Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Misi 2


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju tempat dimana ketiga anak anak nya, Bulan terus meremmas dada nya merasakan sesak.


Tadi dia mendapatkan kabar saat dirumah meeting bahwa Davio dan Davian hilang, Lalu sekarang mereka di bawa pulang ke rumah seseorang.


Dan Bulan tidak tau siapa orang itu, Tapi satu yang di rasakan nya saat ini, Seperti ada batu yang semain besar semakin menghimpit dada nya seakan mencekik leher nya untuk bernafas.


" Ya Tuhan, Selamatkan anak anak ku, Jangan ambil mereka dari ku Tuhan, Aku mencintai mereka. " Ucap Bulan dengan lirih.


Air mata nya sudah jatuh membasahi pipi mulus nya, Bahkan rambut nya sudah tidak Serapi saat dia di kantor tadi.


Tunggu, Kenapa mobil nya masuk ke pekarangan rumah mewah ? apa motif penculikan di Indonesia sudah berubah ?


Apa ini seperti si Film film ?


Dimana penculikan terjadi degan banyak cara dan banyak manipulasi ?


Bulan terus saja menangis di dalam mobil karena memikirkan Nash ketiga anak ana nya.


Jika terjadi sesuatu pada Mereka, Bulan akan hancur.


Karena hidup Bulan saat ini adalah Triple DSG.


Meninggalkan Bulan yang di dalam mobil, Kembali kita ke rumah keluarga Grey saat ini yang semakin tegang dengan kehadiran Lila dan calon istri nya Ello.


Semua semakin tegang, Kala Hannie Kim calon tunangan Ello mengajak nya untuk melakukan feeting baju untuk acara pertunangan mereka nanti.


" Anak anak, Katakan pada ku, Siapa ayah kalian ? Kenapa wajah kalian sangat mirip dengan ku ? Ayo tolong bekerja sama lah dengan ku, Dan siapa ibu kalian ?" Tanya Ello dengan lembut.


Dia menatap wajah ketiga anak itu, Terlebih pada David.


Tatapan anak ini seakan ingin menguliti nya hidup hidup.


Itu terlihat dengan raut wajah datar nya saat menatap Ello.


" Apa kau meragukan Gen kami ? Jika kami tau siapa ayah kami, Adik adik ku tidak nekad untuk kabur dari mall dan berkunjung ke kantor Keluarga anda ! "


Skak !


Ello di buat tidak berkutik dengan ucapan pedas yang keluar dari bibir mungil David.


Dia terus menatap wajah Ello dengan sengit, Karena kali ini David dengan berani menatap dan menantang di hadapan Ello langsung.


Kini mata coklat bening dan dua nya saling menatap dan menyelami sedalam mungkin lawan di hadapan nya.


Dan saat melihat dan semakin tajam David menatap Ello, Terdengar Suara tangisan dari Davian.


David langsung memutuskan pandangan nya dari Ello dan menghampiri kedua saudara nya.


" Sudah ku katakan bukan ? Jangan terlalu berharap, Karena tidak akan ada yang percaya pada kita. " Davian mengangguk di dalam dekapan David.


Begitu juga Davio, Saat ini dia juga ikut memeluk saudara nya.


Semua menangis haru kecuali Ello yang masih menatap bingung.


Sementara Calon tunangan Ello menatap tidak suka pada ketiga anak anak itu.


Anak anak yang sangat mirip dengan Calon tunangan nya.


" Hey Tante, Mata mu jelek sekali, Wajah mu menyeramkan seperti Boneka hidup yang ada di lampu merah "


Duarrt !!!!


Hannie Kim tersentak dengan penuturan Davio.


Sementara Lila hanya tersenyum saja, Mulut Lemes Davio memang sudah termasuk dalam kriteria dan ciri khas keluarga mereka.


" Ayo kita Pulang, Mami pasti mencari kita. "


" Tunggu anak anak, Tolong katakan pada ku Siapa ibu kalian karena---"


" David, Davio, Davian , Dimana kalian Nak ???'

__ADS_1


Deg !


Suara itu ? Ello mematung di tempat nya saat mendengar suara seorang wanita yang seperti sangat di kenali nya.


Apakah ini ???


" Mami ????" Seruan ketiga jagoan nya.


Air mata Bulan semakin jatuh di sana, Saat dia hendak berlari mendekat ke arah anak anak nya, Dia berhenti disana, Kaki nya terasa berat, Tulang tulang nya seakan tidak berfungsi dengan benar lagi saat ini.


Ya Tuhan...


Bulan memejamkan mata nya saat melihat siapa yang ada di depan nya, Wanita yang di temui nya beberapa Bulan yang lalu di Guarda ? Wanita bule bernama Daniella yang notaben nya adalah kembaran Ello ?


Lalu Dengan berani Bulan menatap bingkai Foto besar di depan sana.


Hancur sudah hati nya, Kebenaran yyang di sembunyikan nya Selama 5 tahun ini ? sia sia sudah ?


Dan Pria yang berjongkok di hadapan ketiga anak anak nya itu, Punggung lebar itu, Rambut pirang serta tubuh kekar itu ?


Bulan tau itu milik siapa ? Walau sudah lama tidak melihat nya.


Perlahan pria itu bangkit dan berdiri, Lalu berbalik ke arah nya.



Deg !


Jantung Bulan tidak terkontrol lagi saat Pria itu berbalik.


Pria itu tak kalah terkejut nya saat menatap wajah wanita Asia di hadapan nya.



Wajah itu ? Mata itu ? Bibir itu ? Rambut itu ?


Seluruh nya yang selalu menghantui di setiap malam nya.


Semakin lama langkah nya semakin cepat, Hal itu membuat Bulan semakin tak karuan saat itu juga.


Brugh...


Bulan terjatuh karena tidak sanggup menopang diri nya lagi, Beruntung Ello cepat dan tanggap.


Dia langsung menangkap tubuh rapuh itu.


Ello tidak bereaksi apapun saat itu, Dia terus menatap wajah yang sangat di rindukan nya, Ada rasa bahagia di ujung hati nya yang paling dalam.


Tapi rasa benci nya ?


" Mami...." Bulan semakin memejamkan kedua mata nya saat ketiga anak anak nya berlari mendekat ke arah nya.


Ello tetap diam menyaksikan semua itu, Amarah nya langsung memuncak disana saat ternyata Bulan lah ibu dari ketiga anak kembar itu.


" Kita harus bicara !" Ello langsung menarik lengan Bulan tanpa memperdulikan keadaan wanita itu saat ini.


Dia begitu Shock dengan kejadian ini.


" Ell, Ello, Kamu mau kemana ?"


" Diam di tempat mu Nona Kim, !" Ucap Lila dengan sinis.


" Mami ..Mami mau kemana ? Mami ???"


" Anak anak, Ada yang harus di selesaikan orang tua kalian. Jadi biarkan mereka bicara oke. " Senja mencoba menenangkan ketiga cucu nya.


" El, Sakit..." Ucap Bulan dengan lirih.


Ello berhenti dan langsung menggendong Bulan ala Bridal Style membawa nya ke kamar nya.


Brak !

__ADS_1


Ceklek !.


Ello langsung mencabut kunci kamar nya dan memasukan nya ke dalam aku celana jeans nya.


" El, Lepasin aku, Aku mau keluar "


Prang...


Pyar ....


" Aaahhhkkk....." Teriak Bulan saat melihat Ello mengamuk.


Semua yang ada di dekat nya hancur karena kemarahan nya.


" Apa yang kau ingin kan ha ??? Apa ??? Kenapa kau tega pada ku ??? Kenapa ???" Teriak Ello lagi.


Semua orang merasakan ketakutan yang sama saat mendengar suara kegaduhan dari kamar Ello.


" 5 tahun, " Ello mengangkat kelima jari nya di depan wajah Bulan.


" 5 tahun kau meninggalkan ku dengan luka yang kau tinggal kan di dalam nya, Kau tau apa yang ku rasakan ? Kau tau betapa sakit nya hati ku ???" Teriak Ello lagi.


Urat urat di tangan serta leher nya mengeras sempurna.


" Kau menghancurkan hati ku Rembulan Sanjaya Sakti ! Kau menghancurkan nya !!! Disini. " Ello mengambil tangan mungil Bulan dengan paksa dan meletakan nya di dada bidang nya.


" Di sini penuh dengan luka kesakitan yang mendalam !!! Kau melukai nya dengan sangat dalam, Lalu apa ini semua ??? Kau menyembunyikan anak anak ku ??? "


Prok..Prok...Prok...


" Hahahaha...." Ello tertawa frustasi disana.


Bahkan kini dia juga sudah menangis.


" Lelucon macam apa ini ? Kau meninggalkan ku di saat kau mengandung 3 benih dari ku ??? Kau hebat Rembulan Sanjaya Kau hebat !!!" Tertawa lagi di hadapan wajah Bulan.


Lalu Ello berubah serius dan mengusap wajah nya dengan kasar.


" Kau anggap aku mainan ? Hingga kau memainkan nya sesuka mu ? Iya ??? Apa ini Tabiat asli dari seorang Rembulan Sanjaya Sakti yang lugu itu ? Yang ternyata ---"


Plak !!!


Tangan Bulan bergetar saat berhasil melayangkan tamparan di rahang tegas itu.


Tubuh nya juga sudah bergetar hebat saat ini.


Sementara Ello masih memaku dengan kejadian ini.


" Apa hanya kau yang merasakan sakit nya ? Apa hanya kau ???" Tanya Bulan sambil terus menangis.


" Aku mengandung ketiga anak ku penuh dnegan pengorbanan, Bahkan aku bertaruh nyawa untuk ketiga anak ku ---"


" Mereka juga anak ku !!! Aku juga berhak atas mereka !!! Aku berhak !!!"


" Kau tidak berhak sama sekali ! Tidak sedikit pun. Karena mereka hanya anak anak ku, Mereka hanya anak anak ku !!! Kau dengar itu !!!"


Ceklek !!!


Pintu terbuka dari luar dan Ketiga anak nya masuk dan langsung memeluk Mami nya.


" Kita Pulang Mam, Sudah jangan menangis lagi, Kami janji tidak akan nakal lagi, Kami janji Mam, Ayo kita pulang. " Davian terus menangis melihat keadaan Mami nya saat ini.


Bulan berjalan bersama Davian dan Davio, Sementara David masih berhadapan langsung dengan Ello saat ini.


" You Know ? I Hate You !!!" Setelah mengatakan hal itu, David menyusul kedua adik serta Mami nya pergi dari rumah ini.


Sementara Ello ? Dia masih diam mencerna ucapan pedas dari anak nya tadi.


Kata kata dan tatapan kebencian dari David terus berputar di kepala nya bagai kaset rusak yang terus menerus terulang di ingatan nya.


" Aaaahhhkkkk....!!!!" Teriak Ello merasa Frustasi disini.

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2