir Senja dan ikut tertidur bersama di tempat tidur yang sama dan selimut yang sama lagi. Jery Benar benar merindukan saat saat bersama Senja.


Pagi hati sudah tiba, Senja yang terbangun duluan langsung turun dari tempat tidur langsung bergegas ke kamar mandi, Dia merasa perut nya mual lagi dan kembali memuntahkan semua isi perut nya.


Jery yang kaget langsung melompat dari tempat tidur nya berlari menuju kamar mandi.


Disana Jery sudah melihat Senja bercucuran air mata karena menahan gejolak di dalam perut nya.


" Sabar yw sayang...Maaf kan aku...Maaf kan aku..." Jery memeluk Senja dan mengelus punggung nya dengan lembut.

__ADS_1


" Hoekk....Hiks...hiks..." Senja semakin menangis saat kembali memuntahkan isi perut nya di baju suami nya.


Alhasil semua pakaian Jery terkena muntah nya.


" Sudah tidak apa apa . Sudah mendingan ?" Senja mengangguk dan menurut saat Jery menggendong tubuh nya dan meletakan di dalam Bathup yang memang sudah di isi Senja dengan air hangat.


" Mandi ya...Aku mandi disana. Kalau sudah selesai bilang aku. Biar aku membantu kamu. " Jery mengelus pipi Cubby itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


25 menit sudah berlalu, Baik Jery maupun Senja sudah selesai dengan kegiatan nya, Jery kembali menuju kamar Renatta untuk mencari dasi nya.


Sementara kedua istri nya sudah duduk di meja makan. Bahkan Senja lebih dulu di persilahkan makan oleh Papa dan Mama mertua Bule.


Sebenar nya Senja masih merasa mual, Dan tidak terlalu lapar. Masih sanggup untuk menunggu Jery turun.


" Kenapa berhenti ? Makanan mu belum habis. Habis kan !" Titah Papa mertua Bule.


" Iya Pa. " Senja hanya bisa menuruti semua yang di ucapkan Papa mertua Bule nya itu tanpa bantahan dan perlawanan.


Jery yang baru turun dari lantai atas langsung berjalan cepat ke meja makan saat mendengar suara tegas Papa nya.


" Kenapa ini ?" Tanya Jery saat melihat hanya Senja yang sudah makan. Sementara yang lain nya belum.


" Istri muda kamu kan sedang mengandung Honey, Jadi dia mendapatkan keistimewaan dari Papa dan Mama untuk makan lebih dulu. Tapi kebaikan Papa dan Mama seperti di salah gunakan nya. Dia bahkan hampir tidak menghabiskan makanan nya. " Jelas Renatta.


Lantas Jery melihat ke arah Senja yang saat ini juga sedang menatap nya dengan tatapan memohon dan seperti menahan sesuatu hingga mata nya berkaca kaca.


" Senja...Kamu kenapa? apa makanan nya tidak enak ? Atau mau makan yang lain ?" Tanya Jery lembut yang sudah duduk di samping Senja.


Senja menggeleng, Jery semakin panik saat melihat wajah Senja memucat seperti menahan sesuatu dan kening nya di penuhi keringat sebesar biji jagung.


" Senja...Kamu kenapa ?" Tanya Jery semakin panik.


Tanpa di duga peserta meja makan, Senja langsung berlari dari sana menuju kamar mandi.


" Hoekkk..." Bahkan Senja sudah muntah berceceran di lantai sebelum sampai di kamar mandi.


" Nona Senja..." Panik para pelayan datang menghampiri nya.


Bagitu juga dengan Jery, Dia langsung menyusul Senja yang sudah terduduk di lantai.


" Sayang...Kenapa ? Kalau tidak suka jangan di makan ...Lihat kamu sampai seperti ini. " Jery memeluk Senja yang sudah menangis tersedu sedu di lantai.


" Sudah jangan menangis...Tidak apa apa. nanti mereka yang membersihkan nya. "


...🍃🍃🍃...


Bang Jery mulai peka ini sama Mbak Cantik nya 🤣🤣🤣



Jangan lupa baca Paman tepung dan Chacha marica ya hey 🤪🤪


Follow juga akun ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️

__ADS_1


Lope lope sekampong durian runtoh nya tok Dalang 😂😂


__ADS_2