
Malam ini mereka benar benar akan pergi ke club tempat dimana teman kerja nya Ello mengadakan pesta ulang tahun nya dan Ello sengaja membawa Bulan untuk pergi bersama nya.
" Aku udah di bawah ya Bet, " Isi pesan Ello kepada kekasih nya.
Bulan hanya bisa mencebik kesal. Kenapa mesti beti sih ?
Kenapa tidak love ? Cinta ? Atau honey bunny Sweety ? Ala anak alay jaman now.
Bulan sudah turun, Dan malam ini tampilan Baby cukup menyita perhatian nya.
" Apasih bet ? Dandan begini ?" Ello sudah kesal melihat Bulan yang berdandan itu.
Walau sangat tipis tapi lekuk tubuh nya membuat Ello kesal.
" Apa sih Bul ? Jangan aneh deh kamu. Aku gak dandan ya. aku bukan cewek cewek kenalan kamu yang make up bold gitu. " Ello hanya mencebik saja.
" Iya deh bet, Maaf deh. Pake jaket aku. Jangan yang gak gak kamu nampakin ketek kamu. " Kali ini Bulan yang terlihat kesal disana.
" Aku bawa mantel Bul, " Jawab Bulan sedikit kesal.
" Ya pake, Mau apa kamu ? Mau pamer ? Kalau mau pamer kita gak jadi berangkat ini, Aku kurung kamu di Kamar mau ?"
" Emang berani ?" Tantang Bulan lagi.
Cit....
Ello mengerem mendadak disana. Lalu dia langsung menarik tengkuk Bulan dan langsung menyerang bibir Bulan itu.
Di sesap nya dengan kuat bibir itu hingga Bulan melenguh dan memukul dada nya tanda kehabisan oksigen.
" Mau yang lebih ?" Tanya Ello saat di lihat nya bibir Bulan sudah bertambah volume nya.
Bulan tidak menjawab, Dia hanya memukul dan mencubit lengan Ello.
Dan Ello ? Dia ya hanya tertawa saja disana.
" Inget, Jangan jauh jauh dari aku, Kita hanya kasih selamat, Kasih kado ke dia dan pulang. Oke. " Bulan mengangguk.
" Iya, Aku gak nyaman kalau di tempat begitu !" Dan mereka sudah sampai di Club itu.
Ello terus menggandeng tangan Bulan sepanjang perjalanan nya hingga masuk ke dalam club.
" Bul, Takut ih..." Bulan semakin merapatkan diri nya pada Ello.
" Sudah, Yang Kemarin juga berani ke club sendirian, Malah nungguin di depan kamar --"
" Auhh...Sakit bet..."
" Rasakan !" Kesal Bulan disana jika kembali mengingat kelakuan Ello waktu itu.
" Sudah, Ayo. Itu teman aku. Cukup senyum aja. Tapi jangan lama lama senyum nya. " Ello mengingat kan Bulan.
" Janji ya sebentar aja. Aku mual bau alkohol. "
" Iya Beti ku sayang..."
" Is...apasih Bul, Gaje deh kamu. " Bulan tersipu malu saat Ello mencium bibir nya.
Akhir nya mereka langsung memberi selamat ke teman nya Ello, Lalu sedikit berbincang hingga mereka memilih pamit.
__ADS_1
" Gak asik banget sih El, masih jam sembilan juga. "
" Cewek gue gak biasa tempat beginian. Dia mual. "
" Maka nya di biasakan dong, Jaman sekarang cewek gak biasa di club ? C'mon Man, Kayak masih Virg*n aja. " Ello meradang disana .
" Apa maksud lo hah ? Itu hak gue atau cewek gue dong, Mau stay disini atau gak. Dan soal Virg*n atau gak nya cewek gue itu bukan urusan lo bangsat !" Umpat Ello kesal hendak melayangkan pukulan nya.
Namun Bulan menahan nya agar tidak terjadi baku hantam.
" Bul, Pulang aja yuk, Disini gak nyaman. "Keluh Bulan
" Sok suci banget. "
Bugh...
" Jaga mulut lo ya, Lo gak berhak buat Nge judge cewek gue ! Bangsat lo semua !" Ello langsung membawa Bulan pergi dari sana.
Entah mengapa emosi nya langsung memuncak saat mendengar mereka merendahkan Bulan.
Bulan yang tak tau bagaimana cara membujuk dan meredakan emosi Ello pun hanya bisa pasrah saja.
" El, Jangan begini...Aku takut sama kamu..." Kini mereka sudah berada di apartement nya Bulan.
Ello dan bulan duduk bersebelahan.
Di genggam nya erat tangan Ello dan di elus nya. Dengan berani Bulan duduk di pangkuan Ello dan mencium bibir nya.
Awal nya Ello tidak membalas dan biasa saja. Namun, Entah setan dari mana, Ello mulai tersulut api gairah nya...
Di tahan nya tengkuk leher Bulan dan ciuman mereka semakin dalam.
Bahkan kini dengan berani tangan Ello mulai nakal meraba setiap lekuk tubuh Bulan.
" El..." Lirih Bulan saat merasakan Senapan Angin milik Ello sudah mengeras.
" Buu, I Want you..." Bisik Ello menahan gairah nya.
Bulan bingung harus bagaimana, Dia takut tapi juga ingin membuktikan pada Ello jika dia masih Virg*n.
" Percaya pada ku Buu, Aku cinta kamu. Aku gak akan ningggalin kamu. " Bulan masih diam.
Tapi Ello langsung menyerang bibir Bulan kembali dan membuka dengan kasar gaun yang di kenakan Bulan tadi.
" Ello..." Kini Bulan sudah setengah polos, Tubuh seksi nya hanya berbalutkan sangkar nya saja.
Hap !
Ello membawa Bulan ke dalam gendongan nya dan masuk menuju kamar nya Bulan.
Ciuman mereka masih berlanjut, Kini di rebahkan nya tubuh Bulan dengan lembut, Di telusuri nya leher jenjang milik Bulan.
" Aku tidak akan meninggalkan bekas nya Buu..Itu Privasi kita...Percaya pada ku. " Bulan hanya bisa mengangguk saja disana.
Kini Ello kembali mencium bibir Bulan dan tangan nya mulai masuk di balik punggung Bulan dan membuka pengait nya.
Wusshh....
Di buang nya dengan kasar penutup Melon kembar milik Bulan dan Ello tidak menyangka bahwa milik Bulan sebesar dan seindah ini.
" El...malu..." Lirih Bulan menyilangkan kedua tangan nya di dada.
__ADS_1
" Jangan malu Buu, Aku ingin melihat dsn merasakan semua nya. Semua ini milik ku Buu..."
Hap..
Elo langsung menghisap dan meremas sebelahnya bergantian. Ello melakukan nya dengan sangat lembut membuat Bulan menikmati nya juga.
" El...Ssshhh...." Desisan Dari Bulan semakin membuat Ello menggila.
" Aaahh...Ello...." Desahann Bulan saat Melon kembar nya di jilati oleh Ello.
" Enak Buu ? " Bulan tidak menjawab, Dia semakin Gila saat merasakan milik Bulan di bawah sana sudah mulai basah.
" Milik kamu basah Buu..." Bisik Ello saat memegang buah Peace milik Bulan sudah basah.
" Biar aku basahkan lagi Buu.,"
" El....Ssshhh...." Desisan Bulan semakin gila saat Ello membuka panties nya dan membenam kan wajah nya disana.
Bulan kaget, Namun dia merasakan nikmat yang luar biasa saat Lidah Ello mulai di rasakan nya disana.
" El...Aaahh...Ello...."
" Ello...Aku ingin kencing..."
" Bukan Buu...Keluarkan saja sayang...Mendesahhh sayang...Mendesah Buu..."
" Ello,..Aaahhh....El...Aku ingin...keluarrrr....Aaahhhh....." Tubuh Bulan melengkung indah dengan Melon kembar nya yang membusung.
Ello langsung membuka dan melucuti pakaian nya juga. Kini tubuh nya dsn tubuh Bulan sudah polos sempurna dengan kedua Melon kembar nya sudah di lukis Ello.
" Aahh. Ello..." Rengek Bulan saat tangan Ello kembali meremmas Melon kembar nya dan senapan angin nya mulai bergesekan di belahan buah Peace milik nya di sana.
" Rilex Buu, Rilex...ini akan enak nanti nya..."
" El...Sakit..."
" Sebentar Buu..."
" El...Aahhh...Sakit..." Kuku Bulan sudah menancap sempurna di punggung Ello dan Ello merasakan sesak dan perih bersamaan.
Saat milik nya mulai masuk dan punggung nya di cakar Bulan.
Jleb...
" Ello..!!!!" Pekikan Bulan kaget saat Senapan Ello di paksa masuk.
" Aaarrgghh...Buu...Ini berdenyut sayang...Kau sempit...." Erang Ello saat merasakan milik Ello benar benar sempit dan berdenyut disana.
" Aku mulai Buu..." Tanpa menunggu persetujuan Bulan Ello langsung menggerakan pinggul nya maju mundur keluar masuk senapan angin nya.
Dia menikmati semua ini, Milik Bulan sangat nikmat bukan ? Sempit dan mengigit, Gesekan itu sangat terasa sempurna menjepit Senapan angin milik nya.
" Ello...aku...."
" Iya Buu...Ayo bersama sayang..." Bulan sudah tidak tahan lagi.
Sampai Ello mencabut milik nya dan membuang Cairan senapan angin nya di buang di perut Bulan...
" Kau seksi Buu...Aku suka milik mu..." Ello turun dari tempat tidur Bulan dan mengambil Tissu untuk membersihkan perut Bulan dan buah Peace milik nya juga .
" Ahhh...Ello..." Pekik Bulan kaget saat Lidah Ello menyapu di buah Peace milik nya.
__ADS_1
" Agar cepat sembuh Buu..." Jawab Ello disana.
...❤️❤️❤️...