Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Serangan Fajar


__ADS_3

Arjun masih membeku di tempat nya, Sangat sulit sekali untuk membalas ucapan dari mertua Senja tadi...


Namun akhir nya Bisa juga menjawab nya dengan sedikit hancur.


" Maaf Tuan, Saya hanya membantu orang tua Senja untuk membawa mobil nya kesini karena supir nya berhalangan. Lagi pula bapak Senja sudah mengatakan bukan ? Bahwa beliau tidak percaya pada orang lain untuk membawa mobil dari menantu kesayangan mereka itu. !"


Papa Jack menyeringai disana ! Kata kata dan jawaban dari Arjun membuat nya merasa gemas.


Arjun adalah sosok petarung yang hebat dan cukup kuat menurut Papa Jack.


Tapi, Apa dia bisa bersaing dengan Putra nya ? Lalu apa Papa Jack sanggup untuk kehilangan Menantu Sunset nya itu ?


" Saya juga hanya ingin menjenguk Senja sebagai teman nya di masa lalu. " Lanjut Arjun lagi.


" Oh ya ? Teman masa lalu ? Menjenguk ya ?" Tanya Papa Jack sambil memegang dagu nya yang di tumbuhi bulu bulu halus berwarna putih itu.


" Maka bersikap lah layak nya seorang yabg menjenguk ! Jangan pernah melebihi batasan mu !"


Deg !


Memang sangat luar biasa sekali pedas nya mulut mertua Senja ini.


Menurut Arjun, Mulut mertua Laki laki Senja nya ini pedas nya melebihi Seblak kesukaan nya Senja dengan cabe rawit sebanyak 13 biji.


" Pa, Mas Jery kemana ?" Tanya Senja yang belum melihat suami nya kembali.


" Entah ! " Acuh Papa Jack. Bahkan dia juga mengendikan kedua bahu nya .


" Mungkin membeli mobil baru ! Atau malah menggiling nya. Atau-- Aaauuuhhh..." Papa Jack menatap horor ke arah istri nya.


" Apa ?" Tanya Papa Jack pada Mama Claire.


Mama Claire hanya menatap nya dengan tatapan tajam nya. Namun Papa Jack hanya cuek bebek saja.


" Habis kau nanti malam ! Akan ku buat kau sakit pinggang dan tidak bisa bangun Cinta..." Seringai jahat Papa Jack.


Walau pun sudah berusia, Namun Papa Jack adalah Pria tua yang masih bugar !


Mungkin Jika waktu itu rahim Mama Claire tidak di angkat sewaktu melahirkan Glenka, Mungkin Jery akan memiliki adik lagi.


Sudah bisa di pastikan !.


Cukup lama mereka bercerita sampai Jery baru kembali entah dari mana.


" Mas, Kamu dari mana ? Aku Rindu..." Jery hanya menaikan sebelah alis nya menatap Senja.


Benar kah Wanita itu Rindu ? Istri nya Rindu?


Tapi melihat Wajah Arjun Jery kembali kesal dan lebih memilih duduk di sofa saja dekat Papa nya.


Bukan menjauhi Senja, Tapi Kursi di samping tempat tidur Senja sudah di duduki ibu mertua nya kan ?


Jadi tidak salah kan dia duduk di sofa ?

__ADS_1


Wajah Senja menjadi Sendu saat Jery lebih memilih duduk di sofa dari pada datang menghampiri nya.


" Sudah Buk, Senja kenyang..." Tolak Senja saat ibu nya baru menyuapi nya dengan tiga sendok bubur jagung buatan koki rumah mertua nya itu.


" Loh ? Baru tiga sendok Senja. " Ucap Ibuk nya lagi.


Namun Senja hanya menggeleng kan kepala nya saja.


Jery menghela nafas nya berat, Dia tau bahwa wanita hamil itu pasti akan mulai menangis jika keinginan nya di tolak atau tidak tercapai.


Mau tidak mau Jery harus bangkit dan menuju ke arah Istri nya itu.


" Ayo, Makan. Biar aku yang suapin ya. Setelah ini aku bawa kamu jalan jalan ke taman sebentar. " Senja langsung mengangkat pandangan nya melihat suami nya sudah berdiri di samping ranjang pasien nya.


Namun Senja kembali sendu saat tau bahwa suami nya itu pasti kesal karena ada Arjun disana.


Senja kembali menggeleng, Dia sudah kehilangan selera makan nya siang ini.


Jery kembali menghela nafas nya saat tau istri nya pasti merasa bersalah disini.


" Mau makan atau mau aku pergi lagi ?" Tanya Jery.


Senja tidak menjawab, Dia masih menundukan pandangan nya tidak berani menatap suami nya.


Tak...


Bunyi mangkuk bersentuhan dengan nakas di samping tempat tidur Senja.


" Baik, Aku pergi..." Jery langsung meninggalkan ruangan Itu dengan perasaan kesal nya.


Pabrik pabrik yang harus di tinjau. Masalah perceraian nya dengan Renatta, Dan sekarang ? Senja merajuk pada nya ?


Brak...


Semua orang kaget saat Pintu ruangan Senja di banting begitu saja oleh Jery.


Terutama Senja, Dia menangis saat tau Jery marah pada nya. Bukan marah Senja...


Jery banyak kerjaan sekarang !


Di tambah ada kumbang terong.


Senja hanya ingin Jery membujuk nya saja untuk makan lagi, Namun dia salah !


Jery sedang tidak baik baik saja.


" Sudah jangan menangis. Suami mu pasti baik baik saja. " Ucap sang Papa Mertua.


" Mas Jery marah sama aku ya Pa ? Gak mau disini.?"


Lama Papa Jack mendengar tangisan Senja akhir nya dia pun kesal.


" Diam lah Senja...Suami mu itu pasti di kantor ! Jangan menangis ! Kepala ku mau pecah saat ini. Atau kau ingin aku membawa mu ke Jerman ? Iya agar kau sekalian tidak bisa bertemu suami mu lagi ? Iya ? Atau kau mau aku membuang mu ke Antartika ?" Geram Papa Jack.

__ADS_1


Senja hanya bisa menggeleng kan kepala nya, Papa mertua nya sudah kesal dengan nya kali ini.


" Hiks...Hiks...Iya Senja diam Pa..." Ucap nya terbata dan masih sengugukan.


Akhir nya Papa Jack bisa bernafas lega. Bukan nya dia bermaksud kejam pada menantu kesayangan nya itu, Tapi itu lah cara jitu untuk menjinakkan tangisan wanita hamil itu.


Kedua orang tua Senja heran, Anak nya yang judes dan keras kepala dan tidak cengeng itu kenapa bisa menjadi seperti ini ? Senja bukan wanita lemah yang menangis setiap di bully teman teman nya soal seragam nya yang buluk atau bahkan sepatu nya yang penuh Dengan jahitan, Dia akan melawan jika dia memang tidak bersalah.


Akhir nya, Mertua Jery di bawa ke rumah Besar untuk menginap. Tapi tidak untuk Kumbang terong yang di usir Papa Jack.


Malam ini hanya ada Perawat khusus yang menjaga Senja karena memang di tugas kan disana.


Tepat pukul 22.29 malam, Jery kembali ke rumah sakit dengan wajah kusut nya.


Setelah membersihkan tubuh nya, Jery memilih tidur di Samping Senja, Karena memang Bed nya cukup besar untuk seorang pasien maka Jery memilih ikut berbaring disana.


...🌞🌞🌞...


Pagi sudah datang, Senja yang memang sudah banyak tertidur akhir nya bangun di jam setengah 6 pagi. Dia melihat ada suami nya yang memang sedang terlelap di samping nya dengan sangat pulas.


Di belai nya rahang tegas yang sudah di tumbuhi buku bulu halus itu, Lalu hidung mancung itu.


Terakhir di sentuh Senja dengan jari telunjuk nya Bibir tebal milik Jery, Senja tersenyum namun tiba tiba dia kaget saat melihat mata Jery terbuka dan apa itu ,?


Senja tau arti tatapan itu ,! Tatapan memangsa dari Seorang Jeremy !


" Mas...Ke-kenapa kamu sudah bangun ???" Senja semakin kaget saat tangan nya di bawa ke bawah dan menyentuh sesuatu yang sudah mulai mengeras dengan sempurna.


" Mas ..." Lirih Senja menatap ke arah Jery.


" Kau yang memulai nya sayang..." Ucap Jery berkabut gairah di pagi hari.


" Tapi aku belum bisa..." Jawab Senja sedikit takut.


" Gunakan tangan kamu sayang..."


" aaahhhkkk..." Pekik Jery saat Senja langsung di gendong dan di dudukan di Closet kamat mandi.


Senja semakin terbelalak saat Melihat Jery membuka celana nya dan terpampang sudah menara Pisa milik Suami nya itu .


" Gunakan tangan mu dan sabun ini sayang..." Jery membawa tangan Senja untuk memegang menara Pisa itu.


Sumpah demi apa pun, Senja baru kali ini benar benar melihat sedekat ini, Dan juga memegang nya. Rasa nya seperti...


Ahahh...Sudah lah ! Jangan di jelas kan ! Ternyata yang membuat nya menjerit nikmat selama ini, adalah yang saat ini sedang di pegang nya...


" Aahhh...Gerakan tangan kamu sayang..." Ucap Jery dengan suara parau nya.


...😂😂😂😂...


Segede apa ya punya bang Jery ? Mama Vio juga pernah pegang punya Papa BerUang wkwkwkwk 😂😂😂


__ADS_1


Jangan lupa baca cerita bang Brian dan para wanita nya 😂😂


Follow juga akun ige ibuk @amelia_falisha1511 🍓


__ADS_2