
Renatta mengepal kan kedua tangan nya saat melihat Jery pergi begitu saja setelah pertengkaran mereka.
Apa Jery sudah tidak mencintai nya lagi ? Apa semudah itu Jery berpaling dari nya ?
Tidak ! Ini tidak bisa di biarkan . Jery hanya milik nya dan Milik Jiwa nya. Tidak akan dengan mudah Senja merebut hati Jery dari nya. tidak akan pernah !
Renatta terus memikirkan cara licik untuk menyingkirkan Senja, Jika Senja Hilang maka hilang lah saingan nya bukan ?
Tapi dengan cara apa ? Renatta terus termenung di dalam kamar nya. Bahkan dia mengabaikan begitu saja arisan nya tadi.
Lain lagi dengan Papa dan Mama mertua Bule itu, Mereka semakin aneh dengan tingkah laku Renatta, Yang di tau mereka Renatta tidak akan pernah berani meninggikan suara nya pada Jery . Itu yang di ketahui mereka.
Dan di kamar Senja, Jery masih berusaha menenangkan Senja dengan berbagai macam bujuk rayu nya.
" Aku harus berangkat kerja Senja, Jika Meeting nya di undur, Aku yakin tidak akan bisa membawa mu ke Pabrik Ice cream Logo hati itu. " Jelas Jery yang masih mencoba membujuk Senja.
Wanita hamil yang semakin kesini semakin manja, Bahkan Dia selalu ingin di elus perut nya oleh Jery, Belum lagi Soal parfume mahal nya Jery.
Senja menggeleng kan kepala nya, Entah mengapa dia begitu berat melepas Jery hari ini. Padahal jam sudah menunjukan pukul 08.00 pagi dan waktu Meeting akan di mulai 15 menit lagi.
" Oke, Aku akan mengabulkan semua keinginan mu. Tapi biar kan aku berangkat kerja dulu. " Janji Jery
Senja langsung melepas pelukan nya dan menatap Jery .
" Benar kah ?" Tanya Senja antusias. Jery pun mengangguk.
" Makan Mie balap boleh ? Di dekat persimpangan kantor ? Eh Rujak ulek deket pabrik Aku kerja dulu enak loh Mas, Beliin ya..." Kata Senja lagi.
Jery heran, Tidak kah istri nya ini ngidam yang lebih berkelas lagi agar anak anak mereka tidak sekampungan Mommy nya nanti ?
Heran ! Ngidam nya gak jauh jauh dari harga 10 rebu !
" Iya. Jadi bisa aku berangkat sekarang ?" Tanya Jery lagi.
Senja mengangguk antusias dan melepas kepergian Suami nya.
" Jaga anak anak ya...Aku berangkat. "
__ADS_1
Cup
Meninggalkan kecupan di kening Senja dan mengusap pipi gembul itu dengan sayang.
Lalu beralih ke perut bulat di sana. Dimana ada 3 kehidupan lain di dalam diri Senja.
Senja melambaikan tangan nya hingga Jery menutup pintu kamar nya dan segera pergi menuju kantor nya.
Di Saat Jery sampai di anak tangga, Suara Renatta mengentikan nya.
" Honey !" Renatta mendekat. Jery menutup mata nya dan menghela nafas nya berat.
" Honey..." Panggil Renatta lagi. Kali ini mata nya sudah berkaca kaca, Dan siap menumpah kan kristal cair itu.
Sejenak Jery merasa bersalah, Apa dia juga keterlaluan telah membongkar aib rumah tangga mereka dan membanding kan antara Ratu dan Selir nya ?
Tapi memang benar begitu kan ? Senja begitu telaten mengurus nya dengan perhatian kecil yang di berikan nya untuk Jery
Dan Renatta juga begitu ahli dalam menghabiskan uang Jery !
Apakah ini adil teman teman semua ? Adil kah untuk Senja ?
Dan Renatta juga membalas pelukan dari Jery dan mengusap punggung suami Bule nya itu.
Dan ternyata Senja melihat itu semua, Dan sial nya juga Renatta melihat ada Senja. Ini momen bagus bukan ?
Oke ! Dia akan menunjukan pada Senja dimana tempat nya yang memang pantas untuk nya berdiri !
Ya seperti ini ! Di belakang mereka dan menyaksikan bayangan mereka !".
" Honey, Maaf kan aku...Aku mencintai mu...maaf kan aku..." Memulai akting nya di belakang Jery dan menatap Sinis ke arah Senja.
" Ya aku juga mencintai mu Ree, Maaf kan aku juga yang telah membuat mu bersedih. " Mulut nya bicara seperti itu, Tapi hati nya ?
Entah mengapa Saat ini Jery merasa hati nya kurang sehat. Bahkan dia tidak bisa mencerna situasi yang sedang di alami nya.
" Baik lah, Aku berangkat Ree, Aku sudah telat. " Jery mencium kening Renatta.
Tapi kemudian Renatta menarik tangan Jery dan langsung berjinjit untuk mencium bibir Jery, Bahkan Renatta juga mengalung kan kedua tangan nya di leher Jery.
__ADS_1
Sejenak mereka saling melummat dan membelit Lidah sampai Renatta melepas nya.
" Aku tunggu nanti malam Honey...Aku punya kejutan untuk mu. " Ucap Renatta sengaja.
Jery hanya tersenyum tipis dan sangat tipis. Entah apa arti nya. Lalu dia bergegas turun tangga dan pergi menuju kantor nya.
Saat Jery benar benar sudah pergi Renatta mendatangi Senja dengan senyum meremehkan nya.
" Kau melihat dan mendengar nya bukan ?" Bertanya dengan nada dan gaya yang tak kalah angkuh nya.
Melipat kedua tangan nya di depan dada nya dan menantang ke arah Senja yang menatap nya biasa saja.
" Akan ku pastikan kau akan selalu berada di belakang ku untuk menyaksikan kemesraan dan Kehangatan cinta kami. Maka tentukan lah pilihan mu sekarang ! Dimana kau akan berdiri. Ingin tetap di belakang ku, Atau menjauh dari ku !" Sebenar nya Senja sakit hati dengan perkataan Renatta, Tapi mau bagaimana lagi ?
Dia harus tetap tenang untuk melawan Macan akar ini bukan ? Tuhan tidak marah kan jika kelicikan di balas kelicikan ? Jika Tuhan marah, Dia akan bertaubat nanti nya setelah puas membalas Macan Akar ini pikir nya.
" Oh iya ? Lalu bagaimana jika suami ku, Eh sorry maksud nya SUAMI KITA, ingin aku tetap di samping nya ?" Senja bahkan menekan kata kata Suami Kita di dalam ucapan nya.
Benar saja, Renatta mulai terpancing emosi nya oleh Senja yang memang ahli nya dalam memanipulasi perasaan seseorang.
" Kau tau Nyonya Renatta ? Setelah menidurkan ku tadi malam, Suami kita keluar dan ke kamar mu bukan ? Lalu kenapa hanya sebentar saja ? Hanya Sampai kau tidur ? Lalu kembali ke kamar ku dan menikmati tubuh ku yang di isi dengan anak anak kami. !"
" Kau tau Nyonya renatta ? Bahkan suami kita sampai terus mencumbu setiap jengkal tubuh ku, Dan dia bilang aku candu bagi nya, Oh iya jangan lupakan saat Suami kita mengatakan cinta nya pada ku dan anak anak kami di setiap hentakan nikmat yang yang di berikan nya pada ku. Dia begitu sangat memuja tubuh ku yang kata nya sangat seksihh..." Persetan dengan kebenaran nyam bahkan sampai saat ini mereka belum melakukan lagi olah raga malam di ranjang.
Lalu apa apaan Senja itu ? Bilang bercinta ? Bercinta soal apa ? Tidur pun saling memunggungi dan jika dia terbangun maka dengan sigap Jery mengelus perut nya hingga kembali tertinggal.
" Oh iya Nyonya, Suami kita itu Permainan nya sangat luar biasa ya ? Ahhkk...Kau jadi teringat saat kami saling berbagi Saliva dan membelit lidah, Oh tidak, Saat dia terus menyentuh ku dengan sentuhan nakal nya. Itu sangat luar biasa. " Skak Mat !
Renatta bungkam seketika kala mengetahui fakta antara Suami nya dan maadu nya itu
" Bahkan suami kita juga bilang aku sangat sempit dan menggigit nya. Ouhhh...Rasa nya berbagi peluh dengan kehangatan dan buku dada Suami kita sangat menyenangkan bukan ?" Makin mati kutu Renatta nya.
Bahkan dia sudah sangat emosi dan meninggalkan Senja begitu saja. Dan bodoh nya dia percaya begitu saja dengan semua omongan Senja.
" Kasihan !" Ucap nya masih di dengar oleh Renatta.
🔥🔥🔥
Kena mental gak tuh sih Renatta ?
__ADS_1
yuk, Follow ige ibuk yuk, @amelia_falisha1511 ❤️