
" Hais....Lebay sekali anak mu itu Ma..." Keluh Papa Bule itu melihat putra nya yang lebay dan meleyot itu.
" Dari benih Mu Pa. Jangan lupakan itu. " Mama Claire tidak ingin di salahkan sendiri .
" Kenapa jadi kamu yang ngambek Senja ? Seharus nya itu akuu !" Jery merasa kesal dengan Senja.
" Lalu aku harus apa Mas ? memang nya salah aku Mas Arjun Suka sama aku ? Lagi pula aku gak tau apa arti nya itu. Kalau kamu masih marah kerena itu berarti kamu itu gak sayang sama ku. "
" Bukan aku gak sayang kamu Senja... tapi aku itu...Is sudah lah. " Jery kembali kesal pada Senja.
" Jadi gak Kencan nya ? Kalau gak jadi aku ngambek ini yaa..." Jery kembali melihat wajah istri nya.
" Oke Kita kencan sekarang. " Jery membantu Senja turun dari ranjang pasien itu dan menuntun nya ke kursi roda.
" Mas. Aku sehat. Aku gak mau pakai kursi rodaa" Rengek Senja manja.
" Yes Or No ?" Tegas Jery mengikuti gaya Papa bule.
" Mas...Gak mau pake kursi roda. Gimana kencan nya kalau pake kursi roda ? aku kayak orang lumpuh tau Mas. " Masih merengek mencoba menawar lagi.
" Sayang, Dengan kan aku ya. Kamu baru keluar dari rumah sakit dan harus banyak istirahat, Aku menuruti acara kencan ini karena kamu. it's You . Jadi bisakah menurut ?" Tanya Jery yang kini bersimpuh di hadapan Senja.
" Terus kencan nya gimana ? Mana bisa Mas kencan jalan di trotoar pake kursi roda . Nanti kamu capek dorongin aku terus".
" Biar aku yang capek asal jangan kamu dan anak anak sayang. So, Jangan membantah lagi. !" Jery mengelus perut buncit itu sebelum bangkit dan kembali mendorong kursi roda itu.
Mereka sudah meninggalkan area rumah sakit, Dan perlakuan Jery tak luput dari dua pasang mata usia paruh baya itu.
Dua pasang mata bule itu merasa bersyukur karena ego dan ke sombongan putra nya itu sedikit sedikit hilang dan menjadi hangat.
Jery, Dia semakin menunjukan rasa cinta dan kasih sayang nya kepada istri muda nya yang sedang mengandung calon ketiga anak anak nya.
" Mas...Mau itu...Itu kayak nya enak mas. " Senja menunjuk ke arah pedagang bakso kojek keliling dengan gerobakan.
Lagi lagi Jery harus bisa menghela nafas nya berat .
" Boleh gak sih mas ? " Rengek Senja lagi.
" Oke Iya. " Jery pun membuka kaca mobil nya dan memanggil pedagang itu.
" Pak, Sini Pak. " Jery memanggil pedagang itu dan datang mendekat .
" Kamu mau apa sayang ?" Tanya Jery pada Senja.
" Bakso mas, Pake tahu. Bumbu nya kacang aja. Saos nya saos apa Pak ?" Tanya Senja.
" Saos biasa atuh Neng, Yang murahan. " Sahut bapak nya.
__ADS_1
" Oh tidak. Jangan pakai saos nya. Bumbu kacang saja. " Titah Jery.
Dia tidak ingin anak anak nya memakan sesuatu yang mungkin saja berbahaya.
" Oke, Makasih ya pak. ambil saja kembalian nya. " Jery memberikan uang 50 ribu pada bapak nya.
" Makasih Mas sama mbak nya. " Sahut bapak tadi.
Jery kembali melanjutkan perjalanan mereka saat Senja sudah kembali duduk dengan tenang.
" Kami mau mas ?" Tawar Senja saat sedang menikmati bakso kojek tadi dengan kuah kacang yang menurut nya enak.
" Boleh." Jery membuka mulut nya dan mendekat kan ke arah Senja dan menyuapi bakso tadi.
Mereka akhir nya makan dengan Senja yang menyuapi Jery sampai bakso nya habis.
" Kamu baik baik saja kan ? Tidak sakit perut ?"
" Mas, Apaan sih kamu ? aku baik baik aja tau. " Mencebikan bibir nya karena merasa kesal dengan pertanyaan Jery.
Sejak selesai makan bakso tadi, Jery sudah bertanya sebanyak 24 kali dan Senja menghitung itu.
" Kita mau kemana lagi ?" Tanya Jery lagi menatap istri nya yang begitu antusias menatap jalan ibu kota yang mulai gemerlap karena hari mulai gelap dan lampu lampu gedung pencakar langit mulai menyala menambah kesan yang indah pada malam hari.
" Kita ke pasar malam boleh gak Mas ? Atau ke Jajanan malam. Kita kulineran mau ya ? Boleh ya Mas ya ?" Jery benar benar sudah luluh lantah oleh mata indah itu yang berbinar menatap ke arah nya meminta sesuatu yang sangat sederhana bagi Jery. Bahkan yang di minta Senja tidak pernah lebih dari uang kertas berwarna biru setiap Jenis nya.
Jery benar benar merasakan perbedaan yang begitu jauh dengan Renatta yang begitu Glamour itu. Sedang kan Senja ? Sekali pun dia tidak pernah meminta apa pun pada kecuali makanan seperti ini.
Setidak nya Jery merasa senang dan tenang saat Senja bahagia dan Jery bisa mengabulkan nya.
" Mau makan Seafood Mas. Kamu mau kan ? Kam kamu suka Seafood ! Ya Mas Ya ?" Kembali terulang lagi mata indah itu meminta dengan manja nya.
" Oke, Kita makan. "
" Yee...makasih Mas. Aku sayang kamu..."
Cup
Senja mencium pipi suami nya, Jery yang mendapat kan serangan mendadak dari Senja hanya bisa diam memaku di kursi kemudi nya.
Senja bilang apa tadi ? Senja bilang dia menyayangi nya kan ? Lalu mencium pipi nya kan ?
Jery tidak salah mendengar kan ? Oh tentu tidak ! Pendengaran nya masih sangat bagus dan tajam. Jery tidak mungkin salah dengar.
" Mas, Ayo..." Ajak Senja lagi dan Jery tersadar bahwa Senja sudah turun..
" Mau pesan apa Mas ?" Tanya Senja.
" Apa aja. Asal kamu juga makan. " Jawab Jery.
" Mas, Pesen Nasi komplit sama Udang asam manis, Kepiting saus padang. Cumi Crispy, kerang rebus , Tumis kangkung nya ya. Ikan bakar juga deh. Minum nya Saya Teh hangat aja. Suami saya air mineral nya yang gede ya Mas. " Pinta Senja .
__ADS_1
" Tambah Jus Jeruk hangat ya. " Tambah Jery lagi.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian semua pengunjung warung.
Jery yang tidak suka berbaur dengan orang banyak merasa kikuk dan kaku disini. Dia duduk di kursi plastik dan dia menatap gelisah ke arah istri nya.
Apa dia duduk dengan nyaman ? Oh dia lupa.
" Sebentar Sayang, Aku kesana dulu. " Senja mengangguk saat Jery mengelus kepala nya.
Perlakukan Jery menjadi pusat perhatian orang orang disana. Bagaimana Perilaku manis Pria Bule yang di yakini mereka adalah suami dari wanita cantik yang sedang berbadan dua itu pikir mereka.
Padahal Senja sedang berbadan empat saat ini.
" Mas, Tolong makanan nya jangan pakai penyedap rasa ya. Istri saya sedang hamil. Harus menjauhi segala macam penyedap rasa berlebih. Cukup Garam dan gula saja. ,"
" Oke Mas. " Mereka begitu mengagumi sosok Jery yang begitu hangat dan terlihat sangat mencintai istri nya.
Tak lama makanan mereka sudah sampai dan di hidang kan di meja makan mereka.
Senja langsung melahap makanan nya, Tak lupa setelah mengupaskan kulit udang untuk suami nya seperti biasa. Perlakuan suami istri itu sangat serasi di penglihatan mereka.
Mereka sudah selesai makan dan pergi dari sana.
" Mau pulang aja Mas. Capek..." Keluh Senja saat merasa memang lelah setelah berjalan jalan ala kencan anak muda.
Makan dan kulineran pinggir jalan bersama kekasih nya dan bergandengan tangan.
" Apa kata aku. Kamu capek kan ? Aku gendong aja ya. "
" Gak ah..malu Mas. "
" Aahhhkk...Mas..." Pekik Senja kaget saat Jery menggendong nya ala Bridal Style membuat nya menjadi pusat perhatian banyak orang.
" Kita pulang kan ?" Tanya Jery lagi.
" Iya Mas. Aku ngantuk dan capek juga. "
" Yasudah, Tidur saja. Nanti aku bangun kan jika sudah sampai rumah kita. " Senja pun mulai memposisikan diri nya senyaman mungkin di kursi penumpang
Dan setelah 25 menit akhir nya mereka sampai dirumah dan Jery tidak membangunkan Senja nya . Tapi dia malah kembali menggendong Senja hingga menuju kamar mereka.
Saat keluar dari Lift, Jery yang sedang menggendong Senja di hadang oleh Renatta dengan tatapan tidak suka nya melihat Senja begitu menikmati Dada bidang milik Jery.
" Aku lelah Ree. Jangan membahas apapun untuk saat ini. " Jery berlalu begitu saja dari hadapan Renatta dan membawa Senja ke kamar nya.
...❤️❤️❤️...
Gimana jadi nya ya ? Kalau Brian ketemu dokter cantik dan sial nya dia tidak tau siapa nama dokter yang menolong nya waktu itu !
Tenang, Disana nanti fokus ke Brian aja kok. Kenapa judul besar nya masih pake Terjebak cinta Pria beristri 2 ?
__ADS_1
Biar gak kaget aja nanti nya 🙏
Yuk, Follow aku di @amelia_falisha1511 ❤️