Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Amerika Membawa Luka


__ADS_3

Ini adalah hari pertama Ello menginjakan kaki di nya di Negara Liberal itu.


Negara Benua besar, Negara nya Paman Sam. Ello langsung menuju Apartement milik nya yang baru beberapa hari di selesaikan pembayaran nya oleh sang Daddy demi dia, Bukan hanya dia. Daniel juga mendapat kan yang sama.


Tapi tidak dengan Lila, Dia memang menempati Apartement milik Daddy juga dulu.


" Silahkan Tuan, Ini Id Card anda dan Keycard nya. Anda juga bisa menentukan sendiri pin nya. " Ucap Orang yang memang di utus Daddy nya.


" Oke. Thanks. !" Dia pun langsung masuk ke dalam unit nya dan membereskan barang barang milik nya.


...🍃🍃🍃...


Hari sudah berganti, Ello sudah mulai nyaman dengan lingkungan baru nya. Apalagi patas nya yang memang bule menunjang karier dan pesona nya disana.


" Sorry Bro, Gue telat banget. tadi nganterin sih Stefie dulu," Jelas Gio teman Ello dari Bandung yang baru.


" It's Oke. Gue Free hari ini. " Jelas Ello.


" Gue dapet pesan dari Jonh, Dia lagi nganter Nyokap nya ke Mall. Kata nya ketemuan sama calon tunangan doi !" Ello melotot disana.


Bukan hanya di Negara Mommy nya saja yang ada tentang perjodohan, Ternyata disini juga ada.


" Jauh jauh gue tinggal disini, Dan nemuin juga yang nama nya jodohan ? Gila sih !" Ello menyeruput Ice Latte milik nya.


" Gue denger juga kita ada kedatangan Murid baru. Asia gitu sih. Gak jauh kok, Dari Mana nya gue belum pastiin.!" Jelas Gio lagi.


" Gue gak tertarik ! "


" Gue mati Rasa. !"


" Sialan Lo ! Lo gak Gay kan ?"


" Sialan ! Mana ada ya. Seenak emak bapak lo aja ?" Kesal Ello juga


" Eh ? El, Kata nya sih Aurel Suka sama Lo, Ya ?" Ello hanya mengendikan kedua bahu nya saja.


" Gila ! Cewek seseksi dan segemoy Aurel li anggurin ? Gila ya ? Tinggi banget standart lo ?" Kesal Gio.


Sudah dua semester, mereka di Disini, Namun rasa nya Ello belum mendapatkan apa yang di ingin kan nya.


Di belahan Dunia lain nya, Tepat nya di Canada, Seorang wanita yang sebenar nya memang cantik sedang berdebat dengan ibu nya.


" Ma, Buu gak mau ya, Buu nyaman sama diri Buu. !"


" Nyaman apa nya ? Buu, Plis ! You R So Beautiful baby, Kamu cantik. Jangan menutup diri dengan kepangan mu itu, Kaca mata ? Kita akan ke dokter mata. Buat singkirin kaca mata tebal itu. Kita ke dokter gigi buat lepas Kawat gigi kamu. Gigi kamu sudah bagus sayang."


" Papa...." Rengek anak manja itu.


" Turuti mama kamu Buu, Jangan membantah nya. Papa cukup sabar dengan itu. !" Tunjuk nya pada diri Bulan.


" Pa, Plis !" Pinta nya dengan manja.


" Sorry, Nak...Papa juga harus menyetujui keinginan Mama mu. "


" Papaaaa...."


" Buat putri ku menjadi cantik !" Ucap Mama Bina dengan tegas pada karyawan salon itu.

__ADS_1


" Siap Nyonya." Mereka mengerjakan pekerjaan. mereka dengan sangat teliti dan sabar mengubah penampilan Bulan.


Yang bahkan Mama nya mendatangkan Dokter Gigi serta Dokter mata Khusus untuk anak nya hingga Bulan bisa melepas semua atribut yang melekat di diri nya yang di benci Mama nya.


Cukup lama mereka di salon akhir nya selesai juga make over seorang Rembulan Sanjaya.


" Kan ? Cantik kan ? Kamu sih gak percaya sama Mama. " Puji Mama nya setelah melihat perubahan diri Bulan.



" Apa sih Ma ? Gak lucu tau. " Bulan masih kesal dan meninggalkan Mama nya di salon itu.


Ya, Saat ini mereka sudah berada di Amerika karena memang ingin melihat Kampus untuk Bulan melanjutkan Studi nya.


Bulan ingin menjadi seorang guru Kimia, Maka dari itu dia mengambil Jurusan Farmasi dulu nya sewaktu SMK dan kini dia melanjutkan kuliah nya.


Di saat semua orang yang berasal dan keturunan orang kaya, Bulan malah ingin mengabdi kan diri nya untuk Negara dan memiliki sekolah gratis untuk anak anak yang tidak mampu. Sungguh Mulia bukan ?


" Besok kamu mulai ke kampus kan ? Kamu yakin ingin disini ? Setau Mama Cowok yang nyakitin hati kamu itu berada di sini juga kan ? " Bulan kaget


" Jangan kamu kira Mama gak tau ya Buu. " Mama nya mulai kesal.


" Dia ninggalin kamu gitu aja kan ? Demi cewek yang lebih cantik. "


" El, Gak gitu Ma! El bukan orang jahat, " Masih saja mencoba membela Ello.


" Kalau gak jahat apa nama nya ? Dia biarin kamu di siram es teh gitu aja ? Udah ya Buu, Sampai kapan pun Mama ngelarang kamu buat berhubungan sama dia. Ingat itu. " Mama Bina meninggalkan Bulan disana.


Inilah alasan kepindahan Bulan secara mendadak, Karena Mama nya melihat rekaman CCTV di kantin saat Bulan di siram es teh oleh Mentari model abal abal itu menurut nya.


Dan yang di lihat nya Cowok Bule itu gak membela Bulan.


...🍃🍃🍃...


Kali ini bulan sudah Bersiap dan menuju kampus tempat dimana dia akan melanjutkan studi nya dan menempah diri nya untuk menjadi Guru yang handal nanti nya..


" El, Gue denger tuh anak baru udah sampek sini. Dia cantik El, Kayak bidadari. Wajah nya Glowing banget kayak sinar Rembulan !"


Deg !


Entah mengapa mendengar kata Rembulan hati Ello sedikit terganggu disana. Ingatan nya kembali muncul ke belakang, Dimana Dia mencari seorang wanita bernama Rembulan.


Beti Lapea nya.


" Noh, Liat noh. Itu dia Bro..." Gio mengarahkan pandangan Ello menuju Wanita cantik dengan rambut hitam panjang milik nya yang sangat indah.


Hati nya benar benar goyah.


" Hallo, Baby, I Miss You..." Aurel menempel pada Ello...Ya, Memang sejak Seminggu belakangan ini Ello sudah mulai membuka hati nya untuk Aurel dan mereka juga baru jadian dua hari yang lalu.


" Hy, Honey..." Sapa Ello memeluk Aurel disana..


" Liat apa sih ?" Tanya Aurel Anak Dari Ausi.


" Beuh...Bening bener tuh cewek...Gila sih, Kulit nya mulus bener...Gimana rasa nya lidah gue kesana ya ? Kepleset kali ya. !"


Tok...

__ADS_1


Ello kesal pun memukul kepala Gio.


Gak Gio gak Dika sama aja omes.


" Mulut lo ya !"


" Honey, I Miss You, Nanti malem dateng ke Unit aku ya, Aku bakalan Servis kamu, Aku baru selesai Haid..." Ucap Aurel dengan berbisik dan kelakuan nya membuat mereka berdua seolah sedang berciuman.


Deg !


Jantung Bulan seakan mau copot dari tempat nya melihat itu.


Dia tau, Dia melihat siapa pria yang di cium itu.


" El,..." Lirih nya disana yang di temani Salah satu Profesor untuk menuju kelas nya.


Ello tersentak saat melihat wanita cantik itu seperti memanggil nya.


Ello menjauh dari Aurel dan menatap wajah cantik itu.


" Sorry, Apa kita saling mengenal ?" Tanya Ello dalam bahasa ingris.


" Ti-tidak !" Jawab Bulan takut.


" Kau yakin ?" Ello masih menelisik disana.


Dia seperti mengenal wajah ini, Tapi dimana ? Dimana dia mengenal wanita secantik Itu ?


Dimana pikir nya lagi...


" Permisi !" Ucap nya lagi.


" Aku membenci mu !" Ucap nya dengan Lirih lagi.


Tapi kali ini Ello tidak mendengar nya karena Aurel sibuk mencari perhatian diri nya.


Bulan yang sudah pergi meninggalkan sejuta tanda tanya di hati Ello, Benar kah mereka tidak saling mengenal ?


Tapi rasa nya Ello seperti mengenal nya.


" Jam itu, " Bulan kembali teringat dengan jam tangan yabg di kenakan Ello.


Jam tangan pemberian nya dulu.


" Sayang, Jam tangan kamu baru lagi ?" Tanya Aurel melihat Jam tangan mewah milik Ello.


" Ini ? Ini hadiah Ultah gue yang ke 17. "


" Dari mantan kamu ?" Tanya Aurel lagi.


" Bukan, Dari Beti Lapea !"


Tes...Air mata Bulan jatuh...


Hati nya sakit sekali Ello hanya menganggap nya beti lapea ?


Sakit hati nya sakit sekali rasa nya. Kini dia bertekad untuk mengubur semua perasaan nya pada Elli yang hanya menganggap nya Beti Lapea itu.

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


Kelewat bocor mulut mu El !


__ADS_2