
Dokter telah keluar dari ruang rawat intensif Bulan, Setelah mengecek keadaan nya, Dan semua nya baik baik saja.
Bulan sudah di pindahkan ke ruangan rawat biasa, Dimana Ruangan itu sengaja di pesan VVIP kelas 1 untuk Bulan.
Ceklek...
Pandangan Bulan teralihkan, Dan ternyata sosok pria Bule yang sangat di rindukan nya yang masuk ke dalam ruangan nya.
" Apa ada yang sakit ? Katakan pada ku apa yang sakit ?" Ello mulai mendudukan diri nya di kursi samping tempat tidur Bulan.
Lalu Dengan berani dia mengambil tangan Bulan yang di hiasi jarum infus dan di kecup nya dengan sayang dan penuh cinta.
" Maafkan aku..."
Deg !
Jantung Bulan berdetak dengan kencang saat mendengar permintaan maaf yang keluar dari bibir tebal pria bule di samping nya.
Bulan memejamkan kedua mata nya, Air mata nya jatuh tanpa harus di minta nya untuk keluar.
" Maafkan aku Buu, Sayang...jangan menangis lagi. Aku mohon..." Dengan lembut Ello menghapus setiap crystal bening yang keluar dari mata hitam bulat milik ibu dari ketiga anak nya.
Di kecup Ello dengan sayang kedua mata indah itu.
" Jangan menangis lagi...Aku minta maaf. Aku yang salah karena tidak berusaha mencari mu dan meminta penjelasan mu, Hingga kau harus merasakan semua nya sendiri. Maafkan aku Buu..." Ello juga menitikan air mata nya saat itu.
Hati nya juga sakit, Tapi hati Rembulan nya pasti lebih sakit lagi.
" Buu, Mari bicara. Jangan terus mendiamkan ku. Aku tidak akan bertanya kenapa kau meninggalkan ku. Aku tidak perduli itu. Aku hanya ingin menebus semua kesalahan ku di masa lalu. Aku ingin kita---"
" Apa karena anak anak ? Jika iya aku tidak ingin terikat hubungan apapun dengan siapa pun. Jika kamu ingin bertanggung jawab atas mereka, Silahkan. Aku tidak melarang nya tapi jika hanya untuk ---"
" Apa kau merasakan nya ? Kau tau jawaban nya apa. Aku selalu memikirkan mu, Mencintai mu, Merindukan mu walau aku selalu meyakinkan diri ku bahwa aku membenci mu, Tapi aku gagal membenci mu, Karena aku mencintai mu Buu, Aku benar benar mencintai mu. "
Tes...
Kembali jatuh air mata Bulan mendengar semua yang di ucapkan Ello.
" Aku tidak ingin orang orang mengasihani anak anak ku El, Aku tidak ingin mereka mengucilkan anak anak ku...Hiks ..Hiks...Hiks..." Bulan menangis kembali.
Ingatan nya kembali pada saat dimana ana anak nya bertanya dimana Papi mereka ? Kenapa mereka gak punya Papi ?
" Aku mencintai Mu Buu, Aku mencintai mu, Tak cukupkan hanya cintaku saja ? Aku mencintai mu dan anak anak. tidak kah itu cukup ???" Tanya Ello lagi.
Dia harus bagaimana lagi meyakinkan Wanita ini ?
Kenapa sulit sekali ?
" Buu, Aku hanya ingin mewujudkan impian anak anak ku, Anak anak kita, Aku ingin bersama mu dan anak anak kita, aku ingin setiap pagi nya aku membuka mata aku melihat mu, Aku ingin setiap malam aku ingin menutup mata aku juga melihat mu, Bisa kah kita mewujudkan itu ???" Bulan terdiam.
Tulus dan sebegitu mencintainya kah Ello ?
__ADS_1
Jika iya, Apa ini saat nya dia bahagia ? Bersama anak anak nya ?
" Kenapa menyembunyikan semua rasa sakit mu ? Lihat, Tubuh mu kurus, Kenapa sampai seperti ini ?" Tanya Ello lagi.
Bahkan tangan wanita ini sedikit kasar, Apa yang telah terjadi ? Apa yang di lewat kan Ello selama 5 tahun ini ?
" Kenapa seperti ini ? Apa yang terjadi ?" Kembali di kecup nya telapak tangan Bulan.
" Aku bekerja sebagai ahli obat, Walau aku tidak lulus kuliah, Tapi aku bisa meracik obat obatan, Dan David juga sama. Dia bahkan pernah meracik racun sendiri untuk membasmi Tidur dan ular yang selalu datang di sekitar rumah kami. " Bola mata Ello membelalak.
Ahli racun ?
Glug !
Ello menelan kasar ludah nya karena ucapan Bulan.
Kenapa mainan anak nya begitu berbahaya ?
" Davio dia mahir dalam Makanik, Listrik dan Lain nya, Davian ahli teknologi, Anak anak kita anak hebat El..." Boleh kah Ello bahagia saat ini ?
Bulan menyebut nya anak anak kita ? Walau itu benar, Tapi rasa nya beda saat Bulan menyebut nya sendiri.
" Iya, Anak anak kita anak hebat Buu, Kau juga ibu yang hebat sayang .." Bulan tersenyum dengan panggilan Ello .
Tapi detik berikut nya Bulan sadar, Dia melepaskan genggaman tangan Ello.
" Ssshhh....." Bulan meringis saat Tangan nya perih dan jarum infus nya tercabut.
" Buu.....' Teriak Ello panik saat melihat tangan Bulan berdarah.
" Dok, Tangan istri saya berdarah, Dia tidak sengaja bergerak dan harus infus nya tercabut. " Ello sudah panik setengah mati saat melihat punggung tangan Bulan nya berdarah.
Para perawat langsung membersihkan itu dan memasang kembali jarum infus nya.
Sepanjang pekerjaan para perawat itu, Bula terus menatap raut wajah panik Ello, Bahkan Pria itu mengigit kuku nya sangking panik nya.
Istri ? Apa Ello menganggap nya istri ?
" Mohon perhatikan pergerakan istri anda Tuan, Jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi, Nanti bisa infeksi. " Ello mengangguk mendengar penuturan dokter.
" Baik Dok. " Setelah nya mereka pamit keluar dari ruangan Bulan.
Kembali hening, Ello bingung harus melakukan apa ? Dia masih shock Dengan tangan Bulan yang berdarah tadi.
" Kenapa harus terluka Karana aku ? Ku mohon jangan lagi, Hati ku sakit..." Ucap Ello dengan lirih.
Dia tidak ingin Bulan na terluka.
Tidak ! Ello tidak akan membiarkan itu terjadi lagi.
" Pulang lah El, Wanita mu menunggu mu. Kau itu Pria berstatus kekasih orang lain. " Bulan memalingkan wajah nya...
__ADS_1
Dia tidak ingin hanyut kembali dalam pesona sesaat milik Danello.
" Wanita mana ? Kau wanita ku satu satu nya, Hanya kau Buu, Kau. "
" Lalu semua wanita wanita mu ? Wanita yang dirumah mu ???" Oke.
Ello paham saat ini, Bahwa Bulan nya sedang cemburu atau apa.
Boleh kah Ello berteriak bahagia saat ini ???
" Apa kamu cemburu ? iya ? Apa Rembulan ku cemburu ???" Tanya Ello dengan nakal.
Dia menikmati sekali wajah salah tingkah Bulan saat ini.
Rasa nya Ello merindukan wajah cemberut ini.
" Ah, Bahagia nya ..Berati Rembulan Sanjaya Sakti sedang cemburu iya ? Benarkah ???"
" Aku tidak cemburu ? Buat apa aku cemburu ?" Jawab Bulan dengan ketus.
Dan hal itu u semakin membuat Ello senang bukan lagi.
" Ah...Rembulan Sanjaya Grey...Kau menggemaskan sekali Mami nya Triple ??? Triple siapa ? Jika aku dan saudara saudara ku kan Triple DWG, Lalu anak anak Kita ???" Tanya Ello penasaran.
Tanpa di duga nya, Bulan menjawab.
" Triple DSG. !"
" DSG ?" Tanya Ello lagi.
Dia penasaran dengan Triple DSG.
" David Sanjaya Grey, Davio Sanjaya Grey --"
" Davian Sanjaya Grey ??? Benar bukan ??? Ahh...Aku mencinta mu Bet ..I Love You..." Bet ?
Bulan mencebik kesal saat Ello kembali memanggil nya Bet .
Bugh...
" Auuuwww...Kau sudah sehat ??? Apa kita bisa mulai memproduksi adik nya Triple DSG ??? Seperti nya kau sudah sehat. Aku akan mengurus segala nya, Dan setelah kau keluar dari rumah sakit aku akan melamar mu dan menikahi mu. "
Deg !.
Bulan kaget.
" Menikah ?? Tapi Papi ???"
" Aku akan mulai berperang dengan Papi mu ! Aku akan mengerahkan seluruh kemampuan ku demi mendapatkan restu dari Tuan Sanjaya Sakti ! Aku akan meluluhkan hati Beku nya David. "
" David ? Ada apa dengan David ? " Tanya Bulan kaget .
__ADS_1
" Nothing ! " Jawab Ello cuek.
...❤️❤️❤️...