Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Melamar


__ADS_3

Ello benar benar bahagia saat ini, Dia bahkan terus saja tersenyum sepanjang perjalanan pulang ke Mansion Keluarga nya.


Senyum nya terus terukir untuk Menyambut hari bahagia nya yang sudah di depan mata nya.


Masuk ke dalam rumah dengan wajah bahagia nya, Ello bahkan sampai tidak menyadari kehadiran keluarga nya yang sedang menatap heran ke arah nya.


" Eghemmm..." Jeremy berdehem dan hal itu membuat langkah Ello berhenti.


Lalu dia melihat ke arah keluarga nya yang sedang menikmati makan malam.


Eh ? Sudah malam ? Kenapa dia tidak sadar ? Ternyata Rembulan sudah naik ke permukaan dan sudah bersinar.


Rupa nya Rembulan sudah bersinar dengan terang dan indah.


"Selamat malam semua nya ?" Sapa Ello lalu duduk di kursi nya.


Mengambil nasi serta lauk yang masih tersisa.


Ada yang aneh, Kenapa seakan bahagia sekali wajah Pria bule itu ?


Saat sedang menikmati makanan nya, Ello merasa suasana kenap sangat hening dan dingin ?


Lalu dia menatap satu persatu keluarga nya yang masih menatap ke arah nya.


" Why ?" Tanya Ello sambil kembali mengunyah makanan nya.


Dia memakan makanan nya dengan lahap dan bahagia.


" Oh, Rendang jengkol, Ini luar biasa. Perfecto !" Gumam nya lagi.


Mereka tau Ello memang suka jengkol, Tapi ini ada yang aneh.


Sudah lama sekali Ello tidak tersenyum bahagia dan lepas seperti ini.


Dan Senja merasakan kembali kehangatan Ello yang sudah hilang lima tahun yang lalu.


" Dane ? Apa yang kau lakukan ?" Tanya Ello tak terima saat Daniel menempelkan punggung tangan nya di kening Ello.


Daniel hanya mengangkat kedua bahu nya acuh saat di tegur oleh Ello.


" Tidak Panas Mom. " Sahut Dane sekena nya.


Ello hanya mendengus saja mendengar ucapan dari Daniel.


" Eghem, Aku sudah selesai. " Ello mengambil air putih di gelas yang sudah di tuangkan oleh Mommy nya.


" Thanks, Mom. " Senja hanya tersenyum.


Lalu Ello kembali bicara. " Besok Ello akan melamar Bulan dan kami akan melangsungkan acara pertunangan dan acara pernikahan. Papi Sanjaya meminta Ello untuk bisa menghargai sebagaimana mesti nya. "


" What ???" Pekik Opa Jackson tidak percaya.


Bahkan Jery juga sama melongo nya karena tak percaya dengan apa yang di ucapkan Ello.


Secepat ini ? Sanjaya Sakti menyetujui putra nya yang Casanova menikahi putri tunggal Sanjaya ?


Yang benar saja ?


" Santai Opa, Cucu opa ini sangat luar biasa. " Bangga nya dengan wajah sombong nya.


" Ck, " Jery hanya berdecak saja melihat tingkah sombong putra nya.


" Akhir nya, Apa kamu sudah berbelanja perlengkapan seserahan ? Hantaran dan yang lain nya ? Apa janji temu dengan desaigner ? " Tanya Oma Bule.


Ello hanya menggeleng saja.

__ADS_1


" Bisa kah Oma dan Mommy menemani Bulan ? Biarkan dia memilih semua nya sendiri. " Ello memberikan dompet nya dan memberikan kartu milik nya pada sang Mommy.


Senja tersenyum bahagia, Karena dulu dia tidak di lamar apalagi mendapatkan seserahan lengkap ?


Dari mana ?


" Kenapa Mommy bersedih ?" Tanya Dane yang melihat mata Mommy nya berkaca kaca .


" Mommy hanya bahagia saja, Bisa mengurus seserahan untuk Ello, Dan segera lah Dane, Mommy juga ingin mengurus kebutuhan kamu nanti nya. Karena dulu Mommy tidak merasakan yang nama nya lamaran dan pertunangan atau bahkan seserahan . "


Deg !


Dada Jery sesak mendengar ucapan sang istri.


Apa sejahat itu kah dia dulu ? Tanpa memikirkan perasaan sang istri ?


" Sayang...." Jery bangkit dan kini berlutut di hadapan istri nya.


Dia menggenggam erat tangan milik Senja nya.


Di kecup nya dengan sayang tangan lembut itu, Demi Tuhan dia menyesali segala nya.


Segala sesuatu yang pernah membuat sakit hati istri nya.


" Aku baik baik aja Mas. Aku bahagia, Setidak nya jika aku tidak mendapatkan seserahan lengkap, Tapi anak dan menantu ku harus mendapatkan nya. Bahkan jika bisa menantu menantu ku akan merasakan bagaimana calon suami nya menghargai nya. " Semakin sesak dada Jery.


Istri nya ini merasa, Sedih.


" Bye semua. Ello mau maskeran dulu ah, Biar glow up ! Mau ngelamar harus kece. "


Plak !


" Karena aku sedang bahagia, Aku memaafkan mu Dane, Tapi tidak untuk lain kali. " Ello melengos pergi meninggalkan Dane yang memukul kepala nya.


" Terserah !!!" Sahut Dane yang selalu di ejek Ello dengan kata Jomblo.


Bukan Jomblo, Dane hanya menjaga hati nya.


...🥰🥰🥰...


Hari sudah berganti , Dan hari serta hati Ello benar benar bahagia saat ini.


Dia akan melamar kekasih nya, Eh, Salah.


Melamar ibu dari anak anak nya, Aneh bukan ?


Terserah orang mau bicara apa, Tapi yang pasti Ello tidak perduli hal itu.


" Bagaimana ? Semua sudah selesai ?" Tanya Ello saat sudah sampai di Apartemen milik nya.


Dia sudah merencanakan sesuatu disini.


" Semua beres Bos. Tinggal eksekusi saja. " Jelas Deri asisten Ello.


" Baik, Karena aku bahagia, Liburkan seluruh karyawan kita. Besok adakan makan makan di setiap cabang, Untuk merayakan hari bahagia ku. "


" Emang di terima bos ?" Wusss....


Senyum Ello perlahan luntur, Perkataan Deri sedikit banyak nya membuat dia takut, Tapi dia mencoba untuk mengpede saja.


" Pergi kau !" Usir Ello pada Asisten nya.


Dia sudah menyiapkan seikat besar mawar yang sudah di pesan nya...


" Semoga berhasil. " Gumam Ello sambil terus berdoa di dalam hati nya.

__ADS_1


Tak lama dia mendapatkan instruksi bahwa Bulan telah sampai di Unit nya.


Bulan berjalan perlahan memasuki Unit milik Ello.


" straight ten steps " Bulan membaca kertas yang bertuliskan berjalan sepuluh langkah.


Tap...


Gorden terbuka dengan sendiri nya.


" Open the door " Kembali Bulan membaca tulisan nya dan membuka Pintu Kamar.


Dor....


Terdengar ledakan disana dan berhamburan sudah serpihan serpihan yang keluar dari balon yang pecah tadi.


*Rembulan ku, Kau tau hal apa yang paling membahagiakan bagi ku ?


Hanya keinginan sederhana yang ku pinta pada Tuhan, Untuk terus membuat ku sehat, Agar aku selalu bisa melihat senyuman mu, Kau, Kau Rembulan ku.


Terus lah bersinar terang Rembulan ku, Terangi lah setiap malam gelap ku, Bersinar lah terus untuk ku dan anak anak kita, Oh God, Im Crying Buu, Sorry.


Hey, Rembulan Sanjaya, You know ? Betapa aku sangat mencintai mu ? Ya, Aku memang sangat mencintai mu,.


Aku benar benar sangat mencintai mu Buu, I Love You So Much, So Really Really, Love You.


Im Danello Wilton Grey, Ingin kau mengetahui, Bahwa aku sangat mencintai mu.


And Now, Rembulan Sanjaya Sakti, Will You Marry Me* ?


" Buu, Will You Marry Me ?" Bulan berbalik dan melihat Ello sudah berlutut di hadapan nya.



" Ell, " Bulan sudah berderai air mata saat membaca kertas yang mungkin itu di tulis langsung oleh tangan Ello.


" Sstt...Don't Cry Buu, " Pinta Ello lagi, Ingin menghapus air mata nya tapi Bulan langsung menghapus nya.


" Kau tau ? Jika aku mengatakan hal hal indah pasti kau akan mengira aku gombal, Jadi kata kata sederhana ini adalah kebenaran dari apa yang aku rasakan saat ini padamu, So..." Ello menghela nafas nya sebelum melanjutkan nya lagi.


" Will You Marry Me ?" Tanya Ello sekali lagi.


Bulan mengangguk...


" Yes I Will, I Will to be a your wife. " Jawab Bulan dengan binar Bahagia nya.



" Yes...." Seru Ello.


Dia memasangkan cincin di jeri manis Bulan, Dan langsung memeluk nya.



" Ell...." Lirih Bulan saat melihat cincin itu sangat indah.


" For You Buu,. "


" I Love You Ell, I Love You..." Bulan langsung memeluk Ello dan kembali menangis.



" I Love You Too Buu, I Love You So Much, Then, Now, Later And Forever " Tanpa aba aba Ello langsung mencium dan Melummat bibir Rembulan nya dengan penuh cinta yang membara.


...❤️❤️❤️ ...

__ADS_1


__ADS_2