Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Berubah


__ADS_3

Mau tidak mau Bulan harus Menghadapi semua ini bukan ?


Dan betapa beruntung nya dia bahwa calon ketiga anak nya begitu pengertian, Tidak membuat nya mual dan muntah.


Bulan hanya satu, Dia sangat menyukai makanan Barat seperti kesukaan Ello.


" Buu, Sarapan dulu Sayang..." Bulan memberhentikan langkah kedua kaki nya.


Sudah sebulan ini dia terus saja menjauh dari jangkauan kedua orang Tua nya.


Dan Papa Sanjaya merasakan hal itu.


" Buu sarapan di kantin aja Ma, Buu buru buru. "


" Duduk dan makan sarapan kamu ! Jika tidak menyukai keberadaan Papa disini yasudah ! Papa akan pergi agar kamu dan ketiga cucu Papa bisa makan dengan tenang. " Bulan sedikit merasa bersalah dengan Papa dan Mama nya.


Bahkan Bulan sering mengurung diri nya di kamar, Jika dia ingin makan dia akan makan ke bawah.


Atau sebelum pulang ke rumah nya Bulan selalu menyempatkan diri untuk membeli sesuatu dan akan memakan nya di dalam kamar nya.


Bahkan dia Juga membeli kulkas satu pintu untuk di kamar nya.


Di dalam kulkas itu dia menyimpan banyak makanan, Dari susu hamil kemasan, Yogurt, Buah buahan, Roti selai, Dan banyak makanan lain nya lagi.


Bulan sengaja melakukan itu agar dia tidak repot repot untuk turun ke bawah.


" Tidak perlu Pa, Papa makan saja dengan Mama, Buu berangkat. " Bahkan sekarang tidak ada lagi acara cium tangan dan cium pipi di kedua orang tua nya.


Rembulan mereka semakin meredup dan Papa Sanjaya lah penyebab utama nya.


Tapi dia tidak ingin Bulan nya di rendahkan nanti nya.


Jika dia hamil di luar nikah, Lalu keluarga pacar nya tidak menerima dan mengucilkan nya ?


Papa Sanjaya takut sendiri jika Rembulan nya tersakiti, Tanpa dia ketahui Rembulan mereka sudah tersakiti dengan semua ini.


" Pa,..." Mama Regina menangis dalam dekapan Papa Sanjaya.


Mereka sama sama merasakan perubah dari Rembulan mereka.


" Tenang Ma, Semua akan baik baik saja. " Papa Sanjaya mencoba menenangkan sang istri.


Walau itu tetap sama saja.


Sementara di Kampus nya, Setiap hari Bulan harus kuat menghadapi tatapan sinis dan penuh kebencian yang di berikan Ello pads nya saat dengan tak sengaja mereka bertemu.


Bulan terus berjalan dengan pandangan yang tertunduk.


Dia tidak siap jika melihat wajah Ello, Dan itu akan semakin membuat nya merasakan kesakitan itu.


Bulan terus berjalan dengan menunduk sampai saat tiba tiba dia bertubrukan dengan seseorang.


Brugh...


" Auuuhhh..." Bulan meringis kesakitan saat dengan tak sengaja perut nya terkena sikut seseorang.


Bahkan buku buku milik nya jatuh berserakan.


" Maaf..." Ucap Bulan sendu.


Dia membereskan Buku Buku nya yang berserakan.


" It's Oke, Mari aku bantu. " Bulan mendongak kan wajah nya saat melihat wanita dengan rambut Blonde nya yang seakan bersinar mengulurkan tangan nya untuk membantu Bulan.


" Thanks..." Bulan merapikan penampilan nya.


" Hey, Kenalkan nama ku Alesya Diamond Graff. " Wanita berambut pirang itu mengulurkan tangan nya pada Bulan.

__ADS_1


Bulan menatap wanita di hadapan nya saat ini.



" Rembulan " Jawab Bulan menyambut uluran tangan wanita bule di depan nya.


" Oh God, You Indonesia ?" Bulan mengangguk.


" Iya, Panggil aja Bulan. Maaf aku harus ke kelas. "


" Eh, Tunggu, Aku anak baru disini. Aku anak Farmasi semester 4, Aku pindahan disini. " Bulan mengangguk.


" Aku anak Farmasi semester 4 ayo. " Jawab Bulan.


Dengan senang hati Alesya ikut bersama Bulan.


Sampai saat di tangga, Bulan terpaku saat sepasang iris abu abu menatap tajam ke arah nya.



" He, Lan, kamu kenapa ?"


" Ah, Ayo aku gak apa apa. " Ajak Bulan lagi.


Namun saat dia hendak melewati Pria berjaket Coklat itu, Pria itu menatap tajam ke arah nya dengan gaya angkuh nya.


" Eh, Lan, Itu siapa sih ? Ganteng banget sumpah. Tipe aku banget itu. Macho, Ugghh...gemes liat otot nya. " Bulan berhenti saat mendengar ocehan Alesya.


Dia menghembuskan nafas mya dengan kasar.


Bukan kah ini keinginan nya ?


Lalu kenapa dia merasa sakit hati wanita lain memuji Ello ?


" Nama nya Danello Wilton Grey, Dia Anak Otomotif, Salah satu Most Wanted di kampus ini. "


" Wow !" Hanya satu kata yang keluar bibir seksi Alesya.


" Serius ? Kamu ada nomor hp nya ?" Bulan bingung mau menjawab apa ?


Jika dia bilang punya dan memberikan nya pada apa Ello tidak akan marah nanti nya ?


" Aku gak punya. Aku hanya tau, tapi tidak mengenal nya. " Terpaksa Bulan harus mengatakan hal ini.


Biarkanlah, Yang penting Alesya tidak terus bertanya pada nya.


" Oh, Dia punya pacar gak ya ? " Oke, Bulan tau.


Seperti nya Alesya menyukai Ello.


Tapi, Siapa yang tidak menyukai Pria itu ? Bule, Tubuh nya bagus, Kaya, ganteng dan mempesona.


Dengan semua yang di miliki nya tidak ada satu pun wanita yang akan menolak nya bukan ?


Dan Bulan menolak nya, Maka Bulan akan menjadi wanita paling bodoh di Dunia ini.


" Aku gak tau ! Udah ya. Aku mau ngerjain tugas aku. Kali aja ada yang salah. " Sebisa mungkin Bulan menghindari Percakapan selanjut nya dengan Alesya .


Dia merasa tidak nyaman jika terus berbicara karena memang Bulan tipe wanita pendiam.


Jam pelajaran telah selesai, Waktu nya mereka istirahat.


Dan seperti nya Alesya terus mendekat pada nya, Bahkan dia juga mengajak Bulan untuk ke kantin.


Alesya melihat bahwa Bulan bukan orang sembarangan, Semua yang di kenakan nya berharga fantastis.


Bahkan Jam tangan yang di pakai Bulan saat ini Alesya tau harga nya.

__ADS_1


" Eh, Sorry..." Alesya merasa gugup dan menyunggingkan senyuman terbaik nya saat dia hampir bertabrakan dengan Ello.


Pria yang menjadi incaran nya sejak pertama kali bertemu tadi pagi.


" Boleh gabung ?" Tanya Alesya lagi saat melihat Ello hanya duduk sendirian di meja itu.


Bulan tidak berani mengangkat pandangan nya, Jika dia berani mengangkat pandangan nya, Maka saat itu juga Mata abu abu itu akan menatap benci ke arah nya.


" Silah kan !" Jawab Ello dengan dingin.


Bulan sudah merasakan takut setengah mati saat mendengar suara dingin Ello yang sangat menusuk ke hati nya.


" Thanks. Buu, Ayo gabung. " Ajak Alesya.


Demi Tuhan, Apa ini ?


Bulan merasa diri nya dilema saat ini.


" Eh, Gak usah. Aku mau makan di taman aja, Aku mau ngerjain Tugas. "


" Bukan nya gak ada tugas ya ?" Alesya menatap heran ke arah Bulan.


" Ada, Tugas mata kuliah selanjut nya. Aku duluan ya Les, " Bulan membungkukkan setengah badan nya dan pergi dari sana.


Setelah kepergian Bulan, Alesya sedikit heran dengan gerak gerik Bulan, Apa mereka saling kenal ?


Tapi jika melihat dari pria ini, Seperti nya dia tidak mengenal Bulan.


Oh, Lihat, Betapa lihat nya Ello memanipulasi wajah nya saat ini.


Sejujur nya dia sangat ingin mendekap tubuh mungil itu.


Dia rindu aroma Sakura dari rambut hitam wanita cantik itu.


Rasa nya Ello merindukan segala nya. Ello benar benar merindukan nya.


Namun saat Rasa rindu itu hadir, Rasa benci semakin membesar di dalam hati nya jika mengingat Bulan memutuskan hubungan mereka secara sepihak tanpa ada alasan yang logis.


Perlahan tapi pasti, Tangan itu terkepal hingga tanpa sadar sendok yang di genggam nya menjadi bengkok.


Alesya menatap heran ke arah Pria tampan di hadapan nya saat ini.


" Hey, Are you okey ?" Ello langsung menarik tangan nya saat dengan berani nya wanita di depan nya ini memegang tangan nya.


" Sorry, Don't touch me. " Ello langsung bangkit dari duduk nya dan menuju taman.


Dan dia menuju Bulan dan Bulan langsung ingin pergi dari sana saat melihat Ello.


" El, Lepasin..." Bulan berkata lirih saat tangan nya di cengkram oleh Ello.


Ello tidak menjawab, Namun dia menatap tajam ke arah Bulan.


" El, sakit..." Lirih Bulan lagi.


Sudah bisa di pastikan bahwa saat ini pergelangan tangan nya merah.


" Sakit ? Lalu hati ku ? apa kau memikirkan nya ?" Ello tersenyum sinis menatap Bulan yang kini tidak berani menatap nya.


" Kenapa ? kau takut menatap ku ?" Tanya Ello dengan sangat dingin.


" El, Lepasin...Ini sakit..." Akhir nya Ello menghempaskan tangan Bulan.


" Hanya begitu kau sudah sakit, Lalu hati ku ? Apa kau tau seberapa sakit nya ? kau tidak tau Bukan ?"


" Maaf, Aku harus ke kelas. " Bulan ingin secepat nya pergi ke kelas nya.


" Ya, Terus lah menghindar sampai kau bosan ! Akan ku pastikan kau akan mengalami sakit yang lebih dari yang aku rasakan. " Bulan tidak menanggapi nya.

__ADS_1


" Aku pastikan itu ! Aku akan membenci mu seumur hidup ku Rembulan Sanjaya. " Ucap Ello lagi sebelum Bulan benar benar menghilang dari pandangan nya.


...❤️❤️❤️...


__ADS_2