
" Sayang...Aku harus pergi. Hari ini aku ada meeting penting. Nanti siang aku pulang ya..." Jery menangkup kedua pipi Senja dan memberi ciuman di bibir yang terus merajuk itu.
Cup...
Cup...
Cup...
Jery berulang kali mencium bibir cemberut itu. Namun tidak juga membuah kan hasil apa pun.
Reaksi istri nya tetap sama. Tidak membiarkan nya pergi bekerja.
" Besok aja kerja nya. Ya...Hari ini di rumah aja. Aku mau di peluk terus sama kamu. Ya Mas..."
" Sayang...Lihat aku. " Senja menatap wajah tampan suami nya yang sudah siap dengan setelan kantor nya yang di bantu Senja tadi.
" Aku meeting saja, Oke. Setelah nya aku akan pulang dan akan memeluk kamu seharian. Tapi izin kan aku pergi bekerja. Hanya sebentar. Setelah itu aku janji akan kembali. Ya...?" Senja Tetap menggeleng.
Lagi lagi Jery harus menghela nafas nya berat, Seperti nya Senja benar benar tidak ingin di tinggal hari ini.
" Meeting ini sudah di tunda beberapa hari keren kamu masuk rumah sakit sayang. Dan hari ini adalah hari terakhir Tuan Takeshi di Sini. Dan nanti dia akan langsung kembali ke Tokyo. " Jelas Jery mencoba memberi tahu Senja lagi.
Dia tidak akan mungkin meninggalkan meeting ini lagi.
" Senja...Sayang...Ku mohon mengerti lah, Ya. Hanya hati ini saja. Bisa mengerti ku ?" Tanya Jery lagi.
" Ya sudah pergi. " Senja langsung meninggalkan Jery yang masih terus menatap nya.
Kali ini Jery harus meninggal kan Senja. Dia benar benar harus menghadiri Meeting penting nya hari ini.
Senja bukan kesal, Tapi dia lebih ke khawatir terhadap suami nya. Entah lah dia benar benar ketakutan saat ini.
Entah mengapa mimpi nya tadi malam soal Seluruh tubuh Jery yang berlumuran darah terus berputar putar di kepala nya.
" Sayang, Kamu kenapa ? rindu dengan orang tua mu ? Iya kah ? " Tanya Mama Claire saat melihat Senja berbeda.
Mendengar suara Mama mertua nya Senja langsung memeluk nya. Entah mengapa perasan nya semakin risau kala Sang mertua bertanya soal Jery suami nya.
" Sayang, Dimana Jery ? " Lirih Senja.
Dan entah kenapa rasa nya semakin sesak.
Baru 20 menit Jery pergi tapi rasa nya entah lah, Dia tidak mengerti apa ini. Tapi satu yang pasti. Dia berdoa kepada Tuhan, Agar selalu melindungi suami nya.
" Sayang, Ponsel kamu..." Semakin risau Senja saat melihat nama sih pemanggil.
" Mas Jery kerja Ma..." Lirih Senja kembali.
__ADS_1
" Angkat sayang..." Semakin bergetar saja tangan Senja.
Lalu, Tanpa di sadari nya air mata nya sudah jatuh duluan.
" Ha-hallo..." Mama Claire sampai heran melihat reaksi menantu nya itu.
" Hallo, Apa benar ini dengan istri Tuan Jeremy Wilton Grey !"
Deg !
Jantung Senja seakan berhenti berdetak, Ini bukan suara suami nya. Bukan !
" Ku mohon Tuhan, Jangan..." Gumam Senja dalam hati.
" Maaf Nyonya, Suami anda mengalami kecelakaan dengan Truk pengangkat Pasir dan saat ini keadaan nya kritis dirumah sakit. "
Duarrrt !!!!
Prak...
Terjatuh sudah ponsel Senja, Hancur sudah jiwa nya. Ketakutan nya, Mimpi nya dan semua rasa khawatir nya menjadi satu semua nya.
" Sayang...Senja...Kamu kenapa Nak ?" Senja tidak menjawab, Tubuh nya luruh sudah di lantai, Hancur jiwa nya. Hancur mendengar kabar ini. Kabar kesakitan ini.
Kabar yang buruk ! Kabar yang bagai mimpi buruk untuk nya dan anak anak nya.
" Senja...sayang...Nak, Kamu kenapa ? Sayang..."
" Bibi, Pelayan...Papa....Tolong !!!!" Semua datang menghambur mendengar teriakan sang Nyonya besar.
Pandangan nya bahkan terlihat kosong.
" Papa ..." Teriak Mama Claire lagi.
Sementara Papa Jack di dalam kamar masih menerima telepon dari Polisi, Bahwa Jery putra nya mengalami kecelakaan di jalan XX dengan Truk bermuatan Pasir.
Dan mobil milik Jery hancur di bagian depan nya dsn sekarang keadaan nya Kritis di rumah sakit Internasional.
" Tuan, Tuan...Tolong Tuan...Nyonya dan Nona Senja...Tuan..."
Bukan lagi ketukan di pintu putih itu, Tapi sudah gedoran disana membuat Papa Jack keluar setelah menerima telepon. Bagaimana Cara nya dia menyampaikan ini pada Senja. Wanita hamil itu, Menantu kesayangan nya.
" Tuan, Nona Senja tuan, Nona Senja..."
Deg !
Kembali jantung Papa Jack di pompa dengan cepat, Apa menantu nya sudah mendapat kabar ?
" Ah, Sial ! Pasti mereka lebih dulu menghubungi Senja !" Papa Jack langsung berlari ke lift dan menuju tempat dimana menantu nya berada saat ini.
Hati dan jiwa Papa Jack ikut hancur saat melihat menantu kesayangan nya terlihat sangat menyedihkan dengan air mata yang luruh tanpa ada nya tangisan.
__ADS_1
Bahkan pandangan wanita itu kosong.
" Panggilkan Dokter Mira sekarang !!! Cepat !!!" Teriak Papa Jack.
Mama Claire masih berusaha membujuk Senja namun sia sia.
Tak lama Senja kehilangan kesadaran nya dan pingsan !
" Senja, Sayang...Hey...Bangun nak, Bangun sayang...Senja...." Mama Claire sudah panik setengah mati melihat Senja tak sadar kan diri.
Papa Jack langsung menggendong tubuh Senja membawa nya ke kamar dengan di bantu para pekerja rumah mereka.
Bi Asih dengan sigap mengambil minyak kayu putih dan mengoleskan di bawah hidung, Telapak tangan dan kaki Senja.
" Pa, Apa yang terjadi ? Kenapa Senja bisa begini ?" Bagaimana Cara nya Papa Jack memberi tahu berita ini pada Dua wanita ini ?
Yang satu pasti sudah mendengar nya, Lalu apa kabar istri nya ?
" Mama jaga Senja disini. Papa harus keluar sebentar !. Pasti kan ponsel Mama Selalu di dekat Mama. Tolong tangani Senja dulu. Papa pergi Ma. "
Cup...
Papa Jack meninggalkan kecupan di kening istri nya sebelum dia pergi menuju rumah sakit untuk mengecek keadaan Jery.
Papa Jack sudah sampai di rumah sakit, Dan disana dia melihat Abi sudah stand by disana,
" Ya Tuhan...Ternyata ini benar !" Gumam Papa Jack membenar kan berita ini saat sudah melihat Abi disana.
Sudah bisa di pastikan Jery di dalam ruang kesakitan itu. Ruang Operasi.
" Tuan, Kami membutuhkan kan darah untuk Pasien, Pasien banyak mengeluarkan darah, dan kami membutuhkan kan darah nya segera. Golongan darah Pasien O negativ, Persediaan kami hanya tinggal 2 kantung lagi, Jadi mohon pada keluarga pasien agar segera melakukan Transfusi darah nya segera. " Setelah mengatakan hal ini, Suster kembali masuk ke dalam ruang Operasi.
Beruntung Jiwa dan raga Papa Jack, Sehat dan bugar, Maka dia bisa menyumbang kan darah nya untuk sang Putra.
Tak kalah, Abi yang juga memang sebagai Sepupu Jery pun ikut menyumbangkan darah nya untuk Sang Bos sekalian sang Sepupu nya itu.
" Paman, Aku harus kembali ke kantor ! Bisa tidak bisa aku harus menangani Tuan Takeshi. Beliau ingin langsung bertemu dengan Tuan Jery Tapi rasa nya tidak mungkin ! " Papa Jack paham, Dia akan menangani Tuan Takeshi dulu baru kembali ke rumah sakit.
" Biar aku yang menangani nya. Kau pantau dan laporkan secepat nya pada ku tentang kejadian disini. Aku pergi. " Papa Jack memang harus pergi . Dia tau dan sangat mengenal watak rekan bisnis nya yang berasal dari Negri sakura itu. Tempat nya matahari terbit !.
" Aku pergi dulu. " Papa Jack langsung pergi dengan supir nya menuju kantor pusat.
Mau tidak mau dia harus menangani Pria Tua gila ************ itu ! Pria Asli Negara Tempat nya gunung Fuji berada.
" Sialan kau Tua bangka !" Kesal Papa Jack dengan rekan bisnis nya sewaktu muda itu !
Mereka sama sama penikmat ************, Tapi Papa Jack berhenti dan bertaubat setelah menikah dengan Mama Bule. Sedangkan Takeshi, Dia semakin menjadi di hari Tua nya. Bahkan dia memiliki Sugar Baby di Indonesia sini.
" Sialan sekali kau Onsen Jepang !" Kesal Papa Jack mengumpat Tuan Takeshi itu !.
...😭😭😭...
__ADS_1
Gak tau, Mau sedih atau ketawa liat Part ini 🙏
Jangan Lupa Follow ige aku ya @amelia_falisha1511 ❤️