Istri Simpanan Tuan Jeremy

Istri Simpanan Tuan Jeremy
Menjalankan Rencana


__ADS_3

Ini adalah Weekend nya sih kembar, Libur sekolah bukan ?


Dan itu lah yang sangat di tunggu tunggu Triple DSG untuk di ajak sang Mami ke Kota untuk membeli roti dan bahan makanan mereka lain nya lagi.


" Vian, Kita harus menjalankan rencana nya dengan benar, Jangan sampai Dave tau. " Davio berbisik di dekat Davian agar kakak tertua mereka tidak tau apa yang akan mereka lakukan.


Ini demi Mami mereka, Disini pasti ada yang tidak beres disini. Pasti ada yang salah.


Hingga Papi mereka entah tau atau tidak dengan kehadiran mereka bertiga di Dunia ini.


Davian mengangguk mendengar penuturan kakak kedua nya itu.


" Oke..." Kedua nya memberi kode lewat kedipan mata mereka dan kali ini Rencana awal mereka harus berhasil.


Mereka harus mendapatkan Foto Mami mereka dengan pose Bagus, Tapi tidak menampakan wajah cantik sang Mami.


Mereka ingin tau bisa atau tidak sang Papi mencari dan mengenali Mami mereka.


" Semua siap ?" Tanya Bulan pada ketiga anak nya.


Triple DSG mengangguk mantap dengan suara yang menggebu.


" Ready Mam..." Seru ketiga nya heboh.


Sedingin nya Dave, Dia tetap lah anak anak yang akan tertawa bahagia jika memang itu bergantung dengan kebahagiaan sederhana mereka.


" Ayo berangkat..."


" Let's Go Mami...." Seru Davio dan Davian aja.


Tidak dengan Dave yang saat ini tengah menatap wajah kedua adik nya.


Seperti ada yang di rencanakan mereka disini, Tapi apa ?


Tidak kah mereka berdua sadar ? Jika ingin membohongi Dave, Berarti mereka membohongi diri mereka sendiri pula.


Mereka menyusuri jalan Desa Guarda, Dari desa ke Kota perjalanan cukup memakan waktu selama 2 jam, Dan Bulan mengendarai sendiri mobil nya.


" Sayang, Jangan nakal anak anak, Bantu Mami belanja. "


" Yes Mam..." Seru Ketiga nya lagi.


Mereka semua sibuk berbelanja semua nya, Susu,bahan makanan lain nya, Roti gandum, Buah, Sayur, Daging, ikan , Ayam dan banyak lagi.


Jangan lupakan Snack Snack kesukaan ketiga anak nya.


Bulan sendiri bekerja sebagai Ahli obat obatan di Desa ini, Dia menjadi Apoteker di rumah sakit Swasta milik salah satu perusahaan di daerah nya.


Dan Gaji itu cukup bagi nya, Di tambah tunjangan dari Mami dan Papi Sanjaya begitu membantu nya.


Tapi setidak nya Bulan juga kerja bukan ?


Gaji yang di terima nya cukup besar di daerah itu kok.


" Apa capek ? Mau makan dulu ?" Tawar Bulan.


" Kita beli Ayam Crispy saja Mam, Pake Mayo saja, Vio mau Coklat hangat Saja. "

__ADS_1


" Vian juga Mam. "


" Dave juga sama kan saja dengan adik adik Mam. "


" Oke anak anak. " Inilah kebahagiaan nya sendiri.


Hidup bersama ketiga anak anak nya saja membuat nya begitu bahagia dan menikmati hari hari suram nya setelah dia meninggalkan Pria yang sangat di cintai nya


Siapa lagi jika bukan Danello Wilton Grey !.


Kini mereka sudah kembali dari Kota dan bermain di halaman rumah mereka .


" Mam, Sini, Ayo kita ambil Foto..." Dave masih menatap kedua saudara nya.


" Ayo Mam, Take a Picture. Ayo..." Kali ini Davian yang meminta Bulan untuk di foto.


" Untuk apa sayang ? Mami tidak biasa di foto. " Tolak Bulan secara halus.


" Tidak, Kami hanya ingin memiliki Foto Mami saja, Nanti Davian akan mengedit nya di Laptop, Lalu kita pajang di rumah. " Bulan mengangguk atas permintaan Davian dan Davio.


" Jika kalian merencanakan sesuatu di belakang ku, Maka bersiaplah. Aku tidak akan tinggal diam. "


Glug !


Kedua saudara nya itu menelan kasar ludah mereka, Saat mendengar ancaman yang di lontarkan Dave pada mereka.


" Ayo Davian, Ambil lebih dulu foto kak Dave, Pastikan dia harus tersenyum. "


" Oke..." Davian membentuk bulatan dari ibu jari dan jari telunjuk nya membentuk huruf O tanda setuju dengan ucapan Davio.


" Jangan berani macam macam !" Ancam Dave lagi.


Mau tidak mau Dave menuruti keinginan konyol kedua saudara nya.


Dia terpaksa melakukan hubungan semua ini demi Mami mereka.


Dan setelah nya, Mereka berhasil mengambil foto, Mereka menyudahi kegiatan di luar rumah karena hari semakin sore dan sebentar lagi akan berganti dengan malam hari.


" Davian, Ayo buat akun nya lebih dulu, Tanggal berapa Ulang tahun Mami ?"


" Aku tidak tau tahun nya, Sekarang berapa Umur Mami ?" Davio hanya bisa menghela nafas nya berat.


" Ayo telpon Opa Sanjaya , Tanyakan tanggal berapa Mami ulang tahun. Simple bukan ?"


" Ah benar...Cepat lakukan, Dave di dapur bersama Mami, Lakukan sebelum dia kembali. " Davio mengangguk dan menghubungi Opa Sanjaya.


Mereka sudah mendapatkan Tanggal dan tahun kelahiran sang Mami, Itu mereka lalukan dnegan kebohongan untuk suprise sang Mami dan Opa Sanjaya tidak curiga.


" Apa nama akun nya Vio ?" Tanya Davian yang masih fokus di depan laptop nya.


" Triple.DSG123 saja, Itu sudah seperti kode nanti nya jika kita mengikuti aku Papi dan saudara saudara nya. "


" Oke. " Davian mengangguk patuh.


" Foto Mami Vio. " Mereka mulai mencolokkan Kamera tadi melalui kabel USB dan memamerkan foto Bulan sebagai foto dari akun mereka.


" Done, Ayo kirim permintaan pertemanan untuk saudara saudara Papi. "

__ADS_1


" Lila dulu, Seperti nya itu Aunty kita, Lalu Uncle Daniel, dan kita akan memberikan kejutan pada Papi, Ayo pasang saja foto Mami yang itu. " Davian kembali mengangguk dengan apa yang di instruksi kan oleh Davio tadi dan memasang foto Mami mereka.



Mereka memilih foto Bulan yang di ambil dari belakang demi memberikan teka teki pada sang Papi.


Setelah mereka selesai membuat dan memfollow akun sang Papi, Mereka menyudahi nya.


Karena jam makan malam sudah hampir tiba dan sebentar lagi Dave akan datang memanggil mereka dan benar saja, Saat mereka hendak keluar, Pintu sudah di buka oleh Dave dengan wajah datar milik nya.


" Kami baru selesai mandi kak, Kau mandi lah duluan. Kami akan membantu Mami. " Dave mengangguk dan langsung masuk ke kamar mandi.


Sementara Davio dan Davian menghela nafas nya merasa aman dari tatapan Dave yang datar dan terlalu dingin menurut mereka.


Di belahan Dunia lain nya, Ello terus saja memandangi ponsel nya.


Dimana disana tersimpan sebuah foto wanita yang telah meninggalkan hampir 5 tahun dengan luka yang mendalam.


Entah lah, Sudah banyak wanita yang di kencani nya, Namun rasa nya hambar, Dia tidak bergairah sedikit pun pada wanita wanita itu.


Walau selalu saja dia berkata pada Daniel bahwa bercinta itu nikmat, Dan itu hanya omong kosong belaka.


Karena Sejati nya, Hati Ello sudah mati sejak lama, Sejak Bulan meninggalkan nya tanpa perasaan sedikit pun.


Dan sejak saat itu Ello membekukan hati nya untuk wanita lain.


Bahkan saat dia tau dia akan di jodohkan dengan wanita dari keluarga rekan bisnis Daddy nya pun Ello biasa saja.


Menerima nya dengan lapang dada.


" Kau yakin ? Jika pertunangan ini sudah terlaksana, Tidak adalagi kata mundur. Tidak sekalipun walau kau bersujud dan memohon pada ku nanti nya. " Ello menatap Daddy Jery saat ini.


Kini mereka berada di ruang tamu dimana Semua nya sedang berkumpul.


" Siapa yang mau tunangan ? Kenapa aku gak tau ?" Sih bungsu dari Triple DWG itu merasa Tidak terima dengan semua ini.


Dia tau Ello masih mencintai mantan pacar nya yang meninggalkan nya begitu saja.


" Sudah dek, Gue gak papa. Gue Nerima semua ini. "


" Tapi El..."


" Dek, Udah ya, Gue gak Papa oke. " Suami sang Bungsu hanya bisa menenangkan sang istri yang merasa tidak terima dengan perjodohan yang akan di lakukan kedua orang tua nya pada Ello.


Padahal mereka sudah berjanji tidak akan ada yang nama nya perjodohan dalam kehidupan mereka.


Tapi apa ini ?


" Dad, Mom, " Panggil nya lagi.


" Bagaimana jika suatu saat mantan pacar Ello Dateng, Terus bawa anak anak nya Ello ?"


Deg !


Jantung Ello berdetak tak karuan saat ini, Anak ? Dia kembali teringat dengan Ucapan tema kuliah nya dulu bernama Alesya yang terpaksa menyerah karena lelah di tolak Ello.


Dia pernah mengatakan bahwa Bula seperti orang hamil, Dan saat itu lah dia terus kehilangan jejak Bulan untuk selama lama nya.

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


__ADS_2