
Papa Jack buru buru ke kamar Renatta dan mencari Senja.
Saat dia masuk dia sudah melihat wajah Senja semakin pucat, Keringat dingin membasahi wajah nya.
" Ayo cepat, Bertahan lah ! Kau harus segera sampai di kamat mu !" Papa Jack membantu membawa Senja ke kamar nya.
" Ayo Senja cepat sedikit, "
" Kaki Senja lemas Pa, " Bertumpu pada tubuh tegap Papa mertua nya dan berusaha berjalan secepat mungkin ke kamar nya.
Sementara Renatta merasa curiga pun kembali ke kamat nya.
" Eh, Ma ponsel Ree ketinggalan di kamar. Sebentar ya Ree ambil dulu. "
" Tidak usah Ree, pakai ponsel Mama saja. " Cegah Mama Claire.
" Sebentar saja Ma." Mama Claire berdoa semoga suami nya berhasil membawa Senja keluar .
Dan saat Renatta keluar dari dalam lift, Pintu kamar Senja sudah tertutup sempurna.
Ya, Papa Jack yang mendengar dentingan Lift langsung membopong tubuh Senja, Bahkan sedikit menyeret nya.
Tidak baik jika dia menggendong menantu nya kan ?
Maka dia memutuskan untuk membopong nya dan berjalan lebih cepat.
" Akhir nya " Papa Jack menghela nafas nya berat setelah berhasil masuk ke kamar menantu nya.
" Papa keluar. Tapi kau harus menjelas kan nya besok !" Senja mengangguk dan merebahkan diri nya di Tempat tidur.
Setelah kepergian Papa Jack, Tak lama Jery masuk ke kamar nya.
" Sayang..." Jery langsung menghampiri Senja yang tampak pucat.
Jery bahkan meletakan begitu nasi Nasi Seafood yang di bawa nya untuk Senja di nakas.
Bahkan juga sedikit berantakan.
" Kamu kenapa sayang ? Kamu pucat sekali, Kita kerumah sakit ya ?" Sangking panik nya Jery sampai hampir membopong Senja.
Tapi di urung kan karena Senja menolak.
" Gak perlu Mas, Aku baik baik aja. Cuma capek aja. Panas banget hari ini." Alasan
Mencoba alasan agar Jery panik, Tapi Jery tidak mendengar nya.
" Senja Ku mohon dengar kan aku kali ini saja. Kita kerumah sakit. Aku takut terjadi sesuatu pada kalian. "
" Tapi Mas --"
" Senja Plis ! Jangan mendebat ku !"
Akhir nya mau tidak mau Senja mengikuti Jery, Dia baru teringat sesuatu.
Ya, Dia bisa membawa obat itu bukan ? Sekalian memeriksa kan nya pada dokter atau apoteker di Rumah sakit kan ?
Senja begitu menurut saat Jery menggendong nya. Tubuh nya memang benar benar lelah, Mungkin mang harus periksa lagi.
Semua menatap heran ke arah nya, Terutama Renatta, Dia heran apa yang terjadi sebenar nya dirumah ini ?
__ADS_1
Mama dan Papa Mertua nya aneh, Senja sakit ?
Apa lagi ini ? Kenapa juga dia harus terjebak dirumah ini ? Dia menjadi tidak bebas disini. Segala gerak gerik nya terbatas.
Tidak ada pelayan yang berpihak pada nya . Semua begitu dingin dan datar. Mereka hanya menuruti suara Pasangan paruh baya itu.
Selebih nya tidak terlalu. Bahkan Jery pun tidak terlalu berkuasa
" Senja ? Kami kenapa Nak ? apa yang sakit ?" Mama Claire panik saat melihat wanita hamil itu berada dalam gendongan putra nya.
Bahkan wajah nya semakin pucat sejak terakhir kali melihat nya di dalam lemari tadi.
" Senja harus kerumah sakit Ma, Jery khawatir. Wajah nya pucat. !" Jelas Jery.
" Oke, Mama dan Papa akan menyusul. " Jery hanya mengangguk dan langsung membawa Senja ke dalam mobil dan duduk bersama di belakang.
" Pak, Kita kerumah sakit ya..."
" Iya Den. " Mobil pun meninggalkan Halaman Rumah besar itu.
Saat ini jam sudah menunjukan pukul 21.10 malam. Sudah cukup larut dan jalanan cukup senggang.
Jery terus memeluk Senja dan menciumi pucuk kepala nya. Tangan nya juga tak lepas dari perut Senja. Membelai dan mengelus nya dengan lembut.
" Apa sakit ? Sabar ya, Kita sebentar lagi sampai. " Senja merasa tersentuh saat Jery begitu perhatian pada nya dan anak anak mereka.
Hati nya menghangat, Dan perasaan nya juga membaik. Seperti nya usapan Jery adalah Mood bagi nya dan anak anak nya.
Semenjak hamil ini Senja begitu manja pada Jery, Dia juga merasa anak anak nya selalu ingin dekat dengan Daddy mereka itu.
Senja menyadari nya.
" Ree, Kamu tidak ikut sayang ?" Tanya Mama Claire lembut.
" Ree lelah, Ma, Ree dirumah saja. Jery pasti paham. Lagi pula Ree belum terbiasa. menghirup satu udara bersama Madu Ree, Rada nya sakit Ma. " Mama Claire tertegun.
Benar yang di katakan Renatta, Jika itu terjadi pada Mama Claire, Belum tentu dia mampu menahan nya.
Dia harus mengakui, Bahwa Renatta adalah wanita hebat yang mau bertahan pada situasi seperti ini.
" Ya, Baik lah sayang. Mama dan Papa pergi dulu ya. Hati hati dirumah "
Cup
Mama Claire meninggalkan kecupan kasih sayang di kening Renatta sebelum mereka pergi.
Mama dan Papa Mertua itu sudah pergi menyusul Senja kerumah sakit.
Renatta kembali ke kamar nya. Dia mencari apa yang mencurigakan di kamar nya.
Dia masih belum percaya kenapa tiba tiba Papa dan Mama Jery masuk ke kamar nya tanpa permisi dulu. Bahkan selama 5 tahun pernikahan mereka, Sekali pun tidak pernah melakukan itu . Karena mereka memang sama sama menjaga privasi mereka masing masing.
Tidak ada yang mencurigakan ! Lalu dia mencari di bawah kasur nya dan mengambil Strip obat milik nya dan menelan nya tanpa air minum.
Bahkan dia tidak ingat dia sudah meminum nya atau belum ?
Sementara di dalam mobil, Papa dan Mama Jery masih terlibat percakapan nya.
" Pa, Sebenar nya apa yang di rencanakan Senja ? Apa yang di curigai nya dari Renatta ? Dan obat apa yang tadi ? Mama yakin jika itu bukan obat pencegah kehamilan. "
__ADS_1
" Dan jika itu obat kb untuk apa pula untuk apa Renatta meminum nya ? Bukan nya mereka ingin memiliki anak kan ?" Lanjut Mama Claire.
" Entah lah Ma, Kita tunggu saja penjelasan dari menantu kita yang satu itu. Papa rasa ada yang di ketahui nya tentang Renatta dan kita tidak mengetahui nya . "
" Jika tidak ada apa pun, Untuk apa dia harus membahayakan diri nya hanya demi mencari sesuatu itu." Sepasang suami istri itu terlibat pikiran mereka masing masing.
Dan dirumah sakit Senja langsung di tangani oleh Dokter kandungan yang berjaga malam ini.
" Kandungan nya baik baik saja, Hanya ibu nya yang butuh istirahat. Jangan banyak pikiran, Dan lagi tekanan darah ibu nya rendah. Usaha kan harus naik ya Pak, Bu, Agar tidak pucat dan pusing. " Jelas sang dokter tadi.
" Dengar sayang ? Apa yang kau pikir kan ? aku sudah melarang mu untuk tidak berpikir yang tidak penting kan ?"
" Maaf Mas, " Senja tertunduk merasa bersalah.
Jery hanya bisa menghela nafas nya berat, Dia tidak ingin emosi dan berakibat fatal pada anak anak dan istri nya itu.
" Sudah, Jangan di pikirkan lagi. Sekarang kamu istirahat ya...Aku temani. " Baru saja Jery hendak Mencium kening istri nya Mama dan Papa nya masuk.
" Apa yang terjadi ? Mereka baik baik saja kan ?" Tanya Papa Jack panik.
Jery hanya memutar bola mata nya malas, Papa nya bahkan lebih panik dari nya tadi dengan nafas sedikit tersengal.
" Mereka baik baik saja Ma, Pa, Senja hanya kurang darah saja. Dan juga tidak boleh banyak pikiran. Besok Jery cuti ya Pa, Sampai keadaan Senja baik baik saja."
" Kau menyuruh ku bekerja lagi ?" Sela Papa Jack.
" Ayolah Pa, Jery ingin menemani istri dan anak anak Jery. Lagi Pula Mama kan Mantan rekan bisnis Papa, Dan naik pangkat menjadi rekan duet Papa di Ranjang. "
" Mas !" Senja merasa ucapan suami nya itu sudah keterlaluan !
" Kau harus membayar mahal dengan ini. " Mulai nego dengan putra nya.
" Pa, Papa kaya Pa, Apa yang Papa ingin kan ?" Tanya Jery.
" Aku yang akan memberi nama Ketiga anak anak kalian. !"
" Mana bisa ! Jery Daddy nya. " Jery tidak terima.
" Yes or No ?"
" Mas, " Senja mengelus punggung tangan suami nya.
" Yes ! Oke. Jery libur satu minggu !" Rasakan !
" Oke ! Tidak masalah. Istri ku akan menjadi partner ku kembali. Benar kan sayang ?" Melihat ke arah istri nya.
" Belikan aku Tas kulit buaya terbaru !"
" Oke, Putra mu yang kan membeli nya. !"
" Kok Jery lagi ?" Sela Jery lagi.
" Yes Or No ?" Akhir nya Jery mengalah dan Mereka memilih menginap dirumah sakit malam ini menemani Senja.
Tepat nya Jery dan Senja saja, Karena Mama dan Papa nya pulang !
...**❤️❤️❤️...
Hampir saja genks 😭
__ADS_1
Follow ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️**