
Hari ini benar benar melelahkan untuk Ello, Karena dia harus menyelesaikan segala urusan kantor nya.
Lalu kembali pergi untuk menemani wanita tercinta nya untuk feeting baju pengantin mereka nanti.
" El, Gaun nya banyak yang seksi, liat belahan dada nya sangat rendah..." Ucap Bulan saat mereka sudah memasuki butik teman nya Oma Buyut.
Inilah yang di sukai Ello, Wanita nya tidak seperti wanita kebanyakan yang memamerkan lekuk tubuh nya, Walau dia juga tau bahwa Tubuh Rembulan nya sangat seksi.
Uhh...apalagi bagian belakang nya, Ello sangat suka meremmas nya saat pertempuran mereka dulu.
" Tidak terlalu seksi Sweetbuu, Lagi pula masih tahap normal menurut ku. Lihat banyak yang berlengan. " Ello membawa Bulan pada Salah satu manekin yang di balut gaun indah disana.

" Aku suka yang seperti ini, Kau akan semakin bersinar terang Sweetbuu..."
Cup...
Ello mencuri kecupan di bibir calon istri nya yang sudah menjadi ibu dari ketiga anak nya.
" Tapi El, Dada nya terlihat..." Lirih Bulan lagi.
Tak lama Pemilik Butik itu sendiri yang datang menyambut kedatangan calon pengantin itu dengan sangat bahagia.
" Selamat datang di Karenina Queen..." Sapa nya Ramah menyambut Ello dan Bulan.
Sepasang pengantin itu hanya tersenyum ramah saja.
Wanita paruh baya ini terlihat sangat cantik dan modis di usia nya yang memasuki 60 tahun.
" Ny, Nina, Saya kesini atas janji yang telah di Buat Oma saya, Claire Anastasya Wilton Grey. " Ucap Ello lagi.
Pemilik Butik hanya tersenyum saja.
" Gaun seperti apa yang kalian inginkan ?" Tanya sang pemilik butik.
" Aku ingin istri ku memakai yang simple, Elegan dan terlihat waw. Aku inget mereka semua tau, Bahwa wanita cantik yang memakai gaun pengantin itu istri ku dan milik ku !" Bulan sampai malu mendengar ucapan Ello.
Kenapa dia merasa bahwa Ello semakin posesif pada nya ya ?
Atau hanya perasaan nya saja ?
" El, Malu ih..." Ello hanya melirik sekilas ke arah wanita cantik nya lalu tersenyum tulus.
Cup...
" El..." Bulan malu saat dengan tak tau malu nya Ello mengecup bibir nya di tempat umum seperti ini.
Dan itu lah yang di sukai Ello dari Bulan.
Bulan nya ini sangat apa ada nya. Walau dia anak orang kaya sekali pun dia tidak pernah meninggikan diri nya atau merendahkan orang lain.
Hidup nya terlalu sederhana, Walau barang yang di pakai nya bukan barang murah.
__ADS_1
" Mari, Kita lihat gaun eksklusif milik kami. " Ello dan Bulan di bawa ke sebuah ruangan dimana disana sudah terpampang nyata gaun gaun indah dengan harga selangit melejit.
Perlahan Bulan berjalan ke sebuah manekin dan melepaskan genggaman Ello.
" Kau suka SweetBuu ?" Tanya Ello sambil memeluk tubuh seksi Bulan dari belakang.
Bulan menoleh dan tersenyum bahagia.
" Ini indah El, Tapi bagian dada nya terbuka..." Lirih Bulan.
Dia sangat menyukai gaun itu, Tapi bagian Dada nya membuat nya tidak percaya diri.
Terlebih lagi tinggi badan nya yang sangat timpang dengan tinggi Ello yang mencapai 183 cm itu.
" Bisa di tambahkan kain tipis di bagian dada nya kah ?" Tanya Ello yang mencoba mewujudkan segala impian sang kekasih hati.
Pemilik butik itu mengangguk dan tersenyum melihat betapa Pria itu menatap penuh cinta pada sang wanita.
Dan itu lah kebahagiaan tersendiri bagi nya bisa mewujudkan setiap impian sepasang kekasih .
" Selesai bukan ?" Ucap Ello kembali memeluk Bulan nya.
Lagi lagi Bulan merasakan malu dan bahagia bersamaan.
Betapa Ello sangat memperlakukan nya bak Ratu, Kekasih nya itu benar benar luar biasa di mata Bulan.
Betapa bahagia nya Bulan saat ini bisa memliki dan di cintai sepenuh hati oleh Ello.
Dan Bulan berdoa dalam hati nya semoga kebahagiaan mereka saat ini akan terus terjalin hingga Tua, Hingga ajal menjemput mereka nanti nya.
Ello pun berharap demikian.
" Sweetbuu, Kenapa sayang ?" Ello menangkup kedua sisi wajah Bulan yang terlihat semakin sendu disini.
Tapi pancaran mata nya seolah dia sangat bahagia saat ini. Dan semoga Ello tidak salah melihat nya.
" Terima kasih telah memperjuangkan aku dan anak anak El, Terima kasih untuk cinta ini El, I Love You More .."
" Me too Buu..." Ello mengusap air mata yang keluar dari wajah Rembulan nya dengan lembut lalu mencium kedua kelopak mata indah sang Rembulan.
" Sudah jangan menangis, Ayo kita coba gaun nya, Setelah itu kita jemput anak anak di rumah Daddy, Aku takut mereka bosan. " Bulan mengangguk.
" Mereka tidak akan bosan, Tapi akan membuat orang bosan. "
" Maksud nya ???" Tanya Ello penasaran.
Tapi Bulan nya langsung masuk ke dalam ruang ganti untuk mencoba gaun impian nya Yang akan di kenakan di hari bersejarah untuk nya dan Ello.
" Sweetbuu, Hey katakan dulu apa maksud nya ??" Tanya Ello penasaran.
" Kita lihat saja nanti apa yang terjadi. " Bulan yakin bahwa anak anak nya akan membuat ulah.
__ADS_1
Terutama Davio dan Davian.
Dimana Davio sih Jail, dsn Davian yang cengeng membuat Dave harus ekstra sabar menghadapi kedua adik adik nya.
Kini mereka berdua sudah keluar dari butik dan langsung menuju rumah besar keluarga Grey.
" Opa...Davio, Davio jahat Opa..." Adu Davian pada Opa Jery yang sedang sakit kepala.
Semenjak memiliki cucu Jery memang sering sakit kepala nya.
Bukan dia tidak menyukai cucu nya, Tapi pasti ada saja yang di rebutkan mereka jika dirumah ini.
" Pergi bersama Oma kalian anak anak, Kepala Opa pusing, Tolong ya oke. "
" Iya Opa..." Davian pergi ke arah Oma Sunset nya.
Dimana disana Oma Sunset itu tengah berkutat di dapur nya.
" Oma,..Kaki Vian sakit, Vian jatuh dari ayunan gara gara Vio..." Adu Davian yang sudah menangis berlinangan air mata.
" Kenapa bisa sayang ? Sini Oma lihat dulu . " Senja melihat lutut Davian yang terluka.
Ternyata Berdarah, Sementara Davio dia sudah ketakutan saat melihat Davian menangis dan terluka.
Jika Dave tau bagaimana ? Pasti dia akan di marah oleh Dave.
" Mami, Papi...Vio tidak sengaja..." Ucap Davio sambil bersembunyi saat ini.
Dia tidak bermaksud menakuti Davian yang memang takut akan ulat bulu dan sejenis nya.
" Mami, Jangan marah...Hiks...hiks...hiks..." Davio terus menangis sampai dia tertidur.
Sementara dirumah besar itu, Mereka semua panik saat mendengar bahwa Davian terjatuh karena ulah Davio, Tapi Davio hilang entah kemana.
" El, Dimana Davio El, Di luar hujan...Dimana Davio .." Bulan sudah menangis saat ini.
Dimana anak nakal nya itu ? Jika dirumah mereka dulu, Jika Davio berbuat salah dia akan berdiam diri di dekat air terjun.
Lalu jika disini Davio dimana ??
" Maafkan Vian Mami, Vian tidak bermaksud membuat Davio takut..." Apa yang harus di lakukan Bulan saat ini.
Namun tiba tiba pusing hebat menyerang kepala Bulan, Seketika kepala berat, pandangan nya buram dan tak sadarkan diri.
" Buu, Hey, Sayang...Bulan..." Ello panik saat merasakan tubuh Bulan Ambruk di pelukan nya dan hidung nya berdarah.
" Bulan ..Hey...sayang..." Ello semakin panik melihat kondisi Rembulan nya saat ini.
" Bawa Mami ke kamar Pi, Mami harus istirahat, Jangan terlalu dingin ruangan nya, Harus hangat dan buat kan teh jahe saja. " Ucap Dave dengan tenang.
Dia sudah sering menghadapi keadaan Bulan yang seperti ini, Jadi dia sedikit banyak nya tau bagaimana cara menghadapi keadaan Bulan.
...❤️❤️❤️...
__ADS_1