
" Sayang...Bangun yuk...Udah siang " Jery berusaha membangun kan Senja yang masih betah bergelung di balik selimut nya.
Walau sudah di gantikan gaun tidur nya oleh Jery, Tapi Jery harus membangun kan wanita hamil itu kan ?
Ini sudah pagi, Tapi wanita hamil itu belum juga bangun dari tidur nyenyak nya.
" Sayang...bangun ya...Mandi dulu ayo..." Jery terus berusaha membangun kan istri nya itu.
" Mas, Masih ngantuk ih...Jangan ganggu dulu sana..." Keluh Senja yang enggan membuka mata nya pagi ini.
" Kita harus bangun yank...Kan mau pulang kampung ke Rumah ibuk sama bapak kamu. " Mendengar ucapan Jery Senja langsung membuka mata nya lebar lebar .
Jery terkekeh disana kala melihat Senja langsung bangun saat Jery mengatakan pulang kampung pada istri nya itu.
Jery menaikan sebelah alis nya menatap heran ke arah Senja yang merentangkan kedua tangan nya.
Senja lagi lagi mengerak gerakan kedua tangan nya di hadapan Jery.
" Gendong mas ih..." Senja mencebik kesal karena Jery tidak mengerti kode yang di berikan nya.
" Sayang ..Mulai sekarang kamu harus bilang jika meminta apa pun itu. Aku ini Pria kaku sayang...Aku tidak mengerti kode kode seperti itu. Aku tidak pernah dekat dengan wanita selain Renatta. Maka aku tidak terlalu paham dengan Dunia wanita. " Jelas Jery panjang lebar.
" Kamu itu gak peka tau Mas. Aku juga gak pernah dekat dengan laki laki lain. Cuma Mas Arjun aja. terus kamu..." Wajah Jery langsung murung mendengar kabar tentang Senja menyebut nama Arjun dan Arjun lagi.
" Kamu nyebelin ih..." Senja langsung turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi karena kesal dengan Jery.
Senja sudah menyelesaikan kegiatan nya di kamar mandi dan menuju ruang ganti nya.
Senja sudah keluar dari ruang ganti dan memakai gaun biru yang sangat cantik di kenakan Senja dengan kulit putih nya yang seputih susu.
" Kenapa cantik sekali ? Kan hanya ke kampung saja bukan ? Kenapa mesti secantik ini ?" Tanya Jery lagi.
" Aku gak dandan berlebih loh Mas. Ini cuma pake Lipbalm aja. Lihat nih..." Senja mendekat kan wajah nya ke arah Wajah Jery.
Cup
Jery mencium bibir istri nya itu. Awal nya hanya kecupan lama lama menjadi lummatan lembut penuh cinta dan kasih sayang yang mendalam.
" Is...apasih Mas...Kan jadi berantakan. " Senja memberengut manja kerena ulah Jery barusan.
Jery hanya bisa tersenyum melihat kekesalan wajah istri nya itu.
Sangat menggemaskan menurut Jery dengan pipi menggembung nya .
" Sudah, Jangan marah Mommy. Ayo kita turun. " Ajak Jery menuntun Senja untuk turun ke lantai satu rumah mereka.
Eh, Salah, Rumah Papa dan Mama Bule deng !
Tapi kan bakalan untuk Jery bukan ? atau anak anak Senja ?
__ADS_1
" Sudah telat untuk sarapan pagi !" Seruan dari Papa Bule mulai terdengar disana.
Jery hanya memutar bola mata nya malas, Papa Jack jam segini masih dirumah ? Padahal kan ini sudah mulai masuk jam kerja bukan ?
" Jam 08.12 pagi ? Bukan kah ini sudah masuk jam kerja ?" Sindir Jery pada Papa nya itu.
" Apa perduli ku ? Ada Abi, Ada Gista, Ada Erine juga ! Lalu apa masalah nya ? Bukan kah itu orang orang paling kompeten di sekeliling mu ? " Jawaban sang Papa membuat Jery bungkam.
" Terserah! Jika begitu Jery bisa cuti lebih lama lagi. Karena ada mereka semua bukan ?" Jawab Jery membuat Papa Jack melotot tak percaya disana.
Apa apaan anak itu ? Menyebalkan sekali ?
" Sarapan apa Mas ?" Walau sudah berperut buncit pun Senja masih bisa melayani suami nya di dapur dan di kasur juga !
" Sandwich saja sayang..." Jawab Jery lagi.
" Minum Nya Teh saja ya Mas, Jangan kopi. Gak bagus untuk lambung sering sering minum kopi. " Nah kan ?
Hak sekecil itu pun Senja selalu memperhatikan nya.
" Bik, Senja minta tolong ya, Buatin Mas Jery teh melati. Gula nya satu sendok saja. Tolong air panas nya yang baru mendidih agar harus teh melati nya keluar. " Jery semakin tersenyum bahagia disana.
Bahkan untuk teh yang akan di minum nya saja Senja begitu Detail memperhatikan nya !.
" Iya Non. !"
" Kamu makan Yank, Anak anak sudah lapar juga mungkin. "
" Iya Mas. Aku mau nasi hangat sama telur aja Mas. Telur rebus enak banget kayak nya mas. " Senja langsung mengambil nasi serta telur rebus itu.
" Mas ayok, Aku pengen ketemu ibuk sama bapak Mas. " Seru Senja dengan binar bahagia.
" Iya yank. Ayo. "
" Asyikkk..." Jery begitu bahagia melihat tingkah manja istri nya itu.
Senja berkali kali lipat cantik nya saat tersenyum tulus seperti itu.
Mereka mulai masuk ke mobil dan langsung menuju rumah ibu dan bapak Senja. Mereka sudah sampai di rumah keluarga Senja pukul 14.02 waktu setempat.
" Ibuk..bapak...Senja pulang..."
" Sayang ..jangan berlari..." Jery mengikuti langkah Senja yang berlari begitu saja masuk ke rumah orang tua nya.
" Mas Arjun..." Senja memaku di depan pintu melihat siapa yang ada di dalam rumah ibuk dan bapak nya.
Jery juga mematung disana. Dia melihat ada Pria lain di dalam rumah mertua nya.
" Senja , Jery..." Panggil ibu dan Bapak Senja.
Jery masih menatap pria yang kini menatap istri nya itu dengan tatapan sulit di artikan.
__ADS_1
" Senja..." Panggil Pria yang di kenal Senja sebagai Mas Arjun itu.
" Ma-mas Arjun..." Lirih Senja.
Jery semakin cemburu saat Senja kembali menyebut nama itu dan sial nya disana ada orang nya langsung.
Tatapan kedua pria itu sulit di artikan. Ibu dan bapak Senja yang tau kondisi tidak memungkin kan pun langsung membuyar kan tatapan sengit mereka.
" Nak Jery, Mari masuk nak..." Ibuk Senja membawa Jery masuk ke dalam.
Dan Senja mengikuti langkah suami nya masuk ke dalam dan duduk di samping suami nya.
" Kenal kan Nak Arjun. Ini Jeremy, Suami nya Senja. " Ibuk langsung mengambil langkah seribu agar tidak terjadi peperangan di nanti nanti.
" Suami nya Senja ya ?" Tanya Arjun sinis.
" Senja, Kamu apa kabar ? Udah tau arti nya apa ? Kan aku pernah bilang untuk kamu gak usah cari tau. Dan aku datang untuk memberi tahu tentang arti itu. " Otak Cerdas Jery langsung tertuju pada Kata kata cinta dari Arjun dengan bahasa Jerman itu.
" Tidak perlu. Istri ku sudah tau arti nya. Dan aku Yang memberi tahu nya. Lagi pula, Kata kata itu tidak pantas di katakan seorang pria lajang kepada wanita yang sudah bersuami. " Jawab Jery dengan ketus.
Arjun mengeryit kan satu alis nya.
" Kenalkan Jeremy Wilton Grey ! Suami Senja sekaligus Ayah dari tiga bayi yang di kandung Senja !" Entah apa maksud nya.
Tapi Jery ingin saingan nya itu mundur bukan lagi secara teratur ! Tapi langsung mundur dengan pasti !.
" Suami istri belum tentu hidup bersama selama nya bukan ? Bisa saja suatu saat kalian akan--"
" Jaga bicara mu ! Kau tau sedang berhadapan dengan siapa ?" Jery mulai emosi disana.
" Nak Arjun, Maaf bukan nya kami lancang, Sebaik nya nak Arjun pulang saja ya...Gak baik bertamu dan mengharap kan wanita yang sudah bersuami !"
" Saya Pamit pak , Buk..." Lalu dengan berani Arjun membelai rambut Senja.
Jery langsung meradang Disana dan Senja juga kaget atas perilaku Arjun pada nya.
" Maaf, Saya mau istirahat. Saya lelah !" Jery langsung bangkit dan menuju kamar Senja.
Brak...!
Pintu kamar milik Senja di banting dengan keras oleh Jery dan itu membuat kaget tiga orang yang ada di ruang tamu !.
...😄😄😄...
Bang Jer cerumbu genks 🤣🤣
Yuk, Baca Brian yaakkk
__ADS_1
Follow ige aku juga @amelia_falisha1511 🍓