
Ello sudah berayun di ayunan belakang rumah mereka, disusul oleh Lila yang naik ke tempat nya.
Lalu datang lagi Daniel dan terakhir Oppa dan Oma Bule ikut bergabung.
Total nya memang ada 7 ayunan di pohon itu, Karena Senja dsn Jery juga memiliki nya.
" El, Lo kenapa sih ? " Tanya Lila
Walau sudah malam mereka memutuskan tetap berada di taman rumah belakang ini.
" Lila, Ello kakak kamu !" Tegus Daniel.
Jika sudah Daniel yang menegur nya, Lila langsung menurut.
" Iya, Kak El, Kenapa sih ? Kayak gak seneng banget pulang kerumah, Padahal lagi libur juga. " Ello tidak menjawab.
Dia terus mencoba menghubungi Bulan nya.
Kekasih nya, Bubu nya.
Namun hingga kini belum juga ada kabar.
" El ? Lo kenapa ?" Tanya Daniel mencoba menegur Ello.
Ello hanya bisa mendesah gusar.
" Cewek gue gak ada kabar kak, Gue lagi mikirin dia. " Daniel paham saat ini.
" Mungkin dia sedang sibuk. "
" Libur kak, Biasa nya juga lagi di toko, Tapi tadi anak anak bilang Bulan gak ke toko, anak anak pada gak ngampus. " Cerita Ello.
" Terus udah coba hubungi temen temen nya ?" Tanya Lila memberi solusi.
Ello menggeleng, kemudian menjawab Lila.
" Bulan gak punya temen di kampus. Dia cuma punya gue, Setelah ngampus juga langsung ke Toko. " Cerita Ello.
" Kenapa kau begitu mengkhawatirkan nya ? Apa kau dan kekasih mu sudah ???" Tanya Oppa Bule.
" Iya Opa, Ello sudah melalukan nya. " Jawab Ello dengan lirih.
Dia merasa bersalah telah mengecewakan keluarga nya, Bagaimana jika Mommy nya tau ?
Tapi dia benar benar mencintai Bulan nya.
Rembulan Sanjaya nya.
" El, Kamu tau itu Dosa ? Kenapa melakukan nya nak ?" Tanya Oma Claire menatap Lurus ke depan .
" Maafkan Ello Oma, Ello bersalah, Tapi Ello benar benar mencintai nya, Ello mencintai Bulan Oma..."
" Oh God ! Kenapa harus aku yang mengalami nya, Dulu suami ku, Lalu anaku, Sekarang cucu ku ?"
" Sayang, Apa maksud mu ?" Tanya Opa Jack tidak terima.
__ADS_1
" Kenapa ? Kau marah ? Kau dulu memang begitu bersama Benteng Takeshi itu, Lalu Jery merebut Senja secara paksa, Dan sekarang ? Cucu ku ??? Apa salah ku Jack ?" Tanya Oma Bule.
" Oh, Sayang. Kamu tidak salah. Aku yang salah sayang, Aku yang salah Claire. "
" Bagus jika kau menyadari nya. " Mereka sibuk berdebat tanpa memikirkan kegusaran Ello.
Lila kini sibuk berbalas pesan dengan Kakak kelas nya, Daniel sedang mengecek semua laporan kerja nya selama liburan semester ini.
Sedangkan Ello ? Dia terus mencoba menghubungi Bulan namun nihil.
...❤️❤️❤️...
Sementara di Amerika, Keadaan Bulan sedang tidak baik baik saja .
Dia langsung di bawa kerumah sakit untuk di periksa lebih lanjut.
Namun Dokter meminta persetujuan keluarga pasien untuk memeriksa secara khusus, Karena apa ? Karena memang harus di lakukan pemeriksaan lanjutan tentang konsisi Pasien.
Orang Tua Bulan yang berada di Canada langsung terbang kerumah sakit tempat dimana Bulan sedang di rawat.
Singkat cerita, Setelah menyetujui seluruh pemeriksaan, Ternyata Bulan mengalami Penyakit sistem kekebalan tubuh, Yang sering di sebut Auto Imun.
Dan yang lebih membuat mereka terkejut adalah Bulan di nyatakan tengah mengandung dan kini Usia kandungan nya baru menginjak 2 minggu, Itu tertulis jelas di surat hasil pemeriksaan Darah Bulan.
" Pa, Hiks...Hiks..kita harus bagaimana ? Resiko nya sangat tinggi untuk Bulan mengandung di saat begini. Ini tidak akan baik baik saja Pa..." Mama Regina menangis di pelukan Papa Sanjaya, Dia benar benar hancur saat ini.
Bulan sedang tidak baik baik saja, Di tambah kehamilan nya ? Bagaimana cara mereka menyampai kan ini semua pada Bulan ?
Apa tanggapan putri mereka nanti ?
Keesokan hari nya, Bulan sudah sadar kan diri, Dia meleguh merasakan pusing di kepala nya.
" Buu, Kamu sudah sadar nak ???" Tanya Mama Regina melihat putri kesayangan nya.
Dia langsung mendekat ke arah putri tercinta nya.
" Buu, Apa yang sakit nak ?" Tanya Mama Regina mendekat.
" Badan Buu lemes Ma, Buu lemes banget Ma..." Mama Regina menangis sambil memeluk putri nya.
" Mama kenapa menangis Ma ?" Tanya Bulan saat melihat Mama nya menangis.
" Katakan pada Mama Nak, Siapa ayah dari anak kamu sayang ? Katakan siapa ???" Tanya Mama Regina.
Bagai tersambar petir, Tubuh Bulan menegang kaku, Hamil ? Apakah ???
Bulan kembali teringat, Jarak dari saat dia pertama melakukan itu dengan Ello cukup jauh, Tapi dia sudah mendapatkan tamu bulanan nya , Lalu yang kedua saat,---
Bulan terus mengingat dan dia sudah ingat, Dan kemarin yang ketiga dia melakukan nya dengan Ello .
" Bu-bulan hamil Ma ??" Tanya Bulan semakin lemas.
Bahkan kini dia menangis tanpa suara, Hanya air mata saja yang ada.
" Iya, Nak sekarang kita harus mengecek kandungan kamu, Benar atau tidak nya, Tapi hasil darah kamu sudah di nyatakan posistif. " Walau berat Mama Regina harus menyampaikan nya bukan ?
__ADS_1
" Dan setelah itu kita harus mengucurkan kandungan kamu, Karena terlalu beresiko untuk melanjutkan kehamilan kamu di saat kondisi kamu seperti ini. " Bulan langsung menatap ke arah Papa nya.
Mengucurkan kandungan nya ? Tidak ! Bulan tidak mau itu.
" Gak, Bulan gak mau gugurin anak Bulan, Bulan gak mau. " Ucap nya dengan tegas.
Walau bagaimana pun, Ini hasil buah cinta nya dengan Ello bukan ?
Mereka melakukan nya karena sama sama sadar dan sama sama mencintai.
" Selamat pagi, Kita harus melakukan USG untuk Ms. Rembulan Sanjaya. " Perawat masuk ke dalam ruangan Bulan dan membantu Bulan bersiap.
Dia harus memang segera di periksa agar bisa menjalani dan tau tentang anak nya bukan ?
Mereka semua masuk ke dalam ruangan Bagian Obgyn, Saat semua sudah di periksa mereka kembali di kaget kan dengan keadaan Bulan.
" A-apa ? Saya mengandung 3 Bayi ?" Tanya Bulan kaget.
Bukan hanya Bulan, Mama dan Papa nya juga kaget.
Orang hamil kembar saja jarang, Ini malah kembar 3 ???.
Sebuah anugrah sekali bukan ?
" Tapi Kondisi anda saat ini tidak baik baik saja, Kondisi yang anda alami saat ini akan berakibat fatal nanti nya jika memutuskan untuk mempertahan kan Kandungan anda. " Penjelasan dokter menghantam pertahanan Bulan.
" Saya tetap ingin mempertahankan anak anak saya, Walau nyawa saya menjadi taruhan nya. "
" Bulan !!!" Bentak Papa Sanjaya.
Dia sama sekali tidak akan membiarkan nyawa putri satu satu nya terancam.
Tapi jika harus menggugurkan ketiga calon cucu nya juga dia berat sekali.
" Pa, Bulan mohon...Bulan akan menuruti segala nya, Bulan akan menuruti apa pun keinginan Papa. Bulan janji gak akan menolak apapun itu. Termasuk--"
" Baik ! Kamu harus sembuh, Walau ini akan sulit untuk di sembuhkan. "Bulan mengangguk.
" Iya, Bulan janji Pa, Bulan janji..." Ucap Bulan Dengan semangat.
" Baik, Jika ingin sembuh dan mengandung, Jauhi Ayah dari anak kamu !"
Deg !
Jantung Bulan seakan mau copot, Dia harus apa ??
Dia tidak ingin meninggalkan Ello lagi
Dia tidak ingin membuat Ello kecewa lagi pada nya.
Bulan tidak ingin itu.
" Pa, Ayah anak Bulan itu--"
" Stop ! Kita akhiri pembicaraan ini. " Putus Papa Sanjaya dengan tegas.
__ADS_1
...❤️❤️❤️ ...