
Ello benar benar akan berjuang untuk keluarga kecil nya.
Bulan, Dave, Davio, dan Davian, Ello akan mewujudkan impian nya bersama Bulan dan anak anak nya, Maka dari itu dia akan terus berjuang untuk semua ini.
Kini, Ello sudah sampai di rumah keluarga Sanjaya.
Keluarga calon istri nya.
" Kau siap El ? Ayo !" Gumam nya menyemangati diri nya sendiri saat keluar dari mobil mewah nya.
Di tangan nya dia membawa banyak mainan, Hadiah dan tentu nya seikat bunga yang indah untuk Bulan nya.
" Huh !" Menghela nafas nya kasar Ello memberanikan diri untuk masuk kerumah besar ini.
" El, " Panggil Bulan yang baru saja masuk dari taman belakang dan melihat pria yang sangat di cintai nya.
" Hey, Buu...I Miss You ..." Ello datang ke arah Bulan dan membawa Bunga nya.
Bulan menerima bunga hadiah dari Ello dengan senang hati.
" Thanks..." Bulan tersenyum manis.
Tanpa di duga nya Ello mengambil foto diri nya dan langsung memasukan ponsel nya ke saku celana nya.
" Kok gitu ?" Bulan cemberut saat melihat tingkah Ello pada nya.
Sementara Ello hanya tersenyum saja menanggapi kekesalan calon istri nya.
" Dimana anak anak Buu ?"
Cup
Ello mengecup kening Bulan dan Bulan hanya bisa memejamkan mata nya saja.
Tingkah laku kedua nya menjadi bahan tontonan para pelayan yang sedang bekerja dan membuat mereka mengiri dengan adegan romantis di depan nya.
Saat kedua nya tengah larut dalam rasa cinta tiba tiba Petra asisten Papi nya datang .
" Maaf Nona, Tuan Danello telah di tunggu oleh Tuan Sanjaya. " Bulan menatap wajah Ello dengan khawatir.
Sementara yang di tatap hanya tersenyum dan mengangguk saja.
Dia memastikan keadaan nya baik baik saja di hadapan Bulan.
" Baik, Aku pergi sebentar oke. Bawa ini untuk anak anak, Katakan pada mereka aku tidak tau kesukaan mereka, Jadi jika mereka tidak suka nanti kita pergi bersama. " Ucap Ello lagi.
Bulan pun mengangguk.
" Hati hati..." Ello hanya tersenyum.
" Aku ingin menemui calon mertua ku, Bukan berperang sayang..."
Bugh...
" Kamu ngeselin..." Ucap Bulan setelah memukul dada biang Ello.
__ADS_1
Berjalan dengan langkah tegap nya, Ello mengikuti asisten calon mertua nya itu keruangan kerja nya.
Dan saat sampai disana, Dia bisa melihat bagaimana Serius nya calon mertua nya itu.
Entah apa yang di lakukan nya, Tapi satu yang pasti, Ello sudah was was saat ini.
" Kenapa ? Apa kau ingin terus berdiri ?" Sindir Papi Sanjaya pada Ello.
Yang di sindir hanya bisa tersenyum saja.
" Baik kita mulai pembicaraan ini. " Jeda sejenak.
" Langsung saja ! Aku tidak menyukai mu menjadi pasangan putri ku !"
Deg !
Ello harus menghadapi semua ini Bukan ? Dia harus bisa menaklukan hati Papi Sanjaya.
Cieile, Papi coy !.
" Boleh kah saya bertanya ?" Oke, Kali ini Ello akan mendebat habis habisan calon mertua nya ini.
Dia tidak akan diam lagi jika untuk memperjuangkan Bulan nya.
" Silah kan !" Jawab Papi Sanjaya dingin.
Ello menarik nafas nya panjang sebelum melakukan perdebatan ini.
" Pertama, Apa yang membuat anda membenci saya ? Selain tingkah laku saya setelah kejadian perpisahan kami ? " Tanya Ello.
Rembulan Sanjaya nya.
" Kau ingin tau alasan nya ?" Tanya Papi Sanjaya.
Ello hanya mengangguk saja.
" Tanyakan pada Daddy mu apa yang di lakukan nya pada ku ! Jika kau sudah mendapatkan jawaban nya maka aku akan menjawab semua pertanyaan dari mu !" Ello paham.
Dia langsung menghubungi Daddy nya, Tidak di angkat, lalu berusaha menghubungi Mommy nya tetap sama.
Saat panggilan ketiga, Baru di jawab oleh Daddy nya.
Tapi tunggu, Ada yang aneh disini, Kenapa nafas Daddy nya berlarian ?
Apa yang terjadi ? Saat Setelah nya Ello mulai paham .
" **** ! Daddy menggali sumur !" Umpat Ello dalam hati nya .
Lalu dia mulai bertanya dengan Daddy nya.
" Dad, Apa yang Daddy lakukan pada Papi nya Bulan ? Hingga dia membenci Ello ? " Tanya Ello sambil menahan rasa kesal nya.
" Nanti dulu yank, tanggung ini. "
" Gadak tanggung, Aku udah gak mood. " Senja langsung bangkit.
" Gak ada yank, Kita lanjut. " Ello sambil menggerakkan pinggul nya.
__ADS_1
Senja kembali mendesah dan itu membuat wajah Ello semakin merah padam.
" Dad, Plis ! Ini harus di selesaikan ! "
" Daddy juga harus menyelesaikan ini. " Daddy nya tak mau kalah.
" Tapi Dad, "
" Sudah jelas ? Dia menikahi Siapa ? Dia menikahi Renitta, Bukan Renatta, Dan kau tau ? Renatta adalah wanita yang ku cintai dulu, Hingga karena Daddy mu Renatta sampai di Gilir oleh preman, Lalu Frustasi dan bunuh diri. !" Ello menatap tak percaya pada Papi mertua nya.
Apa ini cerita masa lalu ? Tapi apa salah Ello ? Apa hanya karena dia anak dari seorang Jeremy Wilton Grey ?
Sampai cinta nya di ragukan ?
" Apa jika aku menyetujui mu, Kau bisa menjamin putri ku menjadi satu satu nya untuk mu ? Ratu di hati mu ? Kau tidak akan mendua kan nya ? Seperti Daddy mu menduakan istri nya ? Terlebih istri pertama nya bersalah atau tidak ?" Jawaban apa yang harus di beri kan Ello ?
Saat ini mereka berdua melakukan Face To Face untuk membahas semua nya.
Semua kesalah pahaman ini ?
" Saya memang anak dari Jeremy Wilton Grey, Tapi saya ingin memastikan pada anda, Bahwa saya benar benar mencinta Bulan ,bahkan sejak kami di sekolah dulu. Aku mencari nya. Cukup dua kali saya kehilangan nya, Namun kali ini tidak lagi. "
" Bagaimana jika aku tidak merestui nya ? Sementara dari segi apa aku harus percaya dengan mu ?" Ello memejamkan mata nya.
Kali ini, Secara tidak langsung calon mertua nya ini sedang mengungkit masa lalu nya.
" Saya tidak akan menyangkal segala yang pernah saya lakukan yang anda ketahui, Tapi satu yang tidak anda ketahui. Saya tidak pernah tidur dengan wanita mana pun selai dengan Bulan. Saya Berani bersumpah atas nama saya, Dan Tuhan saya, Bahwa saya tidak pernah melakukan hal itu. Walau semua jejak digital itu benar ! Saya tidak menyangkal nya Bahwa saya berpesta alkohol, berkencan dengan banyak wanita, Tapi saya benar benar tidak melakukan hubungan itu dengan mereka. Saya bersumpah. " Jawab Ello panjang lebar.
Hal itu membuat Papi Sanjaya menatap tak percaya pada nya.
Ello paham, Dia tau itu. Tidak akan mudah meyakinkan semua orang tentang kelakuan buruk nya dulu .
" Pernah sekali saya hendak berhubungan badan dengan seorang wanita, Hingga saat kami telah naked, nafsu ku hilang begitu saja. Aku teringat wajah sendu Bulan, Wajah Sendu itu menatap sedih ke arah ku. Sejak saat itu juga nafsu ku hilang, Bahkan tidak pernah lagi berdekatan wanita. Karena rasa benci dan cinta saya terhadap Bulan. setiap malam nya bahkan saya selalu memimpikan Bulan. Wajah sendu nya menatap sedih ke arah ku, itu yang sering terjadi pada ku. "
" Tapi, Saya benar benar mencintai Bulan, Demi Tuhan saya mencintai nya. " Bulan sudah menangis di balik pintu itu, Dia membawa nampan berisi dua cangkir teh yang hendak di bawa nya.
Namun penjelasan Ello membuat nya terharu, .
" Jika aku merestui mu, apa kau bisa menjamin bahwa Rembulan ku akan terus bersinar terang bersama mu ?" Papi Sanjaya menatap Ello.
Lalu menatap ke arah pintu yang sudah terbuka dan menampakan tubuh mungil itu.
" Saya tidak bisa berjanji, Tapi selama hidup saya, Tujuan saya adalah untuk membahagiakan Rembulan anda agar terus bersinar terang, Menyinari gelap nya malam saya, dan Dunia saya. Dan untuk soal materi, Saya memang tidak sebanding dengan anda, Tapi yang saya miliki adalah hasil kerja keras saya sendiri. Bukan hasil warisan atau nama besar keluarga saya. " Papi Sanjaya mengakui itu.
Jika soal karier, Ello memang berdiri di kaki nya sendiri.
Tanpa bantuan dari keluarga nya dan dia tau itu.
" Baik, Aku rasa pembicaraan ini sudah selesai. Kau boleh pergi. " Ello dan Bulan masih menatap ke satu arah yang sama.
Yaitu Papi Sanjaya .
" Apa kau ingin terus disini ? Siapkan acara pertunangan kalian ! Aku ingin putri ku di hargai sebagaimana mesti nya, bukan aku menjual putri ku, Tapi kau harus bisa menghargai putri ku ! Pergi dari sini. " Ello masih menatap bagong ke arah calon mertua nya.
" Persiapkan lamaran nya Danello ! Nikahi putri ku dengan usaha mu sendiri ! " Ello yang kaget langsung bangkit dan hendak memeluk Papi mertua nya.
Namun Dengan tegas Papi Sanjaya menolak nya.
" Aku masih suka wanita ! Dan wanita itu Regina Arta Sanjaya Sakti ! "
__ADS_1
...❤️❤️❤️...