
" Lepas, Kuta sudah berakhir. Aku marah pada mu dan keluarga mu. begitu juga dengan Wanita ku. Kalian semua sama ! Aku membenci kalian di setiap tetes darah ku ! Aku benar benar kecewa dengan semua yang telah kalian lakukan pada ku dan keluarga ku ! Aku kecewa Ree. " Jery langsung pergi begitu saja melepaskan kaki nya dari belitan tangan Renatta.
Jery benar benar kecewa dengan semua ini, Semua yang di lakukan nya untuk Renatta di dasari oleh kebohongan Hey !
Betapa hancur nya saat ini hati nya saat ini. Jery hancur, Di tambah kondisi Senja nya dan anak anak nya saat ini.
Sebenar nya Jery ingin menghukum Renatta dengan memasukan nya ke dalam penjara atau hukuman lain nya.
Tapi dia tidak ingin keluarga nya malu, Bahkan nanti jika Senja bangun nanti dia pasti akan kecewa jika Jery melakukan hal yang membuat nya kecewa nanti nya.
Jery melajukan mobil nya kerumah sakit dimana Senja nya masih tertidur dengan damai disana.
Semoga dia beristirahat dengan tenang tanpa gangguan apa pun itu.
" Sudah selesai sayang ?" Tanya Mama Bule saat melihat anak nya datang dengan wajah kusut nya.
" Makan dulu Jer, Kamu terlihat tidak baik baik saja nak. "
" Jery tidak lapar Ma, Jery mau menemui Senja dulu. "
" Biarkan mereka istirahat nak, Kasihan..."
" Tapi Jery ingin melihat mereka Maa..."
" Dengar kan apa kata Mama mu ! Biarkan mereka istirahat. " Jika sudah sang paduka Raja yang berbicara Jery harus diam disana.
Mereka memesan satu ruangan lagi di sebelah ruangan Senja, Agar mereka bisa langsung memantau Senja.
Jam terus berganti dan Hari juga sudah kembali dengan Sinar nya lagi.
Pagi ini, Jam 8 pagi, Setelah menerima kunjungan dari dokter nya, Senja sudah mulai membaik dan di perkirakan akan sadar beberapa jam lagi.
Saat Jery tengah menyantap sarapan pagi yang di antar Pelayan tadi dari rumah nya, Senja mulai sadar.
" Sayang...Kamu udah sadar ???" Jery langsung mendekat ke arah Senja.
Bahkan dia mengabaikan begitu saja sarapan nya yang mau dua suap di makan nya.
Begitu berat rasa nya menelan makanan itu melihat istri nya tak sadar kan diri.
Dan kini rasa nya dia bisa bernafas lega saat mengetahui istri nya telah sadar...
" Minum dulu yaa...Aku ambilkan air hangat nya... " Jery meninggalkan kecupan di kening Senja dsn mengambil air hangat dari dispenser itu.
Senja memejam kan mata nya saat Jery mencium kening nya.
Senja selalu merasa nyaman jika berada di dekat suami bule nya itu.
" Sudah mas..." Ucap Senja pelan saat Jery masih memegang gelas tadi.
" Apa yang sakit sayang ??? Perut kamu gak sakit lagi kan ? Para Baby okey ?" Jery mengelus perut Senja dengan sayang nya...
Senja menggeleng, Tapi dia menepuk sisi ranjang pasien nya. Apa maksud nya ?
__ADS_1
" Peluk Mas..." Jery kaget, Tapi dia langsung menurut dan naik ke sana.
Dia juga ikut berbaring di samping Senja, Di elus nya dengan sayang lagi punggung Senja.
Tapi dia sadar, Senja baru sadar dan harus makan bukan ?
" Sayang, Bangun dulu ya, Makan dulu...Kamu juga belum di periksa dokter lagi. " Ucap Jery lagi.
Dia menekan tombol Nurse Call disana dan tak lama perawat datang dan memeriksa Senja.
Setelah pengecekan selesai, Baru lah Senja makan di suapi oleh Jery nya lagi.
" Makan lagi yank, Kasihan mereka. " Ucap Jery lagi.
" Aku mau makan sate meranggi mas, " Jery kaget.
Apa lagi ini ? Senja baru sadar tapi langsung meminta hal aneh lagi.
" Aku takut kamu gak bisa makan nya yank, Kita tanya dokter dulu ya. " Senja langsung cemberut disana.
Kenapa setiap kali dia mengidam kenapa selalu di persulit begini ? Apa Jery tidak menyayangi nya ? Apa mereka tidak berarti.
Sadar akan perubahan wajah Senja, Jery kembali bicara.
" Aku janji, Setelah kita pulang dari sini ya. Aku janji "
Belum Senja menjawab ibuk dan bapak Senja sudah sampai disana. Bahkan adik nya juga ikut.
" Senja...Kamu baik baik saja nak ? Kemarin Mertua kamu nelpon bapak, Kata nya kamu masuk rumah sakit..." Cerita ibuk nya sat melihat Senja.
" Senja baik baik aja buk, Ada Mas Jery..." Jery yang tadi nya kesal kini berubah menjadi senang saat ini.
Namun pandangan nya kembali terarah pada Pria yang di sebut nya Kumbang Terong itu.
Sadar akan tatapan tajam menantu nya, Pak Ari bapak nya Senja langsung bicarain pada Menantu Bule nya yang kaya banget itu menurut nya.
" Maaf ya nak Jery, Tadi nya Guntur udah panggil supir yang kamu sediain, Tapi istri nya melahirkan. Karena takut, Gak ada yang bawa mobil akhir nya bapak milik naik Bus saja. Tapi pas mau keluar rumah, Ada Nak Arjun Karena bapak Percaya sama nak Arjun juga orang kaya maka nya bapak minta tolong aja. Maaf ya nak. " Sesal mertua nya itu.
Jery hanya bisa menghela nafas nya berat, Dia kesal kenapa Kumbang terong itu harus ikut ? dan kenapa juga mertua nya meminta kumbang terong itu yang membawa mobil mertua nya coba ?
" Sayang, Aku keluar dulu ya..." Senja menggeleng.
Senja tau bahwa suami nya pasti tidak nyaman saat ini karena ada Mas Arjun disini.
Tapi Senja bisa apa ? Bapak nya sudah menjelaskan bukan ?
" Sebentar saja. Aku mau mengganti mobil ibuk dan bapak. Kalau perlu kita beli mobil lagi. Mobil itu sudah kotor sayang. ".
Deg !
Arjun membeku disana.
Suami nya Senja ini memang sangat luar biasa sekali. Namun lagi dan lagi Arjun mencoba menebalkan wajah nya demi ingin mengetahui keadaan wanita yang masih bersarang di hati nya itu.
__ADS_1
" Tidak perlu nak Jery, Mobil itu saja sudah sangat mewah. " Cegah bapak nya.
" Tidak apa pak. Aku senang jika kalian senang."
" Tapi bapak yang tidak senang, Bapak mohon jangan..."
Jery yang kesal langsung keluar dari sana tanpa menghirau kan Senja lagi.
Namun saat dia keluar, Mama dan Papa Bule mau masuk ke ruangan Senja.
" Kenapa kau hoi ?!" Tanya Papa nya.
" Jangan menganggu Jery pa. !" Jawaban yang keluar dari mulut anak nya itu.
Kurang ajar ! Rasa nya Papa Jack ingin mengajak Jery duel saat ini juga.
" Sudah, Jangan emosi, Ayo kita masuk. " Ajak Mama Claire sebelum suami dan anak nya akan berdebat lagi.
" Awas kau !" Papa Jack kesal
Dia langsung masuk untuk melihat Menantu Sunset nya yang sudah sadar itu kata nya.
" Hey kau ! Wanita Hamil, Kau--" Pandangan Papa Jack terarah pada satu objek di hadapan nya .
Kumbang Terong sih Saingan nya Jery itu.
" Oh, Paa kabar besan ? Guntur ?" Tanya Mama Claire.
" Sehat Nyonya. "
" Panggil saja Besan, " Ucap Mama Claire sih Besan Bule
" Ternyata kau cukup tangguh Anak muda ! " Sindiran dari Papa Jack mampu menyentak Arjun disana.
" Maaf, Saya tidak mengerti. "
" Kau bukan tidak mengerti, Tapi kau tidak mau mengerti ! Masih ingat kata kata ku ?" Tanya Papa Jack berbisik.
Arjun hanya diam sambil menatap Papa Jack antusias.
" Berdiri lah di tempat mu. Agar tempat mu tidak di ganggu orang dan menganggu orang !"
Deg !
Kena kau Arjun...
...❤️❤️🍓🍓...
Nahkan Arjun !
Suka kali cari ribut sama Papa Bule !
Follow ige ibuk @amelia_falisha1511 🍓
__ADS_1