
". Mom ? Dad ? Kita mau kemana ?" Tanya Ello saat mereka sudah sampai di basement Apartement nya.
" Ell, Mommy minta bersikap baik ya Nak. Kasihan Daddy. "
" Mom ! Jika kedatangan kalian kesini hanya untuk membuat sebuah perjodohan aku menolak nya !"
" Ello !!!" Teriak Jerry disana .
Dia mulai kesal dengan anak nya yang cukup pembangkang itu.
" Sudah lah ! Kalian tidak pernah membiarkan ku hidup dengan baik !"
" Ello ! Jaga bicara mu !" Kali ini Emosi Jery sudah tidak tertahan kan lagi.
Plak !
Jery menampar pipi Ello.
" Mas !" Pekik Senja merasa kaget saat tangan Jery menampar putra nya.
" Pulang lah Dad, Mom ! Aku bisa hidup sendirian. Kalian tenang saja. Aku cukup tau diri untuk membatasi diri ku !"
" Aku permisi !"
" Jika kau berani melangkah selangkah lagi dari tempat mu aku akan menstop semua aliran dana untuk kuliah mu !"
" Lakukan lah Dad ! Aku tidak takut. Oh iya. Ini kunci mobil dan Apartement nya . "
" Ello, Nak..." Ello langsung pergi dari sana .
Pertama kali yang harus di lakukan nya adalah Kost atau Mess untuk tempat tinggal nya.
Ello terus menyusuri jalanan nya, Selama ini dia mengumpulkan uang dari hasil uang jajan nya, Hasil balap liaran di luar sana dulu selama SMA dan membuat motor motor untuk di pasarkan ke genk genk balap liar.
Dan ternyata benar bukan ? Uang itu berguna juga saat ini. Apa yang harus di lakukan nya setelah ini ?
Yang pasti dia benar benar harus berjuang demi beasiswa full hingga akhir !
" Sial ! Mana gak bawa jaket lagi. " Gerutu nya kesal dan menyusuri Jalanan kota padat penduduk itu sendirian sampai ujung mata nya menangkap sosok wanita yang baru di kenal nya tapi entah apa yang di rasakan nya seakan dia sudah mengenal wanita itu sejak lama.
Entah lah.
" Buu, Bulan...Ayo nak...Kita harus kembali ke apartement. " Sayup sayup Ello mendengar suara wanita tua itu memanggil seorang perempuan yang di kenal nya itu.
" Rembulan Sanjaya !"
" Hah ? Iya Ma ?"
Deg !.
Jantung Ello berdetak semakin kencang, Wanita yang di sebut nya beti lapea itu adalah wanita yang selama ini di cari nya ?
Apa salah nya hingga wanita itu pergi tanpa kabar ? Menghilang begitu saja ?
__ADS_1
Dan apa ini ? Mereka sudah kembali bertemu lalu kenapa tidak menyapa dan bertingkah layak nya tak saling kenal ?
Ello kembali berjalan dan mendekat.
Bulan kaget dan hendak berteriak saat tangan nya di cekal seseorang dan itu Ello.
Namun dia bersikap biasa saja walau hati nya tak karuan saat ini.
" Bulan...Ayo nak..." Bulan semakin panik saat Mama nya kembali memanggil dan dia melihat sorot mata Ello disana seperti sedang memendam kekecewaan yang berat.
" Sebentar Ma. Mama duluan aja ya. Buu ada teman. " Mama nya melihat sebentar lalu tersenyum saat melihat Ello membungkukan kepala nya tanda hormat.
Setelah Mama Bulan pergi Ello masih menatap Bulan disana dengan sorot mata dan raut wajah kecewa nya.
" Why ?" Kata pertama yang keluar dari mulut Ello
" A-apa maksud kamu ?" Tanya Bulan gugup.
" Kenapa ? " Bulan masih diam di tempat nya.
" Kenapa kau pergi tanpa berkata apa pun hah ?" Bentak Ello.
Emosi nya sudah meluap saat ini. Kenapa dia baru menyadari nya ? Mata itu benar mata Bulan.
Bulan yang kaget sampai memejam kan mata nya disana. Dia jelas Tau Ello kecewa pada nya.
" Kenapa ? aku tidak perlu menjelas kan nya. karena aku tidak mengenal mu !" Ello hanya berdecak disana.
" Sebegitu hebat nya kamu memainkan peran ini. Kenapa ? Kamu sudah merasa hebat ? Mempermainkan perasaan seorang pria yang seperti orang bodoh mencari dan terus memikirkan wanita yang memberi nya kado di ulang tahun nya yang ke 17 sebuah jam tangan mewah dan sapu tangan sutra iya ?" Tanya Ello sinis.
" Aku atau kau yang picik ? Apa kau kira aku melihat mu dengan wajah mu saat ini ? Iya ? Kau terlalu percaya diri. Ternyata benar. Tidak ada satu pun orang yang benar benar tulus dan real berteman dengan ku ! Termasuk kau !"
" Selamat ! Kau telah menghancurkan perasaan ku hingga tanpa sisa !"
Deg !
Jantung Bulan seakan mau copot dari tempat nya.
Apa maksud Ello tadi ? Menghancurkan perasaan nya hingga tak bersisa lagi ?
Ada apa ini ? Pikir nya.
Saat Bulan hendak memanggil nya Ello sudah pergi dan masuk ke dalam Taxi dan meninggalkan nya.
Betapa kecewa nya hati Ello saat ini. Apa tadi ? Apa dia melihat wanita dengan standart kecantikan nya saja ?
Ello tidak sepicik itu !
...🌞🌞🌞...
Hari sudah berganti, Pagi ini Ello ke kampus nya dengan menaiki sepeda yang memang di beli nya pagi ini tadi dengan hasil tabungan nya.
Dan hari ini juga dia harus mencari pekerjaan paruh waktu untuk bisa bertahan hidup di Negara keras ini bukan ?
" Bro ? Lo kok naik sepeda ? Mana Si seksi ?" Tanya Gio
__ADS_1
" Gue balikin tuh semua ke Bokap gue ! Enek gue di kekang mulu. Gila ya, Dane di puji banget, Sedang kan gue ? Cuma karena gue ke Club gue di cap buruk ?" Cerita Ello.
" Gue udah miskin ! Ello gak usah temenan lagi sama gue !" Ello pergi begitu saja dari Gio dan Gio mematung disana.
" Gila ya El ? Lo kira gue temenan sama Lo karena duit ? Muna Lo !" Umpat Gio kesal pada Ello.
Tapi yang di umpat tidak menanggapi nya karena kesal dan dia berlalu begitu saja.
Sampai nya di ujung lorong, Dia tak sengaja berpapasan dengan Bulan.
Ello menghindar, Dia kekiri Bulan ke kanan dan itu membuat langkah nya terhenti.
" Minggir Lo ! Ngalangin jalan gue tau gak !" Bulan mematung disana.
Ello berkata kasar pada nya ? menatap nya dengan tatapan benci nya ?
Kenapa Perasaan Bulan sesakit ini melihat Ello bersikap ketus dan kasar pada nya ?
" El, Maaf !" Ucap Bulan dengan Lirih dan Ello masih bisa mendengar nya.
Ello berhenti dan Bulan berbinar disana. Di kira nya Ello mau memaafkan nya.
Tapi apa yang di dapat nya ? Rasa kecewa yang teramat sangat di rasakan oleh Bulan.
" Basi !" Ello kembali melanjutkan langkah nya tanpa melihat sedikit pun ke arah Bulan.
Dia sudah bertekad, Dia akan mengejar cita cita nya dan lulus sebagai Lulusan terbaik di tahun nya nanti.
Dia akan membuktikan pada keluarga nya bahwa dia bisa melakukan nya tanpa bantuan siapa pun.
Ello mulai menata hati dan pikiran nya. Saat ini dia harus menyusun Visi dan Misi nya dalam menjalani sebuah perjalanan hidup nya kini..
Target nya adalah, 20 tahun S2 ?
Why Not ? Pikir nya nanti. Siapa yang tau kehidupan di masa yang akan datang ? Dan Ello akan menjalani nya saat ini.
Lain Ello yang mengeraskan hati dan pikiran nya, Lain pula Senja yang terus menangis mengingat sosok putra kedua nya itu.
Dimana Ello saat ini ? Ponsel, Dompet kunci mobil semua di kembalikan nya pada Jery, Dan apa itu ?
Semua kartu kartu nya ada disana dan Senja berpikir keras bagaimana keadaan putra nya itu ?
" Yank, Udah dong jangan nangis terus, Aku sedih..." Senja tidak menghiraukansuami nya disana.
" Yank, Jangan gini. Maafin aku..." Senja melirik ke arah Jery suami nya.
" Apa kamu pernah hidup tanpa harta Papa dan Mama ? tidak bukan ? Lalu apa kabar dengan anak ku ?"
" Dia juga anak aku Yank. "
" Dan kamu telah menyakiti hati nya ! Kamu membentak nya dan bahkan hampir menampar nya, Sudah aku katakan kita tanya dulu pada nya. Bukan langsung menghakimi dan memaksa kehendak kamu ke Ello ! Kamu tau Ello itu keras seperti kamu, tapi kenapa kamu tidak mau mengerti nya ? Ke Club bukan berarti anak ku terlibat pergaulan bebas. Aku yakin anak aku tidak berperilaku buruk !"
" Senja, Aku hanya takut jika Ello--"
" Dan ketakutan mu membuat anak ku membenci orang tua nya !"
__ADS_1
...❤️❤️❤️...