Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Riuh Ricuh Rusuh


__ADS_3

" Sayang...Lila Pup..." Teriak Jery dari luar kamar mandi.


" Berisin dulu Mas, Aku lagi nanggung. "


Dut...Pret...


" Oh God ! Help Me..." Keluh Jery saat Ello seperti nya juga Pup.


" Oh, C'mon Dane, Jangan ikut ikutan Juga..." Keluh sang Daddy saat melihat si sulung juga sedang menatap ke arah nya.


Jery membuka satu persatu Diapers Baby nya dengan penuh tekanan dan siksaan.


" Huekkk !!!"


" Nanny !!! Nanny !!!" Teriak Jery disana memanggil. Para pengasuh Baby nya dan para pelayan.


" Ya Tuan..."


" Bersihkan mereka, Aku sudah telat !"



Para pelayan dan Nanny langsung sigap membersihkan Tuan dan Nona muda Triple DWG itu.


" Loh ? Dimana Mas Jery ?" Tanya Senja.


Dia kaget saat melihat para Nanny disana. Padahal tadi hanya suami nya.


" Tuan Sudah Turun Nyonya, Kata nya sudah terlambat. "


" Oh, Baik lah !" Senja membawa Daniel untuk Turin dan kedua lagi di bawa Para Nanny mereka.


Hari Hari mereka selalu begitu, Di hiasi suara jerit tangis ketiga anak kembar itu.


Kini bahkan mereka sudah mendapatkan MpAsi mereka di usia ke 7 bulan dan Senja sendiri yang memasak khusus untuk ketiga buah hati nya bersama Jery.


Hari hari Senja selalu di penuhi Drama, Mulai dari nangis satu nangis dua dua, Tapi tidak Dengan Daniel.


Daniel menjadi anak yang paling kalem di antara mereka.


Daniel pula yang selalu bisa tenang dan di sambi oleh Senja.


Tidak seperti kedua saudara nya itu.



" Ayo, sayang, Waktu nya makan..." Senja sudah mendudukan anak anak nya di Baby Chair untuk memulai makan siang nya.


Anak anak nya mengoceh tak karuan, ,tapi seperti biasa, Hanya Ello dan Lila saja yang berceloteh, Sementara Dane langsung makan dengan gaya Elegant nya.


Bahkan Opa bule, Sudah melihat jiwa kepemimpinan dari seorang Daniel di usia nya yang masih dini.


" Hey, Ello, Lila jangan berebut sayang, Makan dengan benar lihat, Kakak kalian Daniel, Dia makan dengan tenang. "


" Huaaa....Aaaa...Huaaa..." Lila tiba tiba menangis saat tangan nya di gigit Ello.

__ADS_1


" Ello, Sayang tidak boleh begitu pada adik nya..." Senja sangat sabar menasehati anak anak nya sejak dini mungkin .


" Sayang. Aku pulang..."


" Loh, Kenapa Lila sayang ? " Tanya Jery yang memang sengaja pulang siang karena ingin bertemu dan rindu pada anak anak nya.


" Ello, Menggigit Lila, Mereka berebut sendok. Kan sudah aku katakan, Sama kan saja semua nya, Jangan berbeda warna kecuali baju. Lihat, Mereka saling iri dan berebut. " Omel Senja pada suami nya.


Jery hanya bisa sabar, Karena semenjak melahir kan, Senja menjadi wanita yang super cerewet, Bahkan naik berkali kali lipat nya .


" Iya...Maaf. " Sesal Jery.


" Kamu tuh cuma bisa minta maaf, Kalau udah gini. "


" Loh ? Kok kamu jadi nyalahin aku ? Kan aku juga udah minta maaf, Terus salah aku dimana lagi ? "


" Kok jadi kamu yang marah sih ? Ngeselin banget kamu !" Senja mulai lagi.


" Kenapa jadi aku yang marah ? Kan aku udah minta maaf, Kamu kenapa mesti marah marah sama aku ? Kamu lelah iya ? Kalau memang iya bukan cuma kamu saja yang lelah, Aku juga lelah. Aku harus ikut bangun saat anak anak juga terbangun tengah malam. Aku juga ikut buat susu kan bareng kamu ? Aku juga bantuin kamu kan bersihin mereka ? Lalu salah aku dimana ? Cuma hanya gara gara masalah sekecil ini kamu marah marah gak jelas sama aku ? "


" Aku udah sering kasih kamu pengertian, Kalau kamu capek ada para Nanny, Kamu gak suka sama Nanny yang sekarang kita bisa cari yang baru ! Kalau kurang kita bisa tambah ! Jangan masalah kecil di buat pusing ! " Jery langsung membawa Ello pergi meninggalkan Senja.


Senja hanya bisa menghela nafas nya berat, Dia merasa bersalah karena sudah marah marah gak jelas sama Jery suami nya.


Benar kata suami nya, Bukan hanya dia yang capek. Bahkan mungkin Jery yang lebih capek disini.


Harus bekerja, Mengurus banyak pabrik dan Hotel, Belum lagi Perusahaan yang ada di luar Negeri sana.


Sementara Jery juga ikut bangun saat Triple DWG bangun tengah malam.


" Kamu kenapa Nak ?" Tanya Mama Claire saat melihat pertengkaran anak anak nya tadi.


" Eh, Gak ada Mah, Hanya salah paham aja kok. "


" Sini, Dane biar sama Mama aja. " Mama Claire mengambil Daniel dari gendongan Senja.


" Nak, Kehidupan kita memang akan selalu berbeda, Baik itu sebelum atau sesudah menikah, Juga ada atau belum nya anak anak. Pasti sangat berbeda. Baik kamu maupun Jery, Kalian harus sama sama saling mengerti, Komunikasi itu penting saat mengasuh anak anak. Jika kamu memilih mengasuh anak anak Sendiri jangan pernah mengeluh, Benar yang di katakan Jery, Bukan hanya kamu yang lelah, Suami kamu juga. "


" Mama bicara begini bukan bermaksud membela Jery atau kamu, Kalian itu anak anak Mama, Coba lah mengerti suami kamu nak, Dia sudah banyak belajar semenjak kamu dan anak anak hadir dalam hidup nya. Jadi di antara kalian tidak ada yang boleh saling menyudutkan. " Senja hanya bisa tertunduk malu, Mama mertua nya benar.


Bukan hanya dia saja yang merasa lelah, Tapi suami nya juga sama.


" Maafin Senja mah..." Mama Claire menggeleng.


" Jangan minta maaf pada Mama Nak, Minta maaf pada suami mu...Bicarakan baik baik, Kemarikan Lila, Biar Ello juga di ambil sama Nanny nanti. " Senja mengangguk dan memberikan Lila pada Nanny dan dia mencari keberadaan suami nya.


" Mas..." Panggil Senja saat dia sudah masuk di ruang bermain anak anak mereka.



Ya, Jery sengaja membangun Tempat bermain Pribadi untuk anak anak nya di dalam Mansion ini.


Jery hanya melihat nya sekilas dan kembali fokus pada Ello.


" Nanny, Tolong bawa Ello, Ya. Mandikan mereka. Air nya 36 derajat saja hangat nya, Jangan lebih. " Nah kan ? Bahkan Senja sampai hafal betul bagaimana cara merawat anak anak nya.

__ADS_1


" Baik Nyonya " Nanny tersebut membawa Ello.


" Mas .." Panggil Senja yang ikut duduk di dalam kolam bola bermain dimana suami nya sedang berada di dalam nya .


" Mas, Maafin aku...Aku udah salah sama kamu. Aku marah gak jelas ke kamu !" Jery masih diam.


Bahkan dia masih juga kesal karena Senja semakin membentak bentak diri nya tadi.


" Mas, Maafin aku kenapa sih, Kok kamu gitu banget..." Keluh Senja memeluk suami nya.


" Mas...Kamu mau bawa aku kemana ???" Senja kaget saat Suami nya membawa nya dalam gendongan.


" Mas, Jawab aku ih..." Kesal Senja kembali.


" Mas,. Kamu jangan Gila ya..." Senja tau apa maksud dari suami nya itu.


"


Mas...Eggh....Jangan..." Jackpot !


Jery menang, Dia langsung melucuti pakaian Senja saat mereka sampai di ruang sauna disana.


" Mas...Aahh...Mas....Uhhh...."


Kecipak...Cipak...Cipak...


Bunyi penyatuan mereka di dalam sauna itu.


" Eh ? Suara apaan ya itu ? Kok kayak ada orang ? Kan kata Tuan Besar kita suruh bersihin Sauna, Karena mau di pake kan ? Lalu itu suara apa ???" Pelayan rumah itu sibuk mendengar kan bunyi bunyi suara Lucknut dari dalam Sauna.


" Hey ! Kenapa masih disini ? Cepat bereskan sauna nya. " Titah Papa Jack.


" Anu, Tuan...Hm,---"


" Aahhh...Mas...Uhhh...Gspot Mas...Uuhh...Mas....aaahhhb...." Rahang Papa Jack mengeras disana.


Dia tau apa yang terjadi di dalam sana. bahkan kedua pelayan tadi sudah kabur saat mendengar suara suara aneh itu.


" Aahh...Senja...Uhhh...Aaahhh..."


" Jeremy !!!!" Teriak Papa Jack dari luar sana sambil menendang pintu ruangan sauna itu.


Dugh...Dugh...Dugh...


" Sialan kau Jery !!!" Umpat nya lagi menahan kesal.


Entah yang keberapa kali Papa Jack mendengar suara suara jahanam itu antara Anak dan menantu nya !


" Sial !!!" Umpat nya lagi.


Sementara di dalam sana mereka yang sibuk mencari kepuasan merasa sedikit terganggu tapi Jery tidak ingin itu berkahir begitu saja dan dia kembali meneruskan nya.


...💦💦💦...


Papa Jack kena Bonus lagi 😂😂

__ADS_1


__ADS_2